Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi buah import

Ilustrasi buah import

Ini Penjelasan Dokter Soal Aman Tidaknya Konsumsi Buah Import Tiongkok Terkait Virus Corona

Mardiana Makmun, Senin, 27 Januari 2020 | 15:02 WIB

JAKARTA, Investor.id – Wabah virus novel corona (novel Coronavirus/nCoV) yang awalnya menyerang warga Wuhan, Tiongkok, dan mulai menyebar ke sejumlah negara di Asia, membuat masyarakat Indonesia khawatir. Selain khawatir tertular karena kontak langsung dengan penderita melalui droplet (percikan ludah) melalui bersin atau batuk, masyarakat juga khawatir tertular melalui virus yang menempel pada buah-buahan import asal Tiongkok.

Sebagaimana kita ketahui, sejumlah buah-buahan import asal Tiongkok, digemari masyarakat Indonesia. Mulai dari jeruk mandarin, pir, apel, anggur, hingga buah lemon. Sebagian masyarakat khawatir tertular virus corona bila mengonsumsi buah import asal Tiongkok tersebut. Perlukah berhenti mengonsumsi buah tersebut?

dr.Ari Fahrial Syam, akademisi dan praktisi klinis menegaskan, masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir mengonsumsi buah-buahan yang diimport dari Tiongkok terkait virus corona.

“Virus corona dapat ditularkan dari manusia ke manusia, bila droplet atau percikan ludah penderita yang batuk atau bersin, langsung terhirup, termakan, atau terkena retina mata orang di dekatnya. Di dalam dropet tersebut terdapat banyak sekali virus. Karena itu, hindari kontak langsung dengan droplet penderita,” tegas dr.Ari kepada Investor Daily, Senin (27/1/2020).

Secara umum, lanjut dr.Ari, ketika berada di udara terbuka, virus akan mati dalam 10-15 menit. “Jadi, kalaupun ada penderita memuncratkan droplet saat bersin atau batuk dan lalu terkena buah-buahan atau benda yang diimport ke Indonesia, hanya dalam 10-15 menit saja virus tersebut akan mati. Jadi tidak perlu khawatir tertular karena makan buah yang diimport dari sana,” tegas dr.Ari.

Yang perlu dikhawatirkan, lanjut dr.Ari, adalah tempat-tempat umum seperti kereta, MRT, bis, atau yang banyak kerumunan manusia. “Pastikan kita tidak terkena droplet penderita penyakit menular, tidak hanya virus corona, tetapi juga bisa bakteri tuberkulosis (TB),” tegasnya sekali lagi.

Untuk mencegahnya, dr.Ari berpesan, masyarakat harus memakai masker di tempat ramai, sering mencuci tangan, dan pastikan sebelum mengusap hidung, atau mengucek mata, cuci tangan lebih dulu. “Siapa tahu kita habis pegang handle pintu dan di handle pintu itu baru saja ada penderita yang bersin, kalau belum sampai 5 menit, virus masih hidup dan kita bisa tertular,” pesan dr.Ari.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA