Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Webinar Unilever, di Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Webinar Unilever, di Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Fasilitas RDF Cilacap Berpotensi Serap 73 Ribu Ton Sampah per Tahun

Rabu, 3 Maret 2021 | 21:50 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap berpotensi akan mampu menyerap 73 ribu Ton sampah per tahun. Angka itu meningkat 66,6% dari daya serap sebelumnya hanya 43,8 ribu ton.

Hal itu terwujud berkat kolaborasi PT Unilever Indonesia, Tbk. bersama dengan Kabupaten Cilacap dan PT Solusi Bangun Indonesia, Tbk. (SBI) untuk meningkatkan kapasitas pengumpulan dan pengelolaan sampah di fasilitas RDF Jeruk Legi.

Diresmikan bulan Juli 2020 lalu, TPA Jeruk Legi adalah TPA pertama di Indonesia yang menghasilkan sumber energi terbarukan dengan teknologi RDF, yaitu teknologi yang mengolah sampah menjadi energi biomassa yang selanjutnya digunakan sebagai sumber energi terbarukan rendah emisi untuk mengggantikan batu bara pada proses pembakaran di pabrik industri semen dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap.

Head of Corporate Affairs and Sustainability PT Unilever Indonesia Tbk. Nurdiana Darus
Head of Corporate Affairs and Sustainability PT Unilever Indonesia Tbk. Nurdiana Darus

Nurdiana Darus, Head of Corporate Affairs and Sustainability PT Unilever Indonesia Tbk, mengatakan pihaknya turut mengurai permasalahan sampah mulai dari hulu ke hilir rantai bisnis melalui berbagai bentuk kolaborasi. Dengan semangat #MariBerbagiPeran Sayangi Bumi, pihaknya mengukuhkan kerja sama dengan Pemerintah dan sesama pihak produsen yaitu SBI di dalam fasilitas RDF Jeruk Legi – sebuah langkah sinergis untuk bersama-sama berbagi peranan dalam mengatasi masalah sampah kemasan plastik di bagian hilir pengolahan sampah.

Sejak November 2020, lanjut Nurdiana, pihaknya berkomitmen membantu pemerintah Cilacap untuk meningkatkan kapasitas sampah terolah menjadi RDF di fasilitas RDF Jeruk Legi dari semula sebanyak 120 ton/hari di tahun 2020 menjadi lebih dari 200 ton/hari dalam 5 tahun ke depan.

“Melalui kontribusi yang diwujudkan dalam pengadaan armada pengangkutan sampah, kami akan membantu meningkatkan kapasitas sampah terolah di fasilitas RDF Jeruk Legi dari yang semula hanya melayani Kota Cilacap di tahun 2020, ke kecamatan lain di kabupaten Cilacap meliputi Kroya, Sidareja dan Majenang,” ungkap Nurdiana di sela Online Konferensi Pers, Rabu (3/3).

Sementara itu, Direktur Manufaktur PT Solusi Bangun Indonesia, Tbk Ir Lilik Unggul Raharjo MBA mengatakan pihaknya memanfatkan bahan bakar alternatif dari sampah yang dihasilkan dari fasilitas pengolahan sampah atau RDF milik Pemerintah Kabupaten Cilacap sebagai langkah nyata, pihaknya membantu untuk menjaga lingkungan agar tetap berkelanjutan serta menciptakan ekonomi sirkular. Kerja sama SBI dengan Unilever Indonesia mencerminkan sinergi yang saling melengkapi. Unilever Indonesia berperan membantu pemerintah Cilacap dalam pengumpulan dan pengangkutan sampah terolah paska konsumsi sebagai bahan baku RDF.

“Sementara kami berperan dalam memproses sampah tersebut guna menghasilkan RDF berkualitas yang kemudian diserap oleh sejumlah pabrik kami sebagai sumber energi ramah lingkungan,” jelasnya

Awaluddin Muuri, AP., MM, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap mengatakan teknologi RDF diibaratkan seperti sebuah mobil yang bisa menambah kecepatan. Saat ini, stok sampah di fasilitas RDF Jeruk Legi bisa dikatakan belum maksimal. “Dengan adanya kerja sama antara pihaknya, Unilever Indonesia dan SBI, pengumpulan sampah akan menjadi lebih masif sehingga kapasitas mesin RDF juga nantinya akan dapat lebih ditingkatkan,” tutupnya.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN