Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Virus hepatitis A menginfeksi organ manusia

Ilustrasi Virus hepatitis A menginfeksi organ manusia

Kota Bogor Waspadai Kasus Hepatitis Akut

Selasa, 10 Mei 2022 | 09:42 WIB
Vento Saudale (redaksi@investor.id)

BOGOR, Investor.id -  Wali Kota Bogor Bima Arya meminta dinas kesehatan mewaspadai kasus hepatitis akut di Kota Bogor, meskipun belum ada laporan kasus di wilayah Jawa Barat.

Bima menyebut, hingga kini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor belum menerima laporan terkait kasus hepatitis akut di Kota Bogor. Kendati demikian, Bima meminta dinkes pelajari penyakit tersebut dari data di puskesmas dan atau rumah sakit.

Baca juga: Menkes: 15 kasus Hepatitis Akut Terdeteksi di Indonesia

"Pun di Jawa Barat belum ada laporan, tetapi di Jakarta yang wilayahnya lebih dekat dengan kita sudah ada," kata Bima, Selasa (10/5/2022).

Untuk itu, Bima merasa perlu ada pengawasan terhadap pasien-pasien di rumah sakit. Terutama terkait dengan keluhan hepatitis pada anak.

“Kita belum lihat itu ada kaitannya dengan vaksin atau tidak. Kita masih melihat data di lapangan dulu. Belum ada indikasi itu. Tapi saya minta Dinkes pelajari itu dari data di puskesmas atau di rumah sakit,” paparnya.

Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno, menyampaikan beberapa hal yang harus ditindaklanjuti sebagai upaya kewaspadaan dan antisipasi. Pertama, melakukan pemantauan perkembangan kasus sindrom jaundice akut di tingkat daerah, nasional,dan global terkait hepatitis akut melalui kanal-kanal resmi.

Kedua, lanjutnya, memantau penemuan kasus sesuai definisi operasional hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya. Berdasarkan WHO, yaitu konfirmasi, probabel, dan epi-linked.

Baca juga: Tips Lindungi Anak dari Penularan Hepatitis Akut di Perjalanan Mudik

Kemudian, Retno pun meminta puskesmas untuk memantau dan melaporkan kasus sindrom jaundice, memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat serta upaya pencegahannya melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Puskesmas juga diimbau menginformasikan kepada masyarakat untuk segera mengunjungi fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes) terdekat apabila mengalami sindrom jaundice (penyakit kuning),” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan, puskesmas diminta untuk membangun dan memperkuat jejaring kerja surveilans dengan lintas program dan lintas sektor. Terutama dinas pendidikan, kantor wilayah kementerian agama provinsi, dan Kabupaten/Kota.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN