Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Potensi penderita diabetes mengalami luka sangatlah besar.

Potensi penderita diabetes mengalami luka sangatlah besar.

Cegah Amputasi Kaki Akibat Komplikasi Diabetes

Sabtu, 31 Juli 2021 | 11:25 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Statistik menunjukkan bahwa prosedur amputasi pada 6 dari 7 penderita kaki diabetik, diawali dari sebuah luka sederhana. Padahal 85% dari luka tersebut sebetulnya dapat dicegah dan ditangani dengan baik agar tidak berkembang ke arah yang lebih serius.

Dokter spesialis luka Heartology Cardiovascular Center dr Adisaputra Ramadhinara MsC CWSP FACCWS mengatakan potensi penderita diabetes mengalami luka sangatlah besar. Terlebih pada mereka yang mengalami gangguan pada neuropati atau saraf tepi. Sebab, hal ini membuat mereka tidak bisa merasakan luka yang terjadi pada mereka, terutama pada kaki. Bahkan, awalnya luka tersebut hanya luka kecil saja, tapi akhirnya membesar. Para penderita diabetes ini baru sadar mengalami luka saat mengalami perdarahan. Parahnya lagi, penangannya tidak tepat sehingga berujung pada luka yang kronis.

"Untuk itu, pencegahan dan deteksi dini terhadap kaki diabetik menjadi sangat penting, untuk mengurangi angka kejadian penderita luka diabetes dan risiko amputasi di kemudian hari," ungkap dr Adisaputra di sela virtual media gathering, Jumat (30/7).

Dr Adisaputra menegaskan luka diabetes di kaki memerlukan penanganan khusus agar kesembuhan yang optimal dapat dicapai. Saat ini perkembangan ilmu pengetahuan di bidang perawatan luka telah berhasil menekan angka amputasi.

Penggunaan berbagai dressing modern untuk mengatasi infeksi dan menjaga agar suasana luka tetap lembap juga sangat diperlukan. "Karena dalam suasana lembap, pertumbuhan jaringan baru menjadi lebih optimal dan proses penutupan luka oleh sel kulit baru bisa terjadi dengan lebih cepat,” tambahnya.

Dr Adisaputra juga tidak menganjurkan penggunaan kassa sebagai penutup luka, karena kassa tidak dapat menjaga kelembapan daerah luka dan dapat meningkatkan risiko infeksi. Sebuah studi menunjukkan bahwa bakteri dapat menembus hingga 64 lapisan kassa. Hal ini membuat kassa bukanlah penutup luka yang ideal. Selain itu, pengendalian kadar gula darah harus dilakukan secara optimal, agar proses penyembuhan luka dapat berjalan dengan baik.

"Selama menjalani perawatan, kaki yang sedang terluka juga harus diistirahatkan dan tidak boleh menjadi tumpuan beban," tegasnya.

Menurut dr Adisaputra, saat ini perawatan luka selalu mengedepankan pentingnya kerja sama multidisiplin. Pada kasus luka diabetik di kaki, perawatan luka dapat ditangani oleh dokter spesialis luka. Namun, 

bila terjadi penyumbatan pembuluh darah di kaki, diperlukan keterlibatan spesialis vaskular untuk tindakan revaskularisasi atau perbaikan aliran darah ke tungkai guna menunjang proses penyembuhan luka yang optimal.

"Karena sering kali, kaki yang mengalami luka kronis pada penderita diabetes ditemukan bahwa pembuluh darahnya terjadi penyumbatan," tutupnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN