Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Siloam Hospital Kebun Jeruk (SHKJ). Foto: twitter

Siloam Hospital Kebun Jeruk (SHKJ). Foto: twitter

Jangan Sepelekan Cedera Kaki

Kamis, 28 November 2019 | 22:06 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Kaki merupakan bagian tubuh yang lebih sering terluka dibandingkan lengan. Sayangnya, cedera kaki kerap disepelekan penangannya. Bahkan banyak yang lebih memilih untuk ke tukang urut. Padahal, hal itu berpotens membut cedera makin memburuk.

Dokter spesialis bedah ortopedi Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dr Langga Sintong SpOT menjelaskan cedera pada kaki beraneka ragam, mulai dari otot yang tertarik atau keseleo, dislokasi (tulang yang keluar dari sendinya), hingga patah tulang baik tertutup maupun terbuka.

Tidak jarang seseorang memilih untuk ke tukang urut atau tukang patah tulang ketimbang pergi ke dokter ortopedi ketika mengalami berbagai cedera terutama dislokasi maupun patah tulang.

"Padahal, penundaan atau treatment yang salah justru dapat menyebabkan lebih parahnya suatu kondisi," ungkapnya di sela media gathering Siloam Hospotals Kebon Jeruk di Jakarta, Kamis (28/11).

Cedera kaki. Foto ilustrasi: IST
Cedera kaki. Foto ilustrasi: IST

Dr Langga menambahkan cedera pada kaki baik pada pergelangan kaki, kaki, maupun telapak kaki dapat berdampak besar dan menghambat produktivitas seseorang karena kaki merupakan tumpuan beban tubuh seseorang. Cedera pergelangan kaki terkadang bisa menyebabkan robeknya ligamen (pengikat tulang) sehingga dapat menyebabkan nyeri yang berkepanjangan di kemudian hari. Pada kasus fraktur, luka yang dibiarkan terlalu lama dapat juga menyebabkan infeksi dan jika parah bisa berakibat amputasi.

Lebih lanjut dr. Langga memaparkan penanganan yang tidak tepat dapat memperburuk keadaan. Faktanya, tidak semua cedera harus diselesaikan dengan cara operasi. Kebanyakan orang takut akan pembedahan dan beranggapan solusi atas kondisi yang terjadi pasti melalui pembedahan jika datang ke dokter ortopedi atau bahkan amputasi, padahal belum tentu. "Jika memang harus menjalani pembedahan, maka hal tersebut adalah solusi terbaik," paparnya.

Dokter yang tergabung dalam tim Sports, Shoulder, & Spine Clinic Siloam Hospitals Kebon Jeruk ini menekuni bidang ortopedi khususnya foot & ankle.

Ia menambahkan selama ini banyak kasus cedera otot dan patah tulang yang underdiagnosed atau tidak diketahui penyakitnya karena dokter yang mendalami minat ilmu foot dan ankle masih sangat sedikit di Indonesia.

"Bahkan persatuan dokter befah khusus foot and ankle ini baru berdiri tiga tahun. Hal ini berbeda dengan di luar begeri yang sudah lama berdiri," ujarnya.

Sementara itu, dr Henry Suhendra SpOT dari Sport, Shoulder, and Spine Clinic Siloam Hospital Kebun Jeruk mengatakan Memahami kompleksnya cedera pada tulang, Sports, Shoulder, & Spine Clinic terus hadir dengan berbagai dokter spesialis dan konsultan di bidang 

sports (olahraga), shoulder (bahu), spine (tulang belakang), dan foot & ankle. Diharapkan dengan memperdalam ilmu di bidang masing- masing dengan spesifik,tim Sports, Shoulder, & Spine Clinic dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal bagi berbagai macam permasalahan tulang dan sendi khususnya yang berhubungan dengan cedera olahraga, kaki, pergelangan kaki, bahu, dan tulang belakang.

"Hal ini seiring dengan banyaknya masyarakat Indonesia yang memilih berobat berbagai masalah tulang, sport, shoulder dan foot and ankle ke luar negeri. Padahal di dalam negeri sudah ada dokter spesialis yang mampu menangani keluhan tersebut," tutupnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN