Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tekan lonjakan kasus di DKI, tes swab massal jemput bola di zona merah. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Tekan lonjakan kasus di DKI, tes swab massal jemput bola di zona merah. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Memutus Rantai Penularan Covid-19

Dukung 3T, Abbott Panbio Antigen Nasal Bantu Kurangi Ketidaknyaman Tes Swab

Jumat, 14 Mei 2021 | 08:56 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk menghentikan pandemi Covid-19 yang telah berlangsung lebih dari setahun. Salah satunya adalah dengan melaksanakan 3T (tracing, testing dan treatment) melalui metode testing swab antigen yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, yang sangat berguna untuk mengidentifikasi awal Covid-19 agar cepat mencegah penyebarannya.

Menurut dr. Indah Susanti – yang sering menangani pengetesan swab PCR dan antigen – bahwa sangat penting untuk memastikan test kit yang digunakan (untuk test antigen) sudah sesuai memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), telah direkomendasikan oleh WHO, atau memiliki keakuratan yang ditetapkan pemerintah yaitu memiliki sensitivitas ≥ 80% dan spesifisitas ≥ 97%.

dr. Indah menceritakan, sering menerima keluhan pasien yang merasa tidak nyaman baik ketika proses pengambilan sampel sekresi maupun setelahnya terutama pada anak-anak.

Mengingat proses yang kadang menimbulkan traumatis tersebut, lanjut dia, terkadang para tenaga kesehatan (nakes) harus berada dekat dengan pasien untuk waktu yang lebih lama dan hal tersebut tentu meningkatkan resiko penularan. Maka dari itu para nakes harus selalu berhati-hati dan melengkapi dirinya dengan pelindung yang maksimal.

Menyadari pentingnya tes swab antigen yang bukan hanya akurat dan cepat tapi juga nyaman digunakan, Abbott, perusahaan peralatan medis dan perawatan kesehatan asal Amerika mengeluarkan produk swab antigen terbaru yaitu Abbott Panbio Antigen Nasal.

“Abbott fokus untuk membawa serangkaian alat tes Covid-19 yang andal, cepat, akurat dan nyaman ke Indonesia secepat mungkin untuk membantu mengatasi pandemi ini,” ujar Wakil Presiden Divisi Bisnis Diagnostik Cepat Abbott Asia Pasifik, Sanjeev Johar dalam siaran pers, Jumat (14/5).

Penggunaan Abbott Panbio antigen nasal sendiri cenderung mudah, untuk pengambilan sampel hanya sedalam 2 cm dari lubang hidung, sehingga meminimalkan reflex yang mengganggu seperti batuk dan bersin tanpa mengurangi keakuratan hasilnya. Alat ini memiliki sensitivitas 98,1% dan spesifitas 99,8%.

Alat tersebut kini tersedia di banyak point of care, dapat digunakan tanpa laboratorium maupun alat instrumen tambahan lain, dan mampu mengidentifikasi pasien yang tertular Covid-19 dalam waktu 15 menit sehingga cocok digunakan untuk pengujian dalam skala besar.

Efektifitas 3T

“Berdasarkan studi epidemiologi, Indonesia menghadapi potensi ledakan kasus Covid-19 pasca Idul Fitri dan hal tersebut sudah pernah terjadi di Indonesia”, tutur Dr. Dicky Budiman M.Sc.PH, PhD (cand.), Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health, Griffith University Australia.

Dr Dicky menekankan pentingnya memperkuat survailans epidemiologi di masyarakat seperti pengumpulan data deteksi kasus, sistem pelaporan, pengolahan, analisis hingga interpretasi data yang dapat dijadikan acuan untuk pengambilan keputusan.

Selain itu aspek-aspek umum di layanan kesehatan juga harus diperkuat, misal adanya program jangkauan ke rumah-rumah, penguatan sistem kesehatan (SDM, alat, obat dan lainnya), menyiapkan mekanisme rujukan serta penguatan survailans genomic (di level pusat)

Memberlakukan pembatasan pergerakan manusia (seperti PSBB) sebelum masa liburan tiba juga harus dilakukan untuk mengurangi risiko sakit. Dan meski telah mendapatkan vaksinasi, setiap individu harus memiliki prinsip jaga diri, menjaga konsistensi dalam penerapan protokol kesehatan, karena cukup hanya 1 orang terinfeksi untuk perburuk situasi.

Kesimpulannya melakukan 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilisasi/interaksi) dan 3T masih merupakan cara yang paling efektif untuk menanggulangi pandemi selain menguatkan survailans epidemiologi.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN