Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Dekranasda Lampung Selatan Winarni Nanag Ermanto mengenalkan tenun Inuh kepada Tim Asah Kebaikan di gedung Dekranasda Lampung Selatan

Ketua Dekranasda Lampung Selatan Winarni Nanag Ermanto mengenalkan tenun Inuh kepada Tim Asah Kebaikan di gedung Dekranasda Lampung Selatan

Dekranasda Lampung Selatan Promosikan Batik Tenun Inuh ke Pecinta Fesyen Indonesia

Minggu, 11 April 2021 | 20:01 WIB
Mardiana Makmun (mardiana@investor.co.id)

KALIANDA, LAMPUNG SELATAN – Perempuan perajin itu asyik menyulam selembar kain batik. Sekilas, seperti batik biasa. Namun corak batiknya berbeda dengan batik Jawa umumnya. Coraknya serupa kain tenun, dengan gambar kapal yang khas.

“Ini batik tenun Inuh. Tenun Inuh adalah tenun ikat khas Lampung Selatan. Motifnya khas daerah pesisir, seperti kapal dan hewan laut, mulai ikan hingga cumi-cumi. Motif tenun Inuh ini dijadikan motif batik sebagai batik khas Lampung Selatan,” jelas Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Lampung Selatan, Winarni Nanang Ermanto kepada Investor Daily dalam acara Pengenalan Batik Tenun Inuh yang digelar Asah Kebaikan bersama Dekranasda Lampung Selatan di Kalianda, Lampung Selatan, Rabu (7/4/2021).

Sejak batik ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda asal Indonesa oleh Unesco pada 2009, euforia batik melanda seluruh masyarakat Indonesia. Rasa cinta pada batik semakin menguat. Terbukti semua provinsi di Indonesia pun membuat batik. Tentu dengan motif khas daerah masing-masing. Tak terkecuali Provinsi Lampung, khususnya Kabupaten Lampung Selatan. Bahkan jauh sebelum itu, Lampung Selatan sudah membuat motif batiknya sendiri.

“Di Lampung Selatan ini luar biasa. Ada satu unggulan, yaitu tenun Inuh. Tahun 2005, kain tenun Inuh ini diangkat dan dilestarikan menjadi motif batik khas Lampung Selatan,” tegas istri Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto.

Ketua Dekranasda Lampung Selatan Winarni Nanang Ermanto mengenakan gaun batik bermotif tenun Inuh khas Lampung Selatan
Ketua Dekranasda Lampung Selatan Winarni Nanang Ermanto mengenakan gaun batik bermotif tenun Inuh khas Lampung Selatan

Ada banyak misi sebenarnya ketika motif tenun Inuh dijadikan motif batik khas Lampung Selatan. “Selain mempromosikan tenun Inuh ke masyarakat luas, juga agar tenun Inuh bisa digunakan di semua acara. Dipakai pun lebih ringan dan bisa digunakan untuk semua fashion. Untuk dipakai sebagai kain bisa, dipakai dengan kebaya bisa, dan bisa dibuat untuk berbagai kreasi. Jadi tidak ada batasan memakainya dan bisa diterapkan di semua fashion,” jelas Winarni yang tampil cantik mengenakan gaun dari kain batik tenun Inuh berwarna pink.

Disulam Tapis

Agar semakin menarik pecinta fesyen, batik Inuh ini, kata Winarni, kemudian disulam tapis. “Batik Inuh yang disulam tapis akan kelihatan menjadi mewah. Harganya pun meningkat lima kali lipat dibanding batik yang tidak ditapis,” ungkap Winarni.

Tapis adalah teknik menyulam menggunakan benang emas di atas media kain. “Media kain yang ditapis bisa kain tenun Inuh, bisa kain batik bermotif tenun Inuh, atau bisa juga kain dari daerah lain,” jelas Winarni sembari menunjukkan contoh batik tenun Inuh yang sedang disulam tapis oleh perajin di acara ini.

“Ini sekaligus untuk menunjukkan bahwa sulam tapis pun bisa diaplikasikan ke berbagai kain, termasuk kain dari luar Lampung,” tandas Winarni.

Editor : Mardiana Makmun (nana_makmun@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN