Menu
Sign in
@ Contact
Search
MS Glow menggelar vaksinasi booster Covid-19 gratis. (ist)

MS Glow menggelar vaksinasi booster Covid-19 gratis. (ist)

Kemenkes Laporkan 4 Kasus Subvarian Omicron BA.2.75

Senin, 25 Juli 2022 | 09:00 WIB
Hendro D Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id –  Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan empat kasus Covid-19 subvarian Omicron BA.2.75 di Indonesia.

"Kasus BA.2.75 di Indonesia bertambah satu kasus atau satu orang yang berasal dari DKI Jakarta yang berhasil diidentifikasi berdasarkan pelacakan melalui whole genome sequencing (WGS) pada Jumat kemarin," kata Juru Bicara Kemenkes, dr Mohammad Syahril kepada Beritasatu.com, Senin (25/7/2022).

Baca juga: Puncak Kasus Covid-19 Diprediksi Capai 20.000, Kemenkes: Bisa Saja Tidak Terwujud

Dengan penambahan ini, kasus subvarian Omicron yang dijuluki "Centaurus" ini bertambah menjadi empat kasus. Ketiga kasus pasien Omicron BA.2.75 di DKI Jakarta merupakan kasus lokal, sementara satu di Bali adalah kasus impor. Hingga kini belum diketahui asal muasal penularan pertama BA.2.75.

Subvarian Omicron BA.2.75 Centaurus ini pertama kali diidentifikasi, Minggu (17/7/2022). Sebelumnya Menkes Budi Gunadi Sadikin menyampaikan ditemukan tiga kasus baru Covid-19 dari subvarian Omicron BA.2.75 di Indonesia. Dua kasus di Jakarta dan satu kasus di Bali.

Terkait tingkat kecepatan penularannya dibandingkan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 dan bedanya dengan varian sebelumnya, hal ini masih dalam investigasi, karena data sekuensing masih sedikit.

Memang karakteristik dari BA.2.75 sampai saat ini belum banyak diketahui. Hanya diduga immune escape-nya lebih menonjol. Tapi sepertinya tingkat penularan dan keparahannya hampir sama seperti subvarian lainnya dari Omicron.

"Untuk ciri-ciri mereka yang tertular BA.2.75 adalah pada dasarnya gejala awal semua Covid-19 hampir sama. Namun yang berbeda hanya level severitas. Melihat dari kasus Omicron dan Delta, serta capaian vaksin, kemungkinan varian ini lebih ringan," urai dr Syahril.

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Pejabat Pemerintah Dilarang Dinas ke Luar Negeri

Ketika ditanyakan, apakah Indonesia akan menghadapi ancaman gelombang berikutnya dengan varian baru ini, dr Syahril menjelaskan kemungkinan ada. Tetapi tidak akan setinggi dari varian Delta atau Omicron sebelumnya.

"Maka dari itu, masyarakat tetap harus menerapkan protokol kesehatan dimanapun berada dan vaksinasi hingga booster atau dosis ketiga, karena untuk tingkat kemanjurannya terhadap varian baru ini masih sangat efektif untuk mengurangi severitas," pungkasnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com