Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Untuk mengetahui kesiapan pariwisata Provinsi NTT, aplikasi belajar bahasa asing secara daring, Cakap, melakukan sebuah riset melalui program Dayamaya.

Untuk mengetahui kesiapan pariwisata Provinsi NTT, aplikasi belajar bahasa asing secara daring, Cakap, melakukan sebuah riset melalui program Dayamaya.

Kemampuan Berbahasa Inggris Siswa di NTT Masih Pemula

Indah Handayani, Selasa, 21 Januari 2020 | 15:42 WIB

JAKARTA, investor.id – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil mendapatkan penghargaan “Best Value to Visit in 2020” dalam kompetisi yang digelar Lonely Planet. Nusa Tenggara Timur (NTT) digambarkan sebagai rumah bagi pantai-pantai eksotis yang belum terjamah dengan salah satu pemandangan menyelam terbaik di Indonesia.

Destinasi seperti Kepulauan Alor, Pulau Komodo, Pulau Rinca dan wilayah lainnya akan ramai dikunjungi wisatawan asing pada 2020.

Sebagai destinasi wisata yang paling direkomendasikan di seluruh dunia, Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki banyak tugas untuk menyambut gelombang wisatawan pada tahun 2020. Salah satunya adalah kemampuan bahasa Inggris. Menurut UNWTO, kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi jumlah wisatawan dalam menciptakan pariwisata berkelanjutan.

Untuk mengetahui kesiapan pariwisata Provinsi NTT, aplikasi belajar bahasa asing secara daring, Cakap, melakukan sebuah riset melalui program Dayamaya. Dayamaya adalah inisiatif dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo untuk memfasilitasi startup, komunitas, kelompok masyarakat, dan UMKM digital dari seluruh Indonesia untuk membuat solusi tepat guna bagi masyarakat, khususnya yang berfokus di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

Sebagai destinasi wisata yang paling direkomendasikan di seluruh dunia, Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki banyak tugas untuk menyambut gelombang wisatawan pada tahun 2020.
Sebagai destinasi wisata yang paling direkomendasikan di seluruh dunia, Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki banyak tugas untuk menyambut gelombang wisatawan pada tahun 2020.

Cakap terpilih menjadi salah satu inisiator yang lolos dari 1022 pelamar dari 34 provinsi di Indonesia.

Hasil riset tersebut menyebutkan dari 250 peserta yang terlibat, mayoritas siswa di kabupaten Sabu Raijua, dan Sumba Timur masih tergolong ke dalam level Beginner atau dasar yang artinya siswa sudah memiliki basis pengetahuan dalam Bahasa Inggris namun masih lemah dalam mengembangkannya ke dalam sebuah kalimat ataupun percakapan.

Siswa yang tergolong ke dalam kategori High Intermediate masih tergolong sangat rendah dimana hanya 0,5% saja.

Danny Januar, Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi untuk Masyarakat dan Pemerintah, BAKTI Kominfo menyatakan dengan hadirnya internet, semua orang memiliki kesempatan yang sama dalam memajukan kesejahteraan dirinya, serta lingkungannya.

Visi BAKTI adalah memeratakan infrastruktur telekomunikasi dan mengembangkan ekosistem bagi masyarakat di daerah 3T agar dapat mengembangkan SDM untuk Indonesia menuju digital nation.

“Salah satunya melalui program Dayamaya,” ungkapnya dalam keterangan pers.

Sementara itu, CEO Cakap Tomy Yunus mengatakan dengan memanfaatkan akses internet yang telah disediakan BAKTI Kominfo di sekolah, Cakap telah menyelenggarakan digital assessment di kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur menggunakan standarisasi CEFR (The Common European Framework or Reference for Languages).

Kegiatan ini dilakukan secara daring melalui ruang belajar digital dalam sebuah kelas online yang diisi oleh guru bahasa Inggris asing (ESL Teacher). Kegiatan digital assessment ini juga bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan akses internet yang sudah disediakan oleh BAKTI melalui program Universal Service Obligation (USO).

Lebih lanjut Tomy mengatakan dengan semangat gotong royong bersama para stakeholder strategis, Cakap bersama BAKTI Kominfo melalui program Dayamaya ingin mendorong upaya kolaborasi lintas sektor bagi kesejahteraan masyarakat melalui sektor pendidikan.

“Kami harap hasil riset Cakap dapat meningkatkan kesadaran pemerintah daerah dan masyarakat tentang pentingnya meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris,” tutupnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA