Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ibu hamil. Foto ilustrasi: exclusivelymum.com.au

Ibu hamil. Foto ilustrasi: exclusivelymum.com.au

Dilema Kehamilan di Saat Pandemi Covid-19

Minggu, 2 Agustus 2020 | 05:12 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

Masa kehamilan merupakan kebahagiaan bagi pasangan suami istri dan keluarga karena menantikan anggota keluarga baru di tengah mereka. Namun, di masa pandemic Covid-19 yang tengah melanda dunia, termasuk Indonesia, kehamilan tentu saja menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi ibu hamil.

Untuk itu, diperlukan edukasi dan informasi yang memadai dan mumpuni bagi ibu hamil agar kehamilannya berlangsung sehat hingga melahirkan.

Dokter spesialis kandungan dan kebidanan Siloam Hospitlas Balikpapan dr I Wayan Sumo Yoga SpOG mengatakan, menjalani kehamilan di tengah pandemi diperlukan dukungan keluarga, baik meteril maupun imateril. Hal ini mengingat masa pandemi ini membuat banyak perubahan dan ibu hamil pun harus beradaptasi dengan berbagai kebiasaan baru. Salah satunya adalah pelayanan kesehatan yang berjalan tidak seperti sebelumnya.

“Untuk itu, ibu hamil harus membekali dirinya dengan berbagai edukasi dan informasi dalam beradaptasi dengan kebiasaan baru tersebut. Terlebih, pandemi ini masih belum ada yang bisa memperkirakan kapan akan berakhir,” ungkapnya di sela webinar Health Talk Siloam Hospitals Balikpapan, Kamis (30/7).

Ibu hamil. Foto: Investor Daily/IST
Ibu hamil. Foto: Investor Daily/IST

Menurut dr Wayan, adaptasi tubuh ibu terhadap kehamilan menurunkan daya tahan tubuh mereka. Hal ini tentu saja akan lebih berisiko terinfeksi virus apapun. Tak terkeculi di masa pandemi ini tentunya berisiko tertular Covid-19. Alhasil, akan meningkatkan komplikasi pada ibu hamil yang berisiko mengalami kelahiran bayi prematur dan persalinan bedah sesar meningkat.

Di sisi lain, banyak bayi lahir berat badan rendah sehingga mengharuskan para bayi ini mengalami perawatan intensif di NICU dengan biaya besar.

“Dengan demikian, ibu hamil pun dianjurkan untuk menjalani dan mematuhi protokol kesehatan, seperti menjaga kebersihan atau mencuci tangan, gunakan masker asupan gizi yang cukup, dan hindari berpergian,” tegasnya.

Selain itu, tambah dr Wayan, ibu hamil juga harus mencari berbagai informasi mengenai fasilitas rumah sakit atau tempat persalinan. Sebaiknya pilih RS atau tempat persalinan yang mempunyai protokol kesehatan.

Selain itu, pilihlah rumah sakit yang memiliki teknologi atau telekonsultasi. Sehingga, konsultasi rutin bisa dilakukan di rumah tanpa harus ibu hamil berpergian ke rumah sakit.

Dengan demikian, waktu kunjungan atau kontrol kehamilan bisa disesuaikan dengan indikasi saja. Kalaupun mau ke rumah sakit sebaiknya pilih waktu atau jam yang tidak ramai, serta selalu pakai masker dan cuci tangan. Apabila saat sebelum pandemic senam kehamilan bisa dilakukan secara grup, dr Wayan lebih menyarankan untuk melakukannya saat ini secara online dari rumah saja.

Selama pandemi ini juga mengharuskan setiap pasangan suami istri mempersipakan dana selama hamil, kelahiran, dan paska lahir, atau berkas asuransi atau JKN.

Tak kalah penting adalah kesiapan mental ibu dan suami, serta keluarga juga diperlukan selama kehamilan ini di masa pandemi Covid-19. Bila ibu hamil mengalami keluhan batuk, demam, sesak napas, disarankan untuk segera menghubungi doter atau pertugas kesehatan untuk diperiksa, lakukan tes rapid atau swab Covid-19. Apabila gejala ringan sebaiknya isolasi mandiri.

“Sedangkan jika mengalami berat, segera rawat di RS rujukan. Pemeriksaan kehamilan dan USG dilakukan 14 hari paska isolasi berakhir,” tuturnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN