Menu
Sign in
@ Contact
Search
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka working session II Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11/2022). (Sumber: Youtube/Sekretariat Presiden)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka working session II Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11/2022). (Sumber: Youtube/Sekretariat Presiden)

Jokowi: Negara Berkembang Harus Jadi Bagian Rantai Pasok Kesehatan Global

Selasa, 15 Nov 2022 | 15:44 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

NUSA DUA, investor.id Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, negara berkembang harus menjadi bagian dari rantai pasok kesehatan global termasuk pusat manufaktur dan riset. Itu diperlukan untuk mewujudkan kesetaraan fasilitas kesehatan antara negara maju dan berkembang.

Dalam hal ini, lanjut Presiden, baik negara maju maupun berkembang, harus memiliki fasilitas kesehatan dengan kesetaraan yang memadai. Hal tersebut sangat penting untuk mengantisipasi terjadinya pandemi di masa mendatang.

“Negara berkembang perlu kemitraan yang memberdayakan. Negara berkembang harus menjadi bagian rantai pasok kesehatan global termasuk pusat manufaktur dan riset,” ucap Jokowi saat membuka working session II Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11/2022).

Upaya mengurangi kesenjangan dapat dilakukan dengan sejumlah langkah seperti peningkatan investasi industri kesehatan, memperkuat kerjasama riset dan transfer teknologi, serta perluasan akses bahan baku produksi untuk negara berkembang.

Advertisement

Pada saat yang sama, lanjut Jokowi, Trips Waiver harus diperluas terhadap semua solusi kesehatan termasuk diagnostik dan terapeutik. “WHO (World Health Organization) juga harus merealisasikan komitmennya terkait hub dan spoke solusi kesehatan,” ucap Jokowi.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Mnekeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun 2020 menyadarkan seluruh negara di dunia untuk menyiapkan langkah antisipasi. Meskipun saat ini pandemi Covid-19 telah mereda namun Indonesia dan negara anggota G20 lainnya tetap menyiapkan langkah mitigasi menghadapi pandemi khususnya dari sisi pendanaan.

Saat ini, kata Menkeu, banyak negara sudah bergerak menuju kehidupan normal baru dengan Covid-19, namun jutaan kasus baru serta ribuan kematian masih dilaporkan setiap minggu. Selain itu, penyebaran cacar monyet lintas batas menunjukan bahwa dunia bisa saja akan mengalami pandemi melalui jenis penyakit lain.

“Oleh karena itu, pentingnya dan urgensi pekerjaan kami untuk lebih siap menghadapi pandemi di masa depan, tetap relevan seperti sebelumnya,” ucap Sri Mulyani.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com