Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mutasi varian Covid-19. Foto: Ist

Mutasi varian Covid-19. Foto: Ist

Kemkes Temukan 14 Kasus Mutasi Covid-19 B1117 dan 12 Mutasi B1351 di Indonesia

Senin, 17 Mei 2021 | 19:09 WIB
Fatima Bona

JAKARTA, investor.id - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pihaknya menemukan ada 14 kasus mutasi Covid-19 untuk B1117 dan 12 kasus untuk B1351 di Indonesia.

B117 merupakan mutasi varian baru Covid-19 dari Inggris yang pertama kali ditemukan 14 Desember 2020, dan B1351 dari Afrika Selatan pada 18 Desember 2020.

Nadia menyebutkan, dua kasus mutasi yang diketahui terakhir adalah di Jawa Timur untuk jenis B1351 asal Afrika Selatan dan B1117 asal Inggris. Dua kasus ini merupakan imported case atau varian yang dibawa oleh pekerja migran Indonesia (PMI) dari Malaysia.

“Karena ini dari PMI dan hasil PCR (polymerase chain reaction) waktu akan karantina pos, saat ini sedang dilakukan isolasi dan kondisi gejalanya baik,” kata Nadia saat dikonfirmasi Beritasatu.com, Senin (17/5).

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kembali ditemukan mutasi virus Covid-19 asal Afrika Selatan dan Inggris di Jawa Timur (Jatim). Kedua mutasi ini dibawa oleh pekerja migran Indonesia (PMI) dari Malaysia.

“Minggu lalu, kita ketemu lagi dua mutasi baru dan dua-duanya terjadi di Jawa Timur. Mereka merupakan pekerja migran Indonesia dari Malaysia. Mereka membawa satu mutasi Afrika Selatan dan satu mutasi dari London,” kata Menkes  saat memberi keterangan pers Perkembangan Penanganan Covid-19 yang disiarkan langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden, di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (17/5).

Dia menyebutkan, penularan dari varian baru tersebut lebih tinggi. Oleh karena itu,  hal yang harus dilakukan oleh masyarakat adalah patuh dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Sedangkan kepada kepala daerah, Pangdam, dan Kapolda, Menkes mendorong untuk memastikan prokes pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro dijalankan sebaik-baiknya.

Hal serupa juga untuk testing dan tracing-nya. Pasalnya, World Health Organization (WHO) telah memberikan pendoman yang mengharuskan minimal 1/1.000 orang di setiap unit terkecil untuk ditesting per minggu.

“Jadi kalau seluruh Indonesia, 270 juta dibagi 1.270 ribu seminggu jadi per hari-nya harus sekitar 40.000an di testing. Itu yang berlaku juga di seluruh unit-unit terkecil  kabupaten/ kota maupun provinsi,” ungkap dia.

Menkes menyebutkan, perlu dipastikan tracing harus berjalan, karena yang ditesting menurut epidemiologi adalah orang yang berkontak erat atau terduga sudah terpapar Covid-19.

“Hal tersebut harus dipastikan, karena suka atau tidak suka mutasi virus baru itu sudah masuk ke Indonesia,” tegas dia.

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN