Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
anak-anak atau remaja yang masih berusia muda, perlu menerapkan pola atau kebiasaan hidup yang baik untuk mencegah penyakit ginjal di masa depan.

anak-anak atau remaja yang masih berusia muda, perlu menerapkan pola atau kebiasaan hidup yang baik untuk mencegah penyakit ginjal di masa depan.

Cegah Penyakit Ginjal Sedari Belia

Selasa, 12 November 2019 | 21:02 WIB

JAKARTA, Investor.id - Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) memanfaatkan momen Hari Kesehatan Nasional dengan berbagi informasi dan pengalaman melalui edukasi pencegahan penyakit ginjal kepada ratusan pelajar SMK Negeri 57 Jakarta.

 

Ketua umum KPCDI Tony Samosir mengatakan, anak-anak atau remaja perlu menerapkan pola atau kebiasaan hidup yang baik untuk mencegah penyakit ginjal di masa depan.

“Usia remaja sedari awal harus mengenali gejala penyakit ginjal agar bisa mencegahnya sejak dini,” kata Tony dalam diskusi bertajuk “Kenali Gejala Penyakit Ginjal” yang digelar oleh KPCDI bersama Fresenius Medical Care, di aula SMKN 57 Jakarta, Selasa (12/11).

Diskusi menghadirkan dokter ahli Subspesialis Nefrologi Anak, dr Cahyani Gita Ambarsari Sp.A(K). Dalam paparannya, dokter yang bekerja di RSCM itu memberikan empat hal penting yang perlu diterapkan bagi remaja demi mencegah penyakit ginjal.

Pertama, konsumsi makanan bergizi. Menurutnya, anak-anak muda perlu banyak makan-makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein dalam jumlah yang seimbang, dengan jumlah vitamin dan mineral yang cukup.

“Mohon menghindari makan-makanan yang tinggi garam, junk food atau fast food. Jadi sebaiknya makan-makanan yang dimasak di rumah yang kira-kira kadar minyaknya lebih sedikit,” katanya.

Kiat kedua, minum air dalam jumlah yang cukup, yaitu minimum 8 gelas per hari untuk orang dewasa normal, dengan asumsi berat badan kurang lebih 50 kg.

Gita bilang, 8 gelas per hari itu sebaiknya mayoritas air putih tapi di luar itu boleh juga air yang lain, misalnya teh, susu, sari buah atau kuah dari makanan.

“Tapi ingat, minimun 8 gelas sehari itu dengan dominannya adalah air putih. Kalau bisa air putih semua 8 gelas sehari itu jauh lebih baik,” imbuhnya.

Ketiga, olah raga teratur. Usia remaja harus membiasakan diri untuk melakukan aktivitas fisik minimum setiap satu minggu ada dua kali aktivitas fisik atau olahraga secara reguler. Olah raga sekali seminggu masih kurang. “Jadi ini akan baik sekali untuk mencegah hipertensi dan meningkatkan fungsi jantung,” ujarnya.

Kiat keempat, menghindari konsumsi obat-obatan atau suplementasi yang tidak diperlukan tanpa rekomendasi dari dokter. Pasalnya, hal ini akan memberatkan kerja ginjal bahkan bersifat racun. “Karena metabolisme obat adalah di ginjal dan juga di hati,” katanya.

Gita memaparkan kasus pravalensi penyakit ginjal pada usia anak-anak di RSCM. Berdasarkan kajiannya, kejadian penyakit ginjal anak di RSCM meningkat. Sekitar 10 tahun lalu, jumlah pasien di poliklinik ginjal anak RSCM berkisar 20-30 per hari. Namun, sejak tahun 2018, meningkat menjadi 50-70 per hari. “Artinya, peningkatannya lebih dari dua kali lipat dibandingkan 10 tahun lalu,” katanya.

Sekali lagi, Gita mewanti-wanti agar kaum remaja menerapkan empat kiat, yakni makan makanan bergizi, minum air putih dalam jumlah yang cukup, aktivitas fisik yang teratur, dan hindari konsumsi obat-obatan/suplementasi atau jamu-jamu tanpa rekomendasi dari dokter. (ts)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA