Menu
Sign in
@ Contact
Search
Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University, Australia, Dicky Budiman. Sumber: BSTV.

Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University, Australia, Dicky Budiman. Sumber: BSTV.

Epidemiolog: Indonesia Belum Capai Puncak Gelombang Keempat Covid-19

Kamis, 11 Agustus 2022 | 08:57 WIB
Maria Fatima Bona (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id -  Kasus Covid-19 di Indonesia diperkirakan belum mencapai puncak gelombang keempat. Sedangkan cakupan vakisansi yang tinggi telah menciptakan imunitas tubuh masyarakat yang lebih baik menghadapi serangan virus tersebut.

“Saat ini, saya melihat belum (mencapai puncak) dan  bahkan  ada kemungkinan akhir Agustus 2022 meningkat,” Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia  Dicky Budiman saat dihubungi Beritasatu.com, Kamis (11/8/2022).

Baca juga: 2023, Tak Ada Lagi Anggaran Kesehatan Khusus untuk Covid-19

Dia menuturkan, kasus Covid-19 Indonesia masih fluktuatif saat ini, karena  testing  rendah. Keterbatasan testing ini sangat menyulitkan untuk mengetahui kondisi kasus di lapangan.

Selain itu, cakupan vaksinasi yang tinggi berdampak pada kekebalan imunitas masyarakat. Masyarakat  yang telah divaksin dan terinfeksi Covid-19 atau kembali reinfeksi bergejala rendah. Pada umumnya, masyarakat  tidak melakukan pemeriksaan, sehingga kasus tidak terdata.

Dicky mengatakan, perkiraan kasus Covid-19 di Indonesia masih terus meningkat berkaca dari negara lain. Kendati demikian, puncak gelombang keempat tidak akan sama seperti gelombang sebelumnya. Pasalnya, saat ini masyarakat sudah memiliki imunitas tubuh.

Oleh karena itu, Dicky menuturkan, puncak gelombang keempat bukan menjadi patokan kasus Covid-19 Indonesia akan selesai. Namun,  perlu  tetap mengantisipasi  kemunculan varian baru dan lainnya yang memungkinkan ada gelombang berikutnya.

“Bicara puncak gelombang,  ini bisa ada gelombang berikut ada selama dunia masih rawan dan cakupan vaksinasi global masih belum ideal.   Mencapai puncak bukan masalah Covid-19 selesai tetapi setelahnya,’ papar Dicky.

Menurut Dicky, jika testing ditingkatkan, maka puncak kasus Covid-19 diperkirakan melebihi 20.000 kasus per hari.  Hal ini berkaca dari peningkatan kasus Covid-19 di Australia.

Baca juga: Lampaui Pertumbuhan Sebelum Pandemi, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,44%

“di Australia, negara bagian dengan penduduk hanya 5 juta sehari bisa 18.000  kasus. Apalagi Indonesia, kalau Indonesia 20.000 karena enggak ada target peningkatan testing,” ucapnya.

Dicky berharap pemerintah menyampaikan strategi komunikasi resiko yang sebenarnya. Dalam hal ini, menjelaskan jika kasus konfirmasi Covid-19 di Tanah Air  rendah  bukan  karena kasus sudah melandai, tetapi masyarakat yang terinfeksi tidak  ke rumah sakit  serta rendahnya testing.

Untuk itu, upaya  protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak), dan 3T (testing, tracing dan treatment) serta vaksinasi tetap harus ditingkatkan.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com