Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Para pengemudi ojek online (ojol) berpartisipasi dalam penyemprotan disinfektan yang dilakukan oleh Tim Baznas Tanggap Bencana di beberapa area Stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) diantaranya Stasiun Cawang, Duren Kalibata, Pasar Minggu, dan Tanjung Barat, pada Kamis (26/3)

Para pengemudi ojek online (ojol) berpartisipasi dalam penyemprotan disinfektan yang dilakukan oleh Tim Baznas Tanggap Bencana di beberapa area Stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) diantaranya Stasiun Cawang, Duren Kalibata, Pasar Minggu, dan Tanjung Barat, pada Kamis (26/3)

Libatkan Ojol, Baznas Memulai Program Cash For Work

Kunradus Aliandu, Kamis, 26 Maret 2020 | 17:30 WIB

JAKARTA, investor.id - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berinisiatif untuk memberdayakan masyarakat yang bekerja di sektor informal atau kelompok rentan, yang terdampak ekonominya akibat pandemik virus korona ata baru atau Covid-19 dalam program Cash for Work.

Pemberdayaan ini dilaksanakan diantaranya dengan melibatkan para pengemudi ojek online (ojol) untuk ikut berpartisipasi dalam penyemprotan disinfektan yang dilakukan oleh Tim Baznas Tanggap Bencana di beberapa area Stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) diantaranya Stasiun Cawang, Duren Kalibata, Pasar Minggu, dan Tanjung Barat, pada Kamis (26/3).

Untuk memberi keamanan mereka dalam menjalankan tugas, para pengemudi ojek online ini telah lebih dulu diberi pembekalan terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) dan juga teknis penyemprotan. Kepala Program Baznas Tanggap Bencana Dian Mandana Aditya Putri menjelaskan, ada sekitar 24 pengemudi ojek online yang bergabung bersama Tim Baznas Tanggap Bencana untuk melakukan penyemprotan disinfektan ke titik mobilitas di area stasiun seperti peron, vending machine, dan tangga stasiun.

“Pengemudi ojek online adalah salah satu profesi yang ikut menjadi korban dalam situasi meluasnya pandemik ini karena pendapatannya pasti berkurang. Untuk itu Baznas Tanggap Bencana berupaya untuk ikut melibatkan mereka dalam aksi kami menjadi bagian dalam pecegahan Covid-19, sekaligus memberdayakan mereka,” ujarnya.
Dian menambahkan, keterlibatan para pengemudi ojek online dalam penyemprotan ini tentunya juga memberi dampak positif semakin banyak dan cepat area publik yang tercover dengan disinfektan.

“Bergabungnya pengemudi ojek online ini semakin menambah kekuatan personel Baznas Tanggap Bencana dalam setiap aksi pencegahan Covid-19. Kami berharap dapat terus optimal membantu pemerintah mengatasi masalah pandemik Covid-19,” ucapnya.

Pada kesempatan lainnya, Direktur Baznas M Arifin Purwakananta menyampaikan, pemberdayaan pengemudi ojek online ke dalam aksi Baznas merupakan bagian dari program Cash for Work untuk para pekerja sektor informal dan kelompok rentan yang terdampak krisis Covid-19.

“Baznas berupaya memberikan intervensi jangka pendek kepada masyarakat yang kesulitan memperoleh pendapatan karena pandemik ini. Dengan memberikan cash atas usaha yang mereka lakukan (work), ini akan sangat membantu meringankan beban mereka,” ujarnya.

Dia menambahkan, dana zakat sangat terbatas, sehingga tenaga yang bisa diserap untuk program ini masih sangat kecil dibanding dengan jumlah mereka yang harus dibantu. “Kami berharap langkah ini bisa diikuti oleh teman-teman korporasi, dari gerakan zakat seluruh Indonesia, dan semua pihak untuk bisa melakukan berbagai hal, terkait dengan membantu mereka yang terimbas secara ekonomi dari krisis korona ini,” sambung Arifin.

Sumber : PR

BAGIKAN