Menu
Sign in
@ Contact
Search
Corporate Sustainability Manager PT Kalbe Farma Tbk, Abi Nisaka sedang memberikan penjelasan di tengah pelatihan kader dalam rangka percepatan penurunan stunting pada ibu hamil di Kresek, Tangerang, Selasa 30 Agustus 2022. (Dokumentasi Adrie)

Corporate Sustainability Manager PT Kalbe Farma Tbk, Abi Nisaka sedang memberikan penjelasan di tengah pelatihan kader dalam rangka percepatan penurunan stunting pada ibu hamil di Kresek, Tangerang, Selasa 30 Agustus 2022. (Dokumentasi Adrie)

Kalbe Bantu Percepatan Penurunan Stunting di Pelosok Tangerang

Selasa, 30 Agustus 2022 | 15:55 WIB
Mardiana Makmun (mardiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melakukan upaya percepatan penurunan stunting di daerah Kresek, Tangerang. Program yang bekerja sama dengan Universitas Yarsi ini akan memantau status gizi 60 ibu hamil agar melahirkan bayi sehat terhindar dari stunting.

“Isu stunting menjadi fokus Kalbe, dengan inisiatif keberlanjutan. Laporan keberlanjutan terkait stunting sudah dilakukan sejak 2019 di Nusa Tenggara Timur. Juga dilakukan di Sleman dan Madiun pada 2021 dengan menggandeng BKKBN dan KlikDokter dalam edukasi digital,” kata Corporate Sustainability Manager PT Kalbe Farma Tbk, Abi Nisaka dalam Instagram Live @ptkalbefarmatbk, Selasa 30 Agustus 2022.

Kalbe tetap berkomitmen untuk berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan bangsa menjadi lebih baik. Strategi keberlanjutan Kalbe yang bertajuk Bersama Sehatkan Bangsa menunjukkan komitmen perusahaan dalam melakukan komunikasi terkait keberlanjutan dan menjawab kebutuhan pemangku kepentingan. Inisiatif-inisiatif keberlanjutan yang dilakukan oleh Kalbe Grup termuat dalam akun Instagram Kalbe Sustainability @kalbe_bsb.

“Pada tahun ini, 2022, Kalbe kembali menggandeng Universitas Yarsi untuk bekerja sama melawan stunting di Kresek, Tangerang. Kerja sama dalam bentuk edukasi kesehatan, dukungan produk nutrisi untuk perbaikan gizi dan pengurangan prevalensi stunting, juga penelitian dalam pengukuran perbaikan gizi terhadap sasaran yang sudah diterapkan,” ungkap Abi.

Program tersebut juga menjadi bentuk CSR (Corporate Social Responsibility) dalam pilar Access to Healthcare PT Kalbe Farma. Abi mengungkapkan, kerja sama dengan Universitas Yarsi akan berlangsung selama dua tahun ke depan, dan kick off diadakan sejak 15 Juli 2022.

"Kalbe menargetkan program komprehensif ini yang tidak hanya memberikan dukungan produk, namun juga penelitian untuk membandingkan kondisi saat ini dan kondisi di akhir program, mengenai tolak ukur perbaikan gizi,” jelas Abi.

Sasaran kerja sama stunting dengan Universitas Yarsi membidik suatu daerah di Kresek, Tangerang. Daerah ini sesuai dengan program yang didukung Universitas Yarsi. Juga karena lokasi yang relatif dekat dengan Jakarta, lebih mudah untuk koordinasi. Selain itu, sudah ada kesiapan infrastuktur, yakni Puskesmas yang bekerja sama hingga kader penyuluhan.

“Juga sudah siap fasilitas edukasi, pengukuran parameter gizi, serta penyaluran produk susu untuk ibu hamil termasuk jalur distribusi dan penyimpanan di sana. Program ini untuk awalnya dilakukan selama enam bulan terhadap 60 ibu hamil. Seiring berjalannya program, tentu ada evaluasinya untuk dilihat perkembangannya,” kata Abi.

“Bersama Universitas Yarsi, kami coba untuk melihat apa dampaknya, dari awal sampai setelah enam bulan. Kalau di-review dan makin baik, kita akan implementasikan di tempat lain. Kita mengharapkan, di akhir bisa melihat apakah status gizi ibu betul bisa menjadi baik. Juga begitu melahirkan, anak-anaknya dalam kondisi optimal, berat badannya pun ideal,” ujar dr Iwan.

Angka Stunting

Berdasarkan data survei status gizi balita Indonesia (SSGBI), angka stunting di Indonesia sebanyak 27,67% pada 2019. Pemerintah menargetkan prevalensi stunting di Indonesia berada di bawah 14% pada 2024.

Stunting adalah kondisi adanya ganguan tumbuh kembang pada anak yang ditandai pada tinggi badan usia lebih dari 2 tahun tidak sesuai dengan yang seharusnya, atau berada di bawah pita hijau pada kurva perbandingan tinggi badan dengan umur,” ujar Head of Kalbe Nutritionals Research Center PT Kalbe Farma Tbk, dr Iwan Surjadi Handoko.

Stunting terjadi karena adanya kekurangan nutrisi yang berulang atau berkepanjangan, sehingga disebut dengan sindrom atau kumpulan gejala, bukan penyakit,” tambah dia.

Penyebab utamanya, kata dr Iwan, malnutrisi pada bayi bisa terjadi sejak dalam masa kandungan. Dalam hal ini, sang ibu mengalami kekurangan gizi atau asupan nutrisi. Pola makan tidak baik mengakibatkan ibu sering sakit flu, batuk, diare, sehingga penyerapan ibu untuk janin kurang baik.

Editor : F Rio Winto (rio_winto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com