Menu
Sign in
@ Contact
Search
Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. Sumber: BSTV

Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. Sumber: BSTV

Kasus Covid-19 Melonjak, Apakah Dipicu Subvarian Omicron XBB?

Kamis, 10 Nov 2022 | 22:27 WIB
Maria Fatima Bona (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatatkan temuan sebanyak 48 kasus subvarian Omicron XBB di Indonesia  hingga  Kamis (10/11/2022). Sedangkan kasus Covid-19 nasional mengalami kenaikan dua kali lipat dalam enam pekan terakhri.

Merespons perkembangan kasus XBB ini, Koordinator  Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah  untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito mengatakan,   belum bisa dikatakan  subvarian Omicron XBB menjadi pemicu utama  adanya  tren peningkatan kasus Covid-19 di Tanah Air.

Baca juga: Kasus Covid-19 Naik Dua Kali Lipat Dalam 6 Minggu, Apa Pemicunya?

“Untuk itu,  jangan menunggu  penyebab pasti  penyebab kasusnya, namun  kita  perlu berfokus pada langkah-langkah  pencegahan yang bisa   dilakukan”, kata Wiku  pada konferensi pers daring terkait;  “Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia,” secara daring, Kamis (10/11//2022).

Advertisement

Wiku menuturkan  pemerintah terus melakukan serosurvey  whole genome sequencing (WGS) untuk mengidentifikasi kasus-kasus dengan varian baru di Indonesia. Namun, sembari menunggu  hasil pemeriksaan keluar, Wiku mengimbau kepada seluruh kepala daerah, khususnya  DKI Jakarta  menjadi yang tertinggi untuk kasus positif   yaitu 11.422 kasus positif  mingguan.  Kemudian,  Jawa Tengah menjadi  yang tertinggi untuk kematian, yaitu 63 kematian  mingguan serta Sumatera Selatan menjadi tertinggi untuk BOR mingguan, yaitu 22,83% untuk memantau perkembangan   kasus di daerah masing-masing.

Baca juga: Bertambah, Kemenkes Catat 48 Kasus Subvarian Omicron XBB di Indonesia

“Dengan kembali normalnya kegiatan sosial ekonomi  seperti pernikahan, kegiatan sosial,  festival musik maupun  pusat perbelanjaan, agar masyarakat memperhatikan protokol kesehatan dan vaksinasi Covid-19,” ucapnya. 

Dalam hal ini, untuk memperketat  kembali protokol kesehatan  (prokes)  di tempat umum dan kegiatan ekonomi yang sudah berjalan. Selain itu, masyarakat mengalami gejala Covid-19   ataupun yang berkontak erat dengan  pasien positif  Covid-19 untuk segera melakukan testing.

Wiku menerangkan bahwa varian XBB merupakan subvarian Omicron yang merupakan gabungan dari  BA10.1  dan BA.2.75.  Berdasarkan data global per 10 November 2022,  subvarian Omicron XBB sudah tersebar di 37 negara di dunia.  

Baca juga: Subvarian Omicron XBB Muncul, Vaksin Yang Beredar Masih Efektif

Singapura, India, dan Australia menjadi  negara  dengan subvarian Omicron XBB yang tertinggi.   Adapun gejala yang ditimbulkan subvrain  Omicron XBB mirip dengan gejala Covid-19 pada umumnya. “Mulai dari demam,  batuk, kelelahan, nyeri otot,  dan anosmia hingga diare,” ucapnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com