Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tenaga Medis melepas mobil Ambulance dan Bis Sekolah yang membawa pasien Covid-19, ke Wisma Atlet dari Puskesmas Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (10/6/2021).  Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Tenaga Medis melepas mobil Ambulance dan Bis Sekolah yang membawa pasien Covid-19, ke Wisma Atlet dari Puskesmas Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (10/6/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Disebut Berkhasiat Obati Covid, BPOM: Perlu Bukti Ilmiah dan Uji Klinik

Jumat, 11 Juni 2021 | 10:40 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Kabar tentang khasiat Ivermectin yang dapat menyembuhkan pasien Covid-19 menyebar begitu cepat di masyarakat. Terkait kondisi ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memandang perlu memberikan penjelasan kepada publik.

Berdasarkan penjelasan yang dimuat pada laman resminya, BPOM menyampaikan perlu dilakukan penelitian ilmiah dan uji klinik untuk memastikan khasiat dan keamanan penggunaan Ivermectin dalam pengobatan Covid-19.

Terkait itu, pemerintah akan melakukan uji klinik di bawah koordinasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, dengan melibatkan beberapa Rumah Sakit.

Karena itu sebelum ada bukti ilmiah dan hasil uji klinik, BPOM mengingatkan bila Ivermectin digunakan indikasi medis dan tanpa resep dokter dalam jangka waktu panjang dapat mengakibatkan efek samping, antara lain nyeri otot/sendi, ruam kulit, demam, pusing, sembelit, diare, mengantuk, dan Sindrom Stevens-Johnson.

“Badan POM RI terus memantau pelaksanaan dan menindaklanjuti hasil penelitian serta melakukan update informasi terkait penggunaan obat Ivermectin untuk pengobatan Covid-19 melalui komunikasi dengan World Health Organization (WHO) dan Badan Otoritas Obat negara lain,” demikian penjelasan BPOM yang dikutip, Jumat (11/6/2021)

Untuk kehati-hatian, Badan POM pun meminta kepada masyarakat agar tidak membeli obat Ivermectin secara bebas tanpa resep dokter, termasuk membeli melalui platform online. Untuk penjualan obat Ivermectin termasuk melalui online tanpa ada resep dokter dapat dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sebagai catatan, Ivermectin kaplet 12 mg terdaftar di Indonesia untuk indikasi infeksi kecacingan (Strongyloidiasis dan Onchocerciasis). Ivermectin diberikan dalam dosis tunggal 150-200 mcg/kg Berat Badan dengan pemakaian 1 (satu) tahun sekali. Ivermectin merupakan obat keras yang pembeliannya harus dengan resep dokter dan penggunaannya di bawah pengawasan dokter.

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN