Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi pasangan lansia yang sehat dan bahagia

Ilustrasi pasangan lansia yang sehat dan bahagia

Lansia, Cukupi Kebutuhan Protein agar Tak Mudah Sakit

Mardiana Makmun, Jumat, 29 Mei 2020 | 18:11 WIB

JAKARTA, Investor.id - Indonesia menetapkan setiap tanggal 29 Mei sebagai Hari Lanjut Usia Nasional (Halun). Untuk diketahui, WHO menetapkan, lanjut usia adalah orang yang berusia di atas 60 tahun.

 

dr.Martha Fitri Alextina dari Klikdokter mengungkapkan, yang perlu diwaspadai bagi lansia adalah kondisi tubuhnya yang tak lagi prima seperti saat muda. “Rambut lansia menipis dan mudah rontok, daya ingat menurun, fungsi penglihatan menurun, massa otot menurun, kepadatan tulang menurun, fungsi jantung dan paru-paru menurun, pencernaan juga lebih sensitif,” kata dr.Martha dalam livechat bertema Produktif di Usia Emas yang digelar Kalcare, Klik Dokter, dan Entrasol Senior, Jumat (29/5/2020).

 

Karena perubahan kondisi tubuh itu, penting bagi lansia dan orangterdekatnya untuk memenuhi kebutuhan gizi lansia agar tetap sehat meskipun lanjut usia.

 

“Salah satu gizi yang penting dan harus dicukupi lansia adalah protein. Protein berperan besar pada kesehatan lansia, karena berpengaruh pada massa otot dan tulang, otak, sistem kekebalan tubuh, metabolisme, serta kesehatan kulit, rambut, dan kuku,” kata dr.Martha.

 

“Sebanyak 30% massa otot tubuh disusun oleh protein yang tidak dapat diproduksi tubuh sendiri. Jadi harus dipenuhi asupan protein dari luar,” tegas dr.Martha

 

Keluarga lansia juga harus tahu, bahwa massa otot sangatlah penting bagi lansia. “Kehilangan massa otot akan berdampak bahaya. Diantaranya penurunan imunitas, peningkatan risiko infeksi, penyembuhan luka lebih lama, kesulitan duduk, risiko menderita radang paru (pneumonia) dan peningkatan kematian,” ungkap dr..

 

Berapa banyak asupan protein untuk lansia? Ahli gizi Fika Rahmawati S.Gz mengungkapkan, cukup 1 gr per kilogram berat badan per hari (1 gr/kgBB/hari). Sumber protein bisa bermacam-macam, mulai susu, telur, ikan, ayam, daging, tahu, tempe, jamur, dan lain-lain. Hanya saja, berhubung kesempurnaan saluran pencernaan dan fungsi mengunyah pada lansia juga menurun, perhatikan, tekstur makanan/protein yang diberikan harus lembut. Jangan keras.

 

“Pemberian susu sebagai sumber protein, kalsium, vitamin, dan mineral juga harus diperhatikan. Jangan berikan susu dengan kadar laktosa tinggi karena fungsi saluran pencernaan lansia sudah menurun sehingga tidak dapat mencerna laktosa dengan baik dan dapat menyebabkan diare,” ungkap Fika.

 

Untuk meningkatkan sistem pencernaan lansia yang sudah menurun dan dapat mencerna protein dan zat gizi lainnya dengan baik, dr. menegaskan asupan serat juga harus cukup. “Jangan lupa, penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum 8 gelas atau 2 liter air per hari,” tandas Fika.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN