Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Fashion Designer & Creative Director brand Ria Miranda, Ria Miranda

Fashion Designer & Creative Director brand Ria Miranda, Ria Miranda

Cara Pelaku Industri Fesyen Hadapi Tantangan Saat Pandemi

Rabu, 24 Februari 2021 | 08:41 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  - Sudah hampir satu tahun lamanya kita semua dihadapi dengan kondisi pandemi yang tak kunjung usai. Hal ini memaksa berbagai lini industri untuk menyusun kembali strategi agar dapat bertahan dengan keadaan yang ada, tak terkecuali industri fesyen yang cukup terdampak akibat terjadinya pandemi saat ini.

Para pelaku industri fesyen pun dituntut untuk dapat menyesuaikan dengan perubahan perilaku masyarakat Indonesia demi menghadapi tantangan di tengah pandemi. Salah satu caranya adalah beradaptasi di masa pandemi, mulai dari tren hingga memaksimalkan digitalisasi.

Fashion Designer & Creative Director brand Ria Miranda, Ria Miranda, mengatakan masa pandemi ini memaksa setiap orang untuk beradaptasi tak terkecuali para pelaku fesyen di Indonesia. Hal ini pula yang dilakukannya di tengah pandemi ini.

Pertama, mengatur ulang skenario keuangan. Dengan adanya kondisi pandemi, tentu terjadi perubahan yang signifikan terhadap operasional bisnis secara keseluruhan dan diperlukan adanya penyesuaian akan hal ini.

“Terpenting dan harus di konsiderasi adalah usaha untuk merestrukturisasi ulang cash flow serta target bisnis agar bisa sesuai dengan keadaan yang sedang dihadapi,” ungkapnya di sela BincangShopee 3.3 Fashion Sale, Selasa (23/2).

Kedua, lanjut dia, membangun komunikasi yang baik dengan tim internal. Hal itu karena tidak mungkin menjalankan bisnis secara sendiri, penting untuk adanya arus komunikasi yang baik antar tim internal agar semuanya bisa saling membantu memahami kondisi yang ada serta beradaptasi bersama dengan tujuan akhir yang sama.

Ketiga, mengatur jumlah produksi. Kondisi pandemi mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap menurunnya penjualan produk-produk bisnis fashion.

“Maka dari itu, kita harus bisa pintar mengatur jumlah produksi seefisien mungkin, hanya sesuai dengan apa yang kita butuhkan dengan jumlah yang terbatas,” tambahnya.

Selanjutnya, Ria menyebutkan cara yang harus dilakukan adalah mengoptimalkan kesempatan untuk digitalisasi. Dengan kebanyakan masyarakat Indonesia yang mulai mengandalkan platform digital, kita bisa memanfaatkan momentum ini untuk lebih menginvestasikan bisnis kita dari segi digital, seperti melakukan virtual trunk show, live shopping ataupun sebagai sarana komunikasi dengan target pasar.

Terakhir, menjadi brand yang solutif. Agar bisa menjadi brand yang sukses, penting sekali memiliki value untuk selalu menjadi solusi bagi setiap permasalahan pelanggan dan juga menjadi brand yang baik untuk sesama.

“Ini semua bisa kita cerminkan melalui koleksi yang kita luncurkan dengan terus berinovasi menghasilkan produk-produk yang bernilai kebaikan,” tegas Ria.

Director of Business Partnership Shopee Indonesia Daniel Minardi
Director of Business Partnership Shopee Indonesia Daniel Minardi

Sementara itu, Director of Business Partnership Shopee Indonesia Daniel Minardi mengatakan kondisi pandemi telah memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap berbagai macam lini industri, termasuk salah satunya adalah industri fashion.

Para pelaku industri fashion pun dituntut untuk dapat menyesuaikan dengan perubahan perilaku masyarakat Indonesia, seperti dengan maraknya tren 'quarantine fashion' yang memunculkan berbagai jenis pakaian dengan desain santai namun tetap dapat digunakan saat work from home.

Daniel menambahkan dengan adanya keterbatasan mobilitas, digitalisasi juga menjadi kunci penting dalam melakukan pemasaran, memperluas jangkauan, serta sebagai media komunikasi dengan target pasar secara keseluruhan.

“Kami juga senantiasa terus berusaha menjadi pendukung para pelaku usaha industri fashion untuk berkembang bersama kami melalui rangkaian inovasi, salah satunya seperti kampanye Shopee 3.3 Fashion Sale,” tutupnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN