Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kampus IPB University

Kampus IPB University

Danone-Aqua dan IPB Inovasi Pemanfaatan Limbah Plastik dengan Sumur Resapan

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 18:14 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id- Danone-Aqua berkolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Plustik (PT Oriplast) menghadirkan inovasi baru solusi daur ulang plastik non ekonomis sekaligus untuk mendukung upaya konservasi air berupa Sumur Resapan Bijak Berplastik sistem bongkar pasang (knock down).

Sumur resapan tersebut berfungsi untuk meresapkan air untuk mengembalikan cadangan air tanah dan mencegah air melaju kencang ke dataran rendah yang berpotensi menjadi penyebab banjir.

Sumur Resapan Bijak Berplastik terbuat dari plastik non ekonomis atau jenis plastik dengan nilai ekonomi rendah (low value) seperti kresek hitam, plastik kemasan berlapis banyak, popok dan lembar kertas aluminium.

Keberadaan dan pembangunan sumur resapan sangat penting mengingat data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan telah terjadi 478 kejadian banjir di Indonesia sejak Januari hingga September 2020. Di sisi lain, Indonesia juga sering mengalami kekeringan di musim kemarau yang  salah satunya diakibatkan kurangnya infiltrasi air ke dalam tanah.

Untuk itu dibutuhkan pembangunan sumur resapan baik di daerah hulu, tengah maupun hilir yang dapat menampung debit air di saat musim hujan dan meresapkannya kembali sebagai cadangan air tanah, faktor lain yang menjadi penyebab terjadinya hal tersebut adalah belum terkelolanya sampah dengan baik, salah satunya sampah non ekonomis.

Saat ini, plastik non ekonomis masih menjadi tantangan bagi pengelolaan sampah di Indonesia karena belum mempunyai banyak jalur daur ulang sehingga dibiarkan menumpuk, tidak terkola dengan baik dan mengakibatkan pencemaran di lingkungan.

Vice President General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto mengatakan sumur resapan berplastik ditargetkan mampu meresapkan air sebanyak 16 meter kubik per hari hujan dan konstruksinya mampu menyerap 150 kilogram sampah plastik non ekonomis, bentuk knock down merupakan perbaikan dari sumur resapan konvensional supaya mampu meresapkan air lebih banyak dengan konstruksi yang lebih kuat dan tahan lama serta membuat proses pembuatan dan pemasangannya menjadi lebih praktis sehingga memudakan proses mobilisasi.

Proses pembuatan sumur resapan ini juga sudah dikembangkan dan telah diuji secara fisik, mikroplastik maupun material, melalui laboratorium tersertifikasi untuk memastikan bahwa seluruh bahan yang digunakan tidak memberikan dampak kepada lingkungan.

“Danone-Aqua terus berkomitmen menjadi pionir dalam mendukung penyelesaian sampah kemasan plastik di Indonesia sejak 2018 melalui Gerakan #Bijak Berplastik dan upaya tersebut diwujudkan dengan tiga komitmen penting yaitu mengumpulkan lebih banyak kemasan plastik dari yang diproduksi, melakukan edukasi kepada 100 juta konsumen dan mengembangkan inovasi kemasan plastik untuk mencapai 100% kemasan yang bisa didaur ulang,” ujar dia dalam siaran persnya yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Sabtu (24/10).

Danone-Aqua terus mendorong kolaborasi yang inovatif untuk berkontribusi mendukung pemerintah mengatasi permasalahan sampah plastik dan berkelanjutan sumber daya air di Indonesia.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN