Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wadah makanan BPA free perlu dicantumkan dalam kemasan

Wadah makanan BPA free perlu dicantumkan dalam kemasan

Kesehatan Masyarakat Prioritas Utama, Revisi Perka BPOM No 31/2018 Disambut Positif Sejumlah Kalangan

Kamis, 30 Desember 2021 | 20:26 WIB

JAKARTA, Investor.id – Sejumlah kalangan menyambut positif terkait keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk merevisi Peraturan Kepala BPOM No 31/2018 tentang Label Pangan Olahan untuk mengakomodasi pelabelan free BPA kemasan plastik berbahan berbahan polikarbonat (PC). Revisi tersebut bagian dari perlindungan kesehatan masyarakat.

Sambutan positif datang dari anggota komisi IX DPR RI Fraksi PKB Arzeti Bilbina. Menurut dia, langkah BPOM yang berniat melabeli galon guna lang dengan free BPA pantas disyukuri. "Alhamdulillah perjuangan yang cukup lama akhirnya dikabulkan. Ini kemenangan bagi rakyat," ungkap Arzeti di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Arzeti satu dari beberapa politisi yang memberikan perhatian terkait kesehatan masyarakat. Arzeti sosok yang tak kenal lelah ini aktif membela hak-hak rakyat, terutama masalah kesehatan anak. Bahkan, sebelum menjadi politisi, Arzeti sudah aktif pada dunia perlindungan anak.

Dukungan terhadap revisi Peraturan Kepala BPOM No 31/2018 juga datang dari Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan (JPKL). JPKL menilai bahwa keputusan BPOM untuk merevisi peraturan tersebut sudah tepat guna mendukung kesehatan masyarakat, dibandingkan keuntungan semata. Apalagi kesehatan bagian dari hak asasi manusia dan merupakan unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana amanat Pembukaan UUD RI Tahun 1945.

"JPKL mendukung keputusan BPOM yang akan merevisi Peraturan Kepala BPOM no 31/2018, serta mendukung pelaksanaan pelabelan pada kemasan plastik yang mengandung BPA. Keputusan ini akan menyelamatkan bayi Indonesia dari ancaman autisme, penyakit prostat, saraf, kelahiran prematur, kanker dan masih banyak lagi," kata Ketua JPKL Roso Daras.

Guru Besar Departemen Teknik Kimia Universitas Diponegoro Prof. Dr Andri Cahyo Kumoro sebelumnya sempat mengusulkan JPKL dan BPOM untuk menunjuk laboratorium yang independen untuk melakukan penelitian tentang migrasi BPA lebih bisa diterima. Apalagi migrasi BPA itu dapat terjadi saat pemanasan dan gesekan. "Di kota besar siklusnya lebih cepat," ujarnya.

Terkait revisi aturan tersebut, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) Rachmat Hidayat sebelumnya menyampaikan, industri AMDK keberatan dengan rencana perubahan peraturan BPOM terkait label pangan olahan ini.  Jika revisi peraturan label pangan itu diwujudkan, industri AMDK mengakui akan mengalami kerugian besar.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN