Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Master Science in Nutrition and health Wageningen University, Belanda, Ardy Brian Lizuardi

Master Science in Nutrition and health Wageningen University, Belanda, Ardy Brian Lizuardi

Lewatkan Sarapan Berisiko Berat Badan Naik

Indah Handayani, Rabu, 1 Juli 2020 | 13:19 WIB

JAKARTA, investor.id – Banyak yang beranggapan bahwa melewatkan sarapan bisa membantu menurunkan berat badan. Ternyata hal itu hanyalah mitos belaka. Bahkan faktanya, melewatkan sarapan malah akan berisiko menaikkan berat badan.

Master Science in Nutrition and health Wageningen University, Belanda, Ardy Brian Lizuardi mengatakan faktanya sarapan sehat penting untuk program diet dan menjaga kesehatan. Melewatkan sarapan dapat menyebabkan rasa lemas, kekurangan nutrisi. Bahkan, jika melewatkan sarapan malah akan membuat seseorang untuk memilih konsumsi makanan tinggi lemak dan tinggi karbohidrat sehingga dapat merusak diet.

“Sarapan adalah sumber energi pertama saaat kita memulai hari, jadi sangat penting dilakukan dan tidak bisa dilewatkan,” ungkapnya di sela webinar NutriClass, Selasa (31/6).

Ardy menyarankan untuk tidak sembarangan memilih makanan untuk sarapan. Sebaiknya disarankan untuk sarapan sehat dengan menu yang tinggi karbohidrat komplek, serat, dan protein. Karbohidrat komplek disarankan karena karbohidrat yang puya nilai kesehatan. Mengingat karbohidrat komplek memiliki serat yang bermanfaat untuk kesehatan, seperti mempunyai manfaat pencernaan dan mengontrol gula darah.

Sedangkan untuk makanan serat tinggi, Ardy menyebutkan paling gampang berasal dari sayur dan buah. Untuk sarapan, bisa diakali dengan memilih pancake yang ditambahkan pisang. “Namun, banyak masyarakat Indonesia yang memilih sarapan hanya dengan minum teh manis. Memang teh manis menyegarkan karena memiliki kalori sederhana. Namun, hanya kalori kosongan tidak memberikan gizi hanya menghasilkan energi,” jelasnya.

Selain itu, tambah dia, pada saat sarapan juga disarankan untuk menambah protein. Hal ini karena protein untuk menjaga masa otot. Masa otot berfungsi untuk mengurangi risiko obesitas. Terutama memilih sumber protein yang tinggi, bersumber dari susu atau whey. Namun, sayangnya masyarakat banyak menghindari untuk mengkonsumsi susu. Karena dianggap susu membuat gemuk, dan hal ini adalah mitos belaka. Mengingat faktanya berat badan dipengaruhi oleh keseimbangan kalori dan tidak ditentukan oleh satu jenis makanan saja.

“Susu mengandung banyak nutrisi yang baik untuk tubuh sehingga sayang dilewatkan. Sebagai alternatif lebih sehat pilihlah susu rendah lemak, dengan kandungan kalori dan lemak yang lebih rendah namun memiliki kandungan nutrisi yang setara susu biasa,” tutupnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN