Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Combiphar melalui brand Insto bekerjasama dengan Jakarta Eye Center (JEC) menggelar edukasi mengenai kesehatan mata bertajuk Buka Mata Buka Insto. Inisiasi yang diselenggarakan di Grand Atrium, Kota Kasablanka mulai 11-15 September 2019 ini diharapkan dapat membantu masyarakat Indonesia untuk mengenali serta mengatasi gangguan mata kering.

Combiphar melalui brand Insto bekerjasama dengan Jakarta Eye Center (JEC) menggelar edukasi mengenai kesehatan mata bertajuk Buka Mata Buka Insto. Inisiasi yang diselenggarakan di Grand Atrium, Kota Kasablanka mulai 11-15 September 2019 ini diharapkan dapat membantu masyarakat Indonesia untuk mengenali serta mengatasi gangguan mata kering.

Kenali Gejala Mata Kering Akibat Gawai

Indah Handayani, Rabu, 11 September 2019 | 20:28 WIB

JAKARTA, investor.id - Sebuah data mencatat, prevalensi mata kering di dunia tercatat sekitar 20 -50%. Kondisi ini menunjukkan bahwa mata kering merupakan permasalahan kesehatan yang bertumbuh secara signifikan di seluruh dunia

Mata kering disebabkan oleh sejumtah faktor pendorong seperti degeneratif, ketidakstabilan hormon dan penggunaan obat obatan. Namun demikian, gaya hidup seperti kebiasaan menatap layar gawai dalam waktu yang lama juga dapat meningkatkan risiko mata kering.

Permasalahan mata kering menjadi dekat dengan masyarakat Indonesia karena rata -rata masyarakat Indonesia mengakses internet menggunakan perangkat elektroniknya selama 8 jam 36 menit per hari.

Dr Nina Asrini Noor SpM menjelaskan sebuah data dari Universitas Alabama, menyatakan bahwa masalah penglihatan yang tidak terkoreksi (salah satunya mata kering) dapat mengurangi produktivitas hingga 29%. Pada kondisi tertentu, permasalahan mata kering yang diabaikan dapat menurunkan kualitas pada hidup.

Dr Nina menambahkan mata kering merupakan kondisi hilangnya keseimbangan komponen air mata yang ditandai dengan berbagai gejala, mulai dari air mata menjadi tidak stabil, peningkatan kekentalan air mata, hingga kerusakan atau peradangan pada permukaan mata.

"Aktivitas dengan atensi visual atau fokus tinggi dalam durasi waktu lama, seperti menatap monitor atau gawai, dapat menjadi faktor penyebab mata lelah dan kering," ungkapnya di sela acara Buka Mata Buka Insto di Jakarta, Rabu (11/9).

Combiphar melalui brand Insto bekerjasama dengan Jakarta Eye Center (JEC) menggelar edukasi mengenai kesehatan mata bertajuk Buka Mata Buka Insto. Inisiasi yang diselenggarakan di Grand Atrium, Kota Kasablanka mulai 11-15 September 2019 ini diharapkan dapat membantu masyarakat Indonesia untuk mengenali serta mengatasi gangguan mata kering.
Combiphar melalui brand Insto bekerjasama dengan Jakarta Eye Center (JEC) menggelar edukasi mengenai kesehatan mata bertajuk Buka Mata Buka Insto. Inisiasi yang diselenggarakan di Grand Atrium, Kota Kasablanka mulai 11-15 September 2019 ini diharapkan dapat membantu masyarakat Indonesia untuk mengenali serta mengatasi gangguan mata kering.

Menurut dr Nina, hal itu terjadi karena pada saat sedang fokus, frekuensi berkedip berkurang, sehingga mata terasa seperti mengganjal, mudah merah berulang, berair, terasa kering, sensasi berpasir, ada kotoran mata, terasa lengket, rasa gatal yang memicu untuk mengucek mata.

"Membaca buku dan mengemudikan kendaraan juga termasuk kegiatan dengan atensi visual tinggi, yang juga dapat menimbulkan mata lelah atau kering," paparnya.

Sementara itu, figur publik yang dikenal sebagai penulis, pemain film serta content creator, Raditya Dika bercerita pengalaman permasalahan mata kering yang pernah dialaminya. Terlebih dalam keseharian ia menghabiskan waktu sekitar 12 jam untuk menatap layar gawai, baik smartphone maupun laptop, akibatnya mata terasa perih.

"Belakangan saya baru tahu bahwa bukan menggunakan gawai dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kondisi mata kering. Ternyata karena saya lupa berkedip," jelasnya.

Weitarsa Hendarto, VP Consumer Healthcare & Wellness and International Operations Combiphar, menambahkan sebagai salah satu brand keluaran Combiphar, perusahaan consumer healthcare terkemuka, Insto senantiasa ingin mendorong kesadaran masyarakat untuk menjalani gaya hidup lebih sehat.

Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan 'Championing a Healthy Tomorrow’. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kampanye Buka Mata Buka Insto, sebuah inisiasi yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai permasalahan mata kering.

"Meski kadang dianggap sepele karena dianggap hanya menimbulkan perasaan tidak nyaman, permasalahan mata kering yang tidak ditangani dengan baik dapat mengurangi produktivitas,” ujar dia.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya bekerjasama dengan Jakarta Eye Center (JEC) menggelar edukasi mengenai kesehatan mata bertajuk Buka Mata Buka Insto. Inisiasi yang diselenggarakan di Grand Atrium, Kota Kasablanka mulai 11-15 September 2019 ini diharapkan dapat membantu masyarakat Indonesia untuk mengenali serta mengatasi gangguan mata kering.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA