Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Gaya Hidup Sibuk Tingkatkan Risiko Diabetes

Kamis, 23 Oktober 2014 | 11:50 WIB
Alex Dungkal dan Emral Ferdiansyah

JAKARTA - Anda sibuk bekerja? Sebaiknya mulai saat ini gunakan waktu luang Anda untuk sedikit berolahraga dan mengonsumsi makanan yang sehat. Pasalnya, gaya hidup sibuk terlalu banyak bekerja hingga kelelahan yang sering dilakukan masyarakat Jakarta, bisa meningkatkan risiko diabetes.

"Saat ini banyak orang terlalu banyak kerja, terlalu stres dan kelelahan pada masyarakat, sehingga kesehatan menurun karena asal konsumsi makanan," kata pakar kesehatan dan mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr Muhammad Kartono di Jakarta, Kamis, seperti dilansir Antara.

Pernyataan ini diperkuat data dari perusahaan asuransi mengenai dampak aktifitas dan kesehatan yang dikeluarkan oleh Eddy Belmans, Presiden Direktur PT Sun Life Financial Indonesia.

Tiga masalah kesehatan utama yang sering dialami adalah diabetes sebanyak 26%, obesitas 23% dan jantung 21%.

Masyarakat Indonesia dari survei Jakarta, tercatat memiliki diabetes yang tinggi, menempatkan penyakit ini pada gangguan kesehatan kedua yang mematikan. "Umumnya kesibukan ini ada pada usia 25-55, sehingga perlu mewaspadai gangguan kesehatan pada usia ini," ujar Muhammad Kartono.

Selain itu, Indonesia juga merupakan perokok terberat di Asia, 21% mereka merokok lebih dari satu kali sehari. Akibatnya, masalah pernapasan sering muncul dan menjadikan kualitas udara yang buruk.

Penelitian ini dilakukan di daerah Jakarta, Bekasi, Bandung, Surabaya dan Medan, mengenai gangguan kesehatan. (*/gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN