Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peluncuran Rencanamu, Platform persiapan karier, di Jakarta, Rabu (30/10). Rencanamu juga bekerjasama dengan  Rajawali Foundation bekerja sama dalam upaya menyukseskan Proyek Penguatan Koordinasi untuk Pembangunan Ketenagakerjaan Inklusif di Indonesia (SINERGI) fase 2.

Peluncuran Rencanamu, Platform persiapan karier, di Jakarta, Rabu (30/10). Rencanamu juga bekerjasama dengan Rajawali Foundation bekerja sama dalam upaya menyukseskan Proyek Penguatan Koordinasi untuk Pembangunan Ketenagakerjaan Inklusif di Indonesia (SINERGI) fase 2.

Ini Masalah yang Dihadapi Gen Z Saat Masuk Dunia Kerja

Indah Handayani, Rabu, 30 Oktober 2019 | 14:03 WIB

JAKARTA, investor.id - Indonesia adalah salah satu negara dengan profil demografis termuda di dunia dengan lebih dari 138 juta (53.5%) penduduk di Indonesia yang berusia di bawah 30 tahun (BPS, 2016). Dalam 5 -8 tahun ke depan, angkatan kerja baru Indonesia akan didominasi oleh Generasi Z. Oleh sebab itu, dibutuhkan generasi muda yang produktif dan berperan untuk mendorong transformasi bangsa Indonesia menuju ke generasi emas pada 2045.

Rizky Muhammad, Founder & CEO Rencanamu, mengungkapkan berdasarkan riset yang dilakukan Rencanamu selama tiga tahun terakhir yang mendalami profil data lebih dari 1.6 juta siswa dan mahasiswa pengguna serta riset terhadap industri, ditemukan fakta-fakta mengenai kondisi talenta dan ketimpangan antara pasokan dan permintaan atau supply and demand, dengan fakta-fakta di antaranya sebanyak 92% siswa SMA/SMK sederajat bingung dan tidak tau akan menjadi apa ke depannya.

"Tidak hanya itu, sebanyak 80% siswa SMK mengambil jurusan dan bidang yang tidak sesuai dengan keinginannya. Serta, ada 45% mahasiswa merasa salah mengambil jurusan," ungkapnya di Jakarta, Rabu (30/10).

Selain itu, lanjut dia, fakta tersebut juga mengungkap bahwa siswa kurang mendapat bimbingan secara menyeluruh terkait perencanaan kuliah dan karier.

Ketidak sesuaian antara supply dan demand, yaitu bidang-bidang yang diambil oleh siswa dan apa yang dibutuhkan industri saat ini. Bahkan, Lulusan baru dirasa tidak mempunyai skill dan kompetensi sesuai seperti yang dibutuhkan saat ini. Krisis talenta dan skill gap menjadi masalah utama, mengancam perekonomian dan perkembangan bangsa Indonesia kedepannya. Meningkatnya pengangguran terselubung (underemployment) dan tingginya pengangguran (unemployment) di kalangan anak muda.

“Melihat permasalahan tersebut, dibutuhkan program intervensi dini bagi siswa yang menyeluruh dan berkesinambungan," jelas Rizky.

Oleh karena itu, lanjut Rizky, pihaknya menghadirkan Rencanamu sebuah platform persiapan karier, pengembangan talenta dan rekrutmen yang dipersonalisasi berbasis data untuk membantu siswa meningkatkan kebekerjaan (Employability) dan menghubungkan mereka dengan beragam peluang ekonomi seperti magang, pekerjaan dan beasiswa.

"Platform ini memberikan program persiapan karier dan pengembangan talenta yang terstruktur, menyeluruh, terintegrasi dan berkesinambungan. Platform Rencanamu dapat diakses secara digital oleh seluruh siswa dan mahasiswa, kapanpun dan dimanapun,” tambahnya Rizky.

Di saat yang sama, Rencanamu saat ini tengah menjalin kerja sama dengan Rajawali Foundation dalam upaya menyukseskan Proyek Penguatan Koordinasi untuk Pembangunan Ketenagakerjaan Inklusif di Indonesia (SINERGI) fase 2 di Jawa Tengah Juli 2019-September 2020.

Direktur Eksekutif Rajawali Foundation, Agung Binantoro mengungkapkan, tujuan SINERGI adalah membantu pemuda kurang mampu dan rentan, termasuk perempuan dan pemuda penyandang disabilitas agar siap memasuki dunia kerja dan memperoleh keterampilan yang mereka butuhkan untuk mendapatkan pekerjaan baru atau lebih baik, khususnya di Jateng. Melalui platform Rencanamu, dapat dilaksanakan proses registrasi, serta asesmen perilaku dan kepribadian terkait pekerjaan tertentu dari 16.000 pemuda kurang mampu dan rentan yang menjadi target Proyek SINERGI.

“Oleh karena itu, kami menggandeng Rencanamu ke dalam proyek SINERGI, khususnya dalam menyediakan platform daring,” ujar Agung.

Selanjutnya, dari 4.000 pemuda kurang mampu dan rentan yang dinilai, akan diseleksi kembali dan yang lolos nantinya dapat mengikuti program kesiapan kerja, pelatihan, dan pemagangan dengan perusahaan yang sesuai dengan hasil penilaian.

“Kami mengharapkan 2.000 pemuda akan lulus dari proyek ini dan memperoleh pekerjaan baru atau lebih baik,” imbuh Agung.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA