Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Prixa meluncurkan sistem periksa tepat atau deteksi berbasis Artificial Intelligence (AI) berupa platform manajemen kesehatan yang terpadu bagi masyarakat Indonesia di Jakarta, Selasa (19/11/2019). (Investor Daily/Indah Handayani)

Prixa meluncurkan sistem periksa tepat atau deteksi berbasis Artificial Intelligence (AI) berupa platform manajemen kesehatan yang terpadu bagi masyarakat Indonesia di Jakarta, Selasa (19/11/2019). (Investor Daily/Indah Handayani)

Kini Teknologi AI Digunakan untuk Deteksi Kesehatan

Indah Handayani, Selasa, 19 November 2019 | 18:04 WIB

JAKARTA, investor.id – Kini teknologi berbasis Artificial Intelegence (AI) sudah masuk dalam dunia kesehatan. Bahkan, digunakan dalam mendeteksi kesehatan seseorang. Dalam hal ini, Prixa meluncurkan sistem periksa tepat atau deteksi berbasis AI berupa platform manajemen kesehatan yang terpadu bagi masyarakat Indonesia.

CEO Prixa James Roring MD mengatakan, merujuk pada analisis lansekap Sistem Pelayanan Kesehatan di Indonesia berdasarkan publikasi oleh Oliver Wyman dan PWC, Prixa melihat saat ini banyak ditemukan tantangan di infrastruktur bidang kesehatan di Indonesia, terutama mengenai ketersediaan dokter.

Dengan angka populasi sebesar 267 juta jiwa saat ini, sangat disayangkan bahwa Indonesia hanya memiliki rata-rata 1 dokter untuk setiap 4.000 populasi, sedangkan rekomendasi dari WHO adalah 1 dokter untuk setiap 1.000 populasi.

Dia menjelaskan, sebagian besar biaya pelayanan kesehatan sebagian besar masih dibayarkan dengan uang tunai, namun penetrasi asuransi kesehatan swasta masih tergolong rendah. Terakhir, inovasi industri asuransi Indonesia, merujuk pada publikasi survei yang dilakukan PWC, masih tertinggal jauh dibanding industri lainnya.

"Ketersediaan sarana digital berbasis data tidak diberdayakan secepat industri-industri lain," ungkap dia di Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Menurut James, laporan PWC tersebut juga menyatakan pemaparan para eksekutif C-level di bidang asuransi bahwa banyak proses administratif masih tetap dilakukan dengan sangat manual, menyebabkan terjadinya penundaan dan kesalahan.

Oleh karena itu, terdapat banyak peluang bagi perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia seperti Prixa untuk meringankan isu-isu tersebut, yang diharapkan dapat mengubah arahan manajemen kesehatan di Indonesia.

"Sebagai pilar pertama platform manajemen kesehatan terpadu, sistem periksa tepat berbasis AI Prixa menata ulang berbagai keahlian dan pengalaman tim dokter dari berbagai disiplin ilmu kedokteran, dan menyusun segenap keahlian yang berharga itu menjadi sebuah sistem yang terpadu dan terukur," papar dia.

James menambahkan, sebagai perusahaan Indonesia, melihat Prixa dapat memberikan dampak secara positif dalam memperbaiki keseluruhan manajemen kesehatan di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi dan ingin melakukan hal itu dengan cara yang humanis.

"Kami senang dapat bekerja sama dengan beberapa pemain besar di sektor asuransi, penyedia layanan kesehatan, dan juga perusahaan di bidang konsumen. Kami sedang dalam proses memperluas bisnis kami," kata dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA