Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Festival Film Europe on Screen (EoS) 2020. ( Foto: Instagram EoS )

Festival Film Europe on Screen (EoS) 2020. ( Foto: Instagram EoS )

Festival Film Europe on Screen 2020 Hadir Secara Daring

Kamis, 5 November 2020 | 11:14 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Europe on Screen (EoS) kembali hadir untuk ke-20 kalinya di Indonesia mulai 16-30 November 2020, dan akan diadakan secara daring melalui situs Festival Scope. EoS adalah festival film asing besar pertama di Indonesia yang diselenggarakan secara daring (online) dan bakal menjangkau ke seluruh nusantara.

Festival ini menghadirkan serangkaian film Eropa kontemporer terbaik, dengan 40 film panjang dari 25 negara Eropa dan 1 kompilasi film pendek pemenang kompetisi “Short Film Pitching Project EoS 2019” yang dapat diakses dari rumah penonton.

“Festival Film Europe on Screen tahun ini istimewa. Untuk pertama kalinya dalam sejarah 20 tahun festival, seluruh pemutaran film diselenggarakan secara virtual dalam platform online untuk menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Tentunya, kita akan merindukan layar perak dan hiruk pikuk kerumunan memasuki ruang sinema. Tetapi, kami akan mengkompensasi dengan menyajikan pilihan film terbaik dan terbaru Eropa, dan dengan jangkauan geografis yang lebih luas, yaitu ke seluruh 34 provinsi, dari Sabang di Aceh hingga Merauke di Papua,” ujar Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket, dalam siaran pers.

Sementara itu Festival Co-director EoS Nauval Yazid menambahkan, walaupun dilakukan secara daring, penonton tetap dapat menonton secara bersamaan. “Bedanya kini kita harus janjian dulu untuk menonton film yang sama, tapi dari rumah masing-masing. Bentuk festival yang daring juga membuka kesempatan bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk dapat menonton di Europe on Screen, dimana pun dan kapan pun,” katanya.

Festival Scope adalah situs khusus untuk mengadakan festival film secara daring yang sudah digunakan beberapa festival film internasional dunia, seperti Venice, Helsinki, dan lain-lain. Untuk mendapatkan tiket menonton, penonton diharuskan untuk membuat akun di situs Festival Scope serta memiliki browser dan sistem operasi gawai terkini. Tiket gratis akan tersedia di hari pemutaran dengan jumlah terbatas untuk setiap filmnya.

Ada pun Swoon, film panjang asal Swedia pada 2019 yang disutradarai oleh Måns Mårlind dan Björn Stein, akan menjadi film pembuka festival tahun ini. Film pemenang penata musik dan penata kostum terbaik dalam ajang “Guldbagge Awards 2020” ini terinspirasi oleh sejarah taman rekreasi Grona Lund di Stockholm, Swedia.

Sedangkan festival akan ditutup dengan How About Adolf?, film komedi 2018 dari Jerman arahan Sönke Wortmann yang mendapatkan nominasi film terbaik dalam ajang “Film Festival Cologne 2018”.

Sebagai upaya mendukung industri film di Indonesia tetap berlanjut, EoS mengadakan program Short Film Pitching Project (SFPP). Di EoS SFPP 2020, para pembuat film dapat mendaftarkan ide cerita film pendek mereka dan berkesempatan memenangkan dana produksi parsial dari Europe on Screen.

"Keberagaman narasi serta inovasi teknis perfilman pendek Indonesia secara konsisten terus meningkat setiap tahunnya, baik dalam ajang SFPP dan juga industri film internasional. Hal ini dibuktikan dengan adanya 170 ide cerita yang kami terima. Kami sudah memilih 9 finalis dan mereka akan mempresentasikan idenya di depan para juri secara daring untuk dipilih 3 pemenang,” demikian penjelasan Festival Co-director EoS Meninaputri Wismurti.

Meninaputri menambahkan, bahwa kesembilan finalis tersebut terdiri atas Kaum - Bayu Topan – Banyuwangi; Two Suicide Bombers and A Godot (Bom Bunuh Diri dan Godot) - Carya Maharja & Radisti Ayu Praptiwi – Jakarta; Setengah Lima - Jatmiko Wicaksono & Abiyoso – Tanjung; Kacamata (Glasses) - Guns Gunawan & Mariah Kibtia – Jakarta; Seseorang Yang menutupi Layar - Nashiru Setiawan – Malang; The Great Eclipse of The Heart - Fadel R & Yanuar Priambodo – Jakarta; Kepada Istriku (Marta, I’m Home) - Patrick Warmanda & Robert Darmawan – Jakarta; Can I Get Some Those Packages? - Gemilang Cahaya Adibrata & Shahabi Sakri – Jakarta; dan Bicycle With Thief - Abel Fattim Diawara & Jeremy Randolph – Tangerang.

Sedangkan ketiga juri SFPP untuk tahun ini adalah Lucky Kuswandi; seorang sutradara yang film pendeknya berhasil mendapatkan nominasi di “Cannes Film Festival 2015”; Tumpal Tampubolon, peraih Piala Citra tahun 2014 untuk skenario film orisinil terbaik; dan Yulia Evina Bhara, seorang produser yang film pendeknya dinominasikan dalam gelaran “Venice International Film Festival 2016”.

Proses penjurian SFPP dapat disaksikan oleh publik mulai 23-24 November 2020 secara daring. Selain itu, untuk menyambut gelaran festival, EOS menghadirkan webinar serta lokakarya bersama para praktisi perfilman Eropa melalui rangkaian acara pra-festival sejak 9 - 13 November 2020 yang akan digelar secara daring yaitu: lokakarya intensif menulis skenario film bersama Domenico La Porta pada 9-12 November; dan sesi webinar “Membuat Festival Film di Masa Pandemi” bersama Festival Scope pada 13 November.

Terdapat juga sembilan sesi webinar yang akan berlangsung selama festival dalam program “Film Talks” di mana publik dapat bertanya langsung dengan para praktisi perfilman Eropa antara lain, perwakilan dari Institut national de l'audiovisuel mengenai restorasi film, para sutradara film pembuka dan penutup EOS, serta para pemenang ajang kompetisi SFPP 2019.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN