Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Virtual konferensi pers Unilever Indonesia dan Shopee, Kamis (10/6).

Virtual konferensi pers Unilever Indonesia dan Shopee, Kamis (10/6).

Kepedulian Masyarakat Produk Ramah Lingkungan Naik 112%

Jumat, 11 Juni 2021 | 09:43 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Riset dari Kantar menunjukkan bahwa jumlah konsumen yang lebih peduli terhadap produk ramah lingkungan di Indonesia meningkat 112% dari 2019 ke 2020.

Konsumen Indonesia juga kian menyadari pentingnya mempraktikkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, dengan 86% mulai mengadopsi kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, dan 74% memilih brand yang memiliki kepedulian sosial. Data ini menunjukkan semakin banyaknya konsumen yang mulai lebih teliti melihat bahan-bahan dan proses pembuatan sebuah produk.

Kevin Stefano, Head of Homecare Ecommerce Unilever Indonesia menjelaskan pihaknya melihat kepedulian masyarakat Indonesia terhadap kelestarian lingkungan mengalami peningkatan, namun seringkali tidak tahu bagaimana aksi sederhana mereka bisa mendorong perubahan positif untuk lingkungan.

Untuk itu, pihaknya bermitra dengan Shopee melalui inisiatif ‘Rumah Bersih, Indonesia Lestari’ untuk mengedukasi konsumen Indonesia agar semakin cerdas dan bijak dengan cara melihat empat hal dalam memilih produk, yaitu sumber bahan baku, manfaat sosial, lingkungan lestari, apakah produknya memiliki upaya pelestarian lingkungan, tujuan mulia.

“Inisiatif ini sejalan dengan komitmen besar Unilever untuk ‘Menciptakan Masa Depan yang Bersih dan Lestari’ atau Clean Future,” ungkap Kevin di sela virtual konferensi pers Unilever Indonesia dan Shopee, Kamis (10/6).

Menurut Kevin, Upaya-upaya yang sejalan dengan komitmen Clean Future telah Unilever Indonesia mulai sejak lama. Misalnya, sejak tahun 2019 pabrik Powder Non-Soap Detergent (NSD) yang memproduksi Rinso dan Molto sudah mulai menggunakan energi terbarukan, yaitu energi biomassa dari cangkang sawit yang bisa diperbarui. Sederetan brand dari kategori Home Care Unilever Indonesia juga telah mulai menjalankan inisiatif untuk menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan, baik untuk kemasan, maupun formulasi produk.

Salah satu contoh nyata adalah penggunaan 100% plastik hasil daur ulang untuk botol yang telah membantu Unilever Indonesia bergerak maju menuju bahan baku terbarukan untuk kemasan-kemasannya.

Melanjutkan hal tersebut lanjut Kevin, pihaknya menghadirkan inisiatif ‘Rumah Bersih. Indonesia Lestari’ akan dilakukan melalui platform Shopee dan kanal media sosial kedua brand ini. Diantaranya pada ‘Shopee Super Brand Day Unilever’ 25-27 Mei lalu, Unilever dan Shopee menyumbangkan 2,5% dari total penjualannya, dalam bentuk produk paket kebersihan Sahaja ke lebih dari 4.000 masjid yang tersebar di seluruh Indonesia, bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia. Artinya, masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, turut berkontribusi dalam upaya menjaga kebersihan masjid di seluruh Indonesia.

“Kedepan, Unilever dan Shopee akan mendorong partisipasi konsumennya untuk secara aktif memilah sampah di rumah dan membawanya ke Bank Sampah binaan Unilever,” tambahnya.

Sementara itu, Putri Lukman, Head of FMCG Shopee Indonesia menambahkan pihaknya percaya perubahan yang sesungguhnya hanya bisa terjadi melalui kolaborasi. Portfolio produk home care Unilever di Indonesia adalah yang kedua terbesar di seluruh dunia, sementara Shopee juga merupakan platform e-commerce yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia.

“Untuk itu, kami meluncurkan program terbaru ‘Rumah Bersih. Indonesia Lestari’ di platform Shopee yang memiliki jangkauan sangat luas, menyoroti bagaimana produk home care Unilever diformulasi, diproduksi, dan dikemas untuk mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan,” tutupnya.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN