Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Virus Covid-19

Virus Covid-19

Jurus Ampuh Atasi Varian Omicron

Kamis, 2 Desember 2021 | 15:05 WIB
Markus Junianto Sihaloho

JAKARTA, investor.id - Jurus ampuh untuk mengatasi berbagai varian virus Covid-19, termasuk yang hangat dibicarakan saat terakhir ini, varian Omicron, adalah pelaksanaan serta pengawasan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dalam berbagai aktivitas kemasyarakatan.

Hal itu diungkap Anggota Komisi Kesehatan DPR dari Fraksi PDI Perjuangan M Nabil Haroen, Kamis (2/12).

"Bagaimana menghadapi Omicron ini, saya kira yang pertama adalah pemerintah dan kita semua perlu memperketat protokol kesehatan. Karena itu menjadi jurus yang paling ampuh, saya kira," kata Gus Nabil, sapaan akrabnya.

Sementara untuk vaksin, dia menambahkan, itu menjadi jurus ampuh berikutnya.

"Kalau vaksin, menurut saya, adalah jurus ampuh yang kedua. Jurus ampuh yang paling pertama adalah protokol kesehatan,' tegas dia.

Mengapa ini penting diingatkan? Gus Nabil mengaku kesimpulan itu diambil setelah mengecek kondisi masyarakat di berbagai kota dan pulau di Indonesia.

Karena angka penularan Covid-19 yang saat ini sudah melandai, banyak masyarakat yang memperlonggar penerapan prokes.

"Selama hampir dua tahun ini, hidup kita dengan masker terus, luar biasa juga merasakan kesumpekan yang sama. Namun ketika protokol kesehatan ini betul-betul bisa kita jaga secara maksimal, saya yakin ini akan menjadi jurus yang yang sangat ampuh," ungkap dia.

Di sisi lain, dia mendorong aparat pemerintah untuk memperkuat pengawasan, khususnya di wilayah perbatasannya. Perhatian khusus diberikan terhadap wilayah yang sedang naik angka penularannya.

"Misalnya, ada satu daerah atau satu wilayah yang muncul atau naik angka positif yang cukup signifikan. Lalu bagaimana kita juga belum bisa menutup pintu masuk-pintu masuk dari luar negeri. Tidak hanya Afrika Selatan, namun bagaimana kita bisa sedikit berpuasa terlebih dahulu untuk tidak masuk dan keluar negeri menerima WNA maupun WNI yang keluar dari luar negeri," urai dia.

Langkah berikutnya, menurut Gus Nabil, adalah memperkuat screening. Stok antigen yang masih banyak harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk melakukan screening ini, sehingga menghindari adanya kemunculan atau kenaikan angka positif.

"Saya berharap betul-betul supaya Omicron ini tidak ada di Indonesia," pungkas dia.

 

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN