Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Yoga di rumah menjadi kebiasaan baru di masapandemi Covid-19

Yoga di rumah menjadi kebiasaan baru di masapandemi Covid-19

Brand Harus Lihat 5 Kebiasan Baru di Masa Covid-19

Mardiana Makmun, Kamis, 14 Mei 2020 | 05:47 WIB

JAKARTA, Investor.id – Pandemi Covid-19 mengubah gaya hidup masyarakat, termasuk di Indonesia. Masyarakat yang biasanya bekerja, belanja, dan olahraga di luar rumah, sebagian kini melakukannya dari rumah. Mereka pun sudah tidak canggung lagi dengan gaya hidup baru yang disebut new normal itu.


Kirill Mankovski, Managing Director, ADA di Indonesia menjelaskan, “Penerapan langkah-langkah social distancing dan gerakan sosial tidak membuat hidup kita berhenti. Banyak konsumen telah beradaptasi dengan cepat dan terus melakukan apa yang telah mereka lakukan, tetapi dengan cara digital. Misalnya bekerja, belajar, melakukan olahraga dan latihan, dan sebagainya," kata Kirill dalam konferensi pers secara virtual.

“Dengan kebiasaan baru tersebut, para brand bisa stop melihat tidak ada cahaya di tengah pandemi Covid-19, tapi lihatlah bahwa ada banyak konsumen setelah mereka belajar dan beradaptasi dengan kebiasaan baru ini,” ujar Faradi Bachri, agency country director ADA Indonesia.


Berikut lima kebiasaan baru masyarakat Indonesia yang diungkap perusahaan analisis Data & AI ADA baru-baru ini:


1. Multitasking

Karena kebijakan social distrancing dan phisical distancing, sebagian besar perusahaan mengeluarkan kebijakan work from home (WFH). Hal ini ternyata membuat banyak orang merasa bekerja lebih keras dan juga menjadi mutlitasking. Sembari melakukan pekerjaan kantor di rumah, mereka juga mengurus pekerjaan rumah dan mengurus anak secara bersamaan.


2. Home Gym

Sejak 15 Maret, kunjungan ke sejumlah mal di Jakarta menurun hingga 50% dibandingkan awal tahun 2020. Hal ini mempengaruhi jumlah kunjungan orang ke pusat kebugaran yang berada di dalam mal. Karenanya, banyak individu yang memutuskan untuk melakukan aktivitas kebugaran di rumah, dengan mengandalkan aplikasi kesehatan dan kebugaran demi menjaga kesehatan tubuh dan gaya hidup sehat.


3. Belanja Online

Karena mengurangi ke luar rumah, masyarakat kini juga terbiasa belanja online untuk kebutuhan sehari-hari. ADA menemukan bahwa ada 870 ribu adaptive shopper yang melakukan belanja online. Di tengah pelarangan mudik, ini menjadi peluang menawarkan produk secara online kepada masyarakat yang ingin mengganti kunjungan dengan mengirimkan hadiah lebaran sebagai tanda tetap bersilaturahmi.


4. Mencoba Berbagai Hobi

WFH menjadi kesempatan banyak perempuan untuk menggunakan sisa waktu mencoba berbagai macam resep masakan. Kegiatan ini juga dapat membunuh kebosanan selama sosial distancing. DA melihat ada 13,3 juta The Bored Homebody. Mereka juga mencari hiburan seperti bermain game, menonton, dan melakukan pencarian hobi, mulai dari puzzle, lego, hingga vespa.


5. Mencari Traveling

Bagi para traveler, social distacing tak menurunkan minat mereka terhadap traveling. ADA justru mencatat ada 125 ribu orang yang masih menggunakan aplikasi traveling. Sampai 23 Maret, pengguna aplikasi traveling masih tinggi. Ini bisa dilihat bahwa ketika signal Covid-19 berakhir, industri traveling akan segera bangkit.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN