Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi serangan jantung

Ilustrasi serangan jantung

Kepatuhan Minum Obat Penderita Jantung Harus Ditingkatkan

Minggu, 18 Oktober 2020 | 18:10 WIB
Mardiana Makmun (mardiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – Kepatuhan dan keteraturan minum obat penderita penyakit jantung masih rendah dan harus ditingkatkan. Hal ini sangat penting dilakukan demi kesembuhan penderita.

“Saat ini penderita penyakit jantung di Indonesia mencapai 16,8 juta orang dengan dominasi usia penderita 45-65 tahun sebanyak 6,88 juta. Karenanya diperlukan solusi bagi penderita penyakit jantung untuk meningkatkan keteraturan dalam mengonsumsi obat,” kata dokter spesialis jantung dan Ketua Perhimpunan Kardiovaskuler wilayah Surabaya, Dr. dr. Achmad Lefi, SpJP (K), FIHA dalam talkshow sekaligus peresmian layanan apotek digital Lifepack di Surabaya, yang digelar secara daring.


 

Selain itu, lanjut dr.Achmad, penderita jantung dan keluarga atau orang terdekatnya juga harus mengerti dan mengenali penyakit jantung, “Secara umum, serangan jantung adalah kondisi jantung tertutup rapat atau terjadi pembekuan secara mendadak karena tidak adanya asupan nutrisi oksigen ke dalam dada. Ada beberapa tanda-tanda seseorang mendapatkan serangan jantung, diantaranya, rasa sakit, nyeri, atau tidak nyaman di tengah dada. Nyeri tersebut kemudian menjalar ke lengan kiri, bahu, punggung, leher seperti rasa tercekik. Lalu diikuti dengan sesak nafas, mual, muntah, pusing, hingga bisa pingsan,” jelas dr.Achmad.


 

 


 

Natali Ardianto, CEO Lifepack & Jovee menambahkan, berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 terdapat tiga penyakit kronis dengan penderita tertinggi di Jawa Timur. Hipertensi berada di urutan pertama dengan total penderita mencapai 11.481.333, diikuti dengan penderita penyakit jantung sebanyak 599.339, dan terakhir adalah penyakit stroke dengan total penderita hingga 391.984.

“Kota Surabaya ternyata memiliki jumlah penderita penyakit kronis cukup tinggi diantaranya, hipertensi, jantung, dan stroke. Karena itu sebagai apotek digital yang memberikan inovasi untuk penderita penyakit kronis, para penderita ini butuh dibantu untuk meningkatkan kesadaran medical adherence atau kepatuhan pengobatan,” ujar Natali.

 

Salah satu solusi, kata Natali adalah penggunaan blister pack atau Kotak Obat Sekali Pakai. Kotak obat ini diatur berdasarkan waktu konsumsi, pagi, siang, sore, dan malam. Di dalam kotak obat ini telah terdapat informasi secara lengkap di setiap kotaknya dengan detail seperti tanggal konsumsi obat, waktu konsumsi obat, serta nama pasien tertera di kotak obat. Selain itu melalui aplikasi Lifepack terdapat fitur pengingat konsumsi obat.

 

“Kami berharap, Blister Pack dan fitur pengingat minum obat dapat membantu meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan khususnya bagi penderita penyakit kronis,” tutup Natali.

Editor : Mardiana Makmun (nana_makmun@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN