Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dexa Medica memperkenalkan terapi antobodi monoklonal untuk pasien Covid-19 yang pertama di Indonesia dalam Virtual konferensi pers, Sabtu (31/7).

Dexa Medica memperkenalkan terapi antobodi monoklonal untuk pasien Covid-19 yang pertama di Indonesia dalam Virtual konferensi pers, Sabtu (31/7).

Dexa Medica Perkenalkan Terapi Antibodi Monoklonal Covid-19 Pertama

Sabtu, 31 Juli 2021 | 17:30 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  – Dexa Medica memperkenalkan terapi antobodi monoklonal untuk pasien Covid-19 yang pertama di Indonesia, yaitu obat Regdanvimab. Terapi yang berasal dari Korea Selatan ini telah dilakukan uji klinis dan menunjukkan mampu menurunkan angka progresifitas virus Sars Cov2 pada pasien hingga 72%.

Alhasil, pasien tidak akan mengalami perburukan kondisi sehingga diharapkan mencegah terjadinya risiko kematian.

Executive Director Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences Dr Raymond Tjandrawinata mengatakan terapi tersebut berbeda dengan yang telah ada sebelumnya. Sebab, terapi ini memang diciptakan khusus untuk mengatasi Sars Cov-2.

Sedangkan terapi yang sebelumnya merupakan terapi silang atau menggunakan obat yang bukan dikhususkan untuk Sars Cov-2, seperti Avigan, Hidroksiklorokuin, Remdesivir, hingga Ivermectin.

“Hal ini dikarenakan obat ini dibuat dari hasil donos plasma konsevalen pasien Sars Cov-2 Korea yang kemudian diteliti dan dianalisa sehingga menghasilkan antibodi monoklonal,” ungkap dr Raymond di sela virtual konferensi pers, Sabtu (31/7).

Executive Director Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences Dr Raymond Tjandrawinata
Executive Director Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences Dr Raymond Tjandrawinata

Dr Raymond menjelaskan cara kerja dari obat ini adalah menetralisir atau mencegah spike protein pada virus tersebut berikatan dengan ACE2. Dengan demikian, virus bisa dicegah tidak masuk di paru-paru. Dengan demikian, pasien akan menjadi lebih cepat sembuh hingga 5 hari dibandingkan mereka yang hanya mendapatkan pengobatan standar atau hanya diberikan vitamin dan lainnya.

Obat ini ditujukan kepada pasien yang mengalami gejala ringan dan sedang. Serta, pasien yang memiliki risiko tinggi, seperti darah tinggi, hipertensi, obesitas, asma, gagal ginjal, hingga imunosupresan dan pasien kanker. Ditambah lagi, pada pasien yang telah berusia diatas 50 tahun.

“Mereka inilah yang bersiko tinggi mengalami perburukan. Tapi apabila mereka mendapatan terapi antibodi sejak dini, keparahan atau kritis bahkan kematian bisa dicegah. Hal ini mengingat angka kematian Covid-19 di Indonesia masih sangat tinggi. Namun, terapi ini tidak bisa diberikan kepada mereka yang telah berada dalam kondisi parah atau kritis. Mengingat sudah banyak inflamasi yang terjadi,” papar Dr Raymond.

Menurut Dr Raymond, obat tersebut berupa infus yang diberikan atas pengawasan dari dokter yang menangani Covid-19. Obat tersebut telah banyak digunakan di berbagai negara, terutama di Eropa.

Sedangkan di Indonesia, pengobatan ini baru pertama kali dan Dexa Medica menjadi pemegang hak merek dari Korea tersebut. Obat tersebut telah mendapatkan persetujuan penggunaan di Eropa, dan di Indonesia mendapatkan ijin penggunaan darurat/Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pegawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 17 Juli lalu.

“Obat ini juga telah diteliti mampu menetralisir semua varian Sars Cov-2 yang ada di dunia,” tutup Dr Raymond.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN