Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Brand Manager Piero Melania Dewiyani (kiri) dan Brand Communication Piero Albertus Agastya (kanan) memperkenalkan kembali lima model sepatu ikonik dalam perayaan

Brand Manager Piero Melania Dewiyani (kiri) dan Brand Communication Piero Albertus Agastya (kanan) memperkenalkan kembali lima model sepatu ikonik dalam perayaan "Piero 20th Anniversary" di acara "Urban Sneaker Society (USS 4.0)", di District 8, Jakarta pada 8 November 2019. ( Foto: Istimewa )

Eksis 20 Tahun, Piero Kembali Rilis 5 Sepatu Ikonik

Happy Amanda Amalia, Sabtu, 9 November 2019 | 10:06 WIB

JAKARTA, investor.id – Siapa tak kenal dengan brand sepatu Piero? Kini brand tersebut tengah merayakan 20th Anniversary dengan menghadirkan kembali lima model sepatu yang pernah dirilis di sepanjang perjalanan 20 tahun Piero dalam acara “Urban Sneaker Society (USS 4.0)” di District 8, Jakarta, yang berlangsung mulai 8-10 November.

Kelima sepatu tersebut dirilis dengan tetap mempertahankan siluet dari masing-masing produk. Bahkan logo lama Piero dihadirkan kembali serta digabungkan dengan outsole yang terbaru. Ada pun lima model yang dirilis secara terbatas, di antaranya: Orlando (1999), Shooter (2004), Suedo (2009), Jogger (2014) dan Legion Z1 (2019), dengan masing-masing model hanya tersedia sebanyak 100 pasang dan ditawarkan dengan harga Rp 599 ribu, untuk semua model.

Brand Manager Piero Melania Dewiyani mengatakan, alasan Piero kembali mengeluarkan lima model sepatunya yang ikonik karena perjalanan Piero secara historis terbilang stabil selama 20 tahun ini.

“Untuk generasi lama pasti ingat dengan Piero yang dipakai saat pergi sekolah. Jadi, orang-orang yang dulu pake Piero, sekarang kan pasti sudah pada dewasa, sudah mulai kerja, tetapi mereka masih tetap pakai Piero. Kami juga menunjukkan pada generasi di bawahnya, kalau Piero masih tetap ada. Maka itu untuk perayaan 20 tahunnya Piero, kita munculkan produk-produk sepatu ikonik yang hype selama 20 tahun,” ujarnya di sela-sela acara “Piero 20th Anniversary”, pada Jumat (8/11).

Melania menambahkan, setiap edisi Piero 20th Anniversary menawarkan desain yang berbeda sesuai dengan tahun rilisnya. Piero Orlando dengan model chunky shoes yang populer di era 90-an hadir dengan warna monochrome atau Piero Shooter yang mempertahankan sporty looks pada masanya namun dibalut dengan sedikit sentuhan modern.

Ada pula Piero Suedo, salah satu sepatu klasik Piero yang ditujukan bagi para pecinta permainan skateboard yang dirilis kembali dengan mempertahankan siluet klasiknya. Selain itu, Piero Jogger dirilis kembali pada Piero 20th Anniversary dengan splatter atau corak hitam dibagian outsole serta menggunakan material suede dan logo XX pada bagian upper. Terakhir, Piero Legion Z1 yang merupakan model teranyar, dirilis kembali dengan bagian upper yang dimodifikasi untuk menunjukkan ciri khas futuristiknya.

“Satu hal yang paling Piero utamakan adalah kita tidak sekadar membuat model sneaker, tetapi ada teknologi yang kita terapkan di masing-masing sepatu. Entah pada outsole atau di upper, semua kita pikirkan. Teknologi paling baru yang dipakai Piero adalah dengan meniru cara kerja tentakel gurita, yang dipasang pada sol sepatu bawah, yakni oktogrip. Selain sepatu ini ringan, dengan adanya oktogrip membuat sepatu tidak licin saat digunakan beraktivitas, bisa nge-grip maksimal, semisal di tempat yang basah,” jelas Melania.

Dalam konferensi pers, Melania juga mengungkapkan bahwa banyak yang menanyakan falsafah di balik nama Piero dan pada perayaan 20th Anniversary ini dia memberikan penjelasan, bahwa “falsafah di balik nama Piero, diambil dari kata “Urip” (dalam bahasa Jawa yang berarti hidup), kemudian diubah menjadi OREIP dan dibalik menjaid PIERO pada 1999.”

“Memang ada cerita dibalik nama Piero. Saat memberikan nama, owner kita melakukan diskusi mencari nama brand, tapi belum ketemu-ketemu. Tiba-tiba mereka kemudian mau membeli makanan dan pas ditanya mau makanan apa? Dijawab lah “Apa aja, sing penting urip.” Tiba-tiba mereka terpikir nama Urip, kayaknya bagus juga dibalik jadi Piero. Jadi kata “Urip” dibalik, dan diganti pakai huruf O dan E. Jadi kita adalah brand yang lokal banget, yang sudah selama 20 tahun,” tambahnya.

Saat ditanya soal persaingan Piero dengan sesama brand-brand lokal lain, Melania mengaku senang jika ada persaingan karena bisa lebih meramaikan industri sneaker. “Karena kita brand yang sudah establish dari lama. Jadi tidak apa-apa, kita fine-fine saja dengan persaingan, justru lebih bagus kan, lebih meramaikan industri sneaker,” katanya.


 


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA