Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
RS Siloam. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

RS Siloam. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Jaga Kesehatan Jiwa dalam Menghadapi Pandemi Covid-19

Sabtu, 5 September 2020 | 05:42 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pandemi Covid-19 telah berlangsung sejak Maret 2020 sampai saat ini. Hal ini telah membuat perubahan dalam semua aspek kehidupan. Tidak semua individu siap dan dapat beradaptasi dengan situasi ini. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi mental atau pun kejiwaan seseorang.

Untuk itu, menjaga kesehatan jiwa juga sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik di masa pandemi ini.

Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Siloam Hospitals Palangkaraya dr Etty Christina Baboe SpKJ mengatakan secara tidak langsung pandemi Covid-19 juga berdampak pada kesehatan mental. Hal itu ditandai dengan gejala psikiatrik berupa cemas akan sesuatu yang buruk akan terjadi, kuatir berlebih, mudah marah, dan sulit rileks.

Ada pula yang merasa sedih sehingga mengalami gangguan tidur, kurang percaya diri, mudah lelah, dan kurang minat. Hingga timbul perasaan takut.

Bahayanya, efek stress ini juga akan mempengaruhi tubuh. Mulai dari otak dan sistem saraf berupa nyeri kepala dan tidak bertenaga, kardiovaskuler dengan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, pencernaan mengalami mual, nyeri perut, dan gangguan nafsu makan.

“Bisa juga akan mempengaruhi pankreas sehingga peningkatan risiko diabetes hingga organ produksi dapat berupa gangguan siklus menstruasi,” ungkap dr Etty di sela Health Talk Siloam Hospitals Palangkaraya bertajuk 'Pendekatan Kesehatan jiwa Bagi Masyarakat Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19', Jumat (4/9).

Untuk itu, dr Etty memaparkan menjaga kesehatan jiwa tak kalah pentingnya dengan kesehatan fisik selama masa pandemi ini. Caranya adalah dengan jaga gizi seimbang, makan dan minum yangs ehat dan teratur. Istirahat dan tidur yang cukup. Tetaplah sibuk dengan menjalankan hobi dan minat.

Jika diperlukan buat daftar kegiatan yang membuat suasana hati menjadi senang dan nyaman. Lakukan me time, dan jangan ragu-ragu untuk menyampaikan perasaan kepada orang yang dipercayai. Tidak hanya itu, lakukan kegiatan dan kebiasaan baik selama di rumah. Misalnya lakukan kegiatan harian secara teratur, olahraga ringan dan gerak tubuh seperti senam ringan.

“Bisa juga menonton film kesukaan. Serta, selalu terhubung dengan teman atau sebaya secara daring. Tak lupa beribadah dan berdoa,” paparnya.

Kondisi pandemi ini, dr Etty mengatakan juga mempengaruhi kejiwaan anak-anak. Untuk itu, bantu anak-anak menemukan cara positif untuk mengekspresikan perasaan seperti ketakutan dan kesedihan. Tetap lakukan rutinitas yang sudah biasa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari sebanyak mungkin atau ciptakan rutinitas baru. Hindari memisahkan anak-anak dari pengasuhnya sedapat mungkin.

“Bisa juga mengajak anak mendiskusikan Covid-19 secara jujur dan disesuaikan dengan usianya,” jelas dia.

Sedangkan bagi lanjut usia atau lansia, lanjut dr Etty, terutama yang diisolasi dan mereka dengan penurunan kognitif atau demensia dapat menjadi lebih cemas, marah, stress, gelisah, dan menarik diri selama wabah atau saat di karantina.

Dengan memberikan dukungan praktis dan emosional melalui jejaring informasi seperti keluarga dan profesional kesehatan. Bagikan fakta sederhana dengan bahasa yang mudah dipahami tentang apa yang sedang terjadi dan berikan informasi yang jelas tentang cara mengurangi risiko infeksi.

“Bantulah atau berikan akses ke pusat layanan kesehatan terutama pada lansia dengan komorbid penyakit fisik,” paparnya.

Dr Etty menambahkan tak kalah penting adalah kesehatan jiwa bagi orang dalam isolasi, karantina atau perawatan.

Hal ini bisa dilakukan dengan tetap terhubung dan pertahankan jejaring sosial Perhatikan kebutuhan dan perasaan sendiri. Carilah informasi terkini dan panduan praktis dari profesional kesehatan dan situs web WHO pada waktu-waktu tertentu dalam sehari dan hindari mendengarkan atau mengikuti rumor yang malah akan membuat merasa tidak nyaman.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN