Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Diet Langsing

Diet Langsing

Membongkar Mitos Terkait Nutrisi dan Pengelolaan Berat Badan

Kamis, 13 Agustus 2020 | 17:47 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Secara umum, teknologi telah banyak memberi manfaat dalam upaya menjalani hidup yang lebih sehat. Teknologi seperti internet dan handphone telah jamak menjadi rujukan saat kita mencari informasi tentang pola konsumsi makanan yang akan diterapkan untuk mendukung gaya hidup sehat dan menjaga berat badan.

Namun, mencari informasi secara online juga dapat menjadi pedang bermata dua.

Di satu sisi, internet menyediakan informasi akan cara yang mudah dan cepat untuk mengakses berbagai informasi nutrisi. Tapi di lain sisi, hal ini telah menyebabkan maraknya mitos-mitos dan misinformasi terkait nutrisi di kalangan masyarakat.

Senior Director, Worldwide Nutrition Education & Training Herbalife Nutrition Susan Bowerman mengatakan, jika merujuk pada Herbalife Nutrition’s Asia Pacific Nutrition Myths Survey 2020, media sosial (68%) adalah saluran yang paling sering digunakan oleh konsumen di Asia Pasifik untuk mendapatkan informasi terkait nutrisi. “Namun, konsumen di Asia Pasifik juga bingung dalam membedakan apakah informasi yang mereka dapat apakah merupakan fakta atau mitos,” kata dia dalam keterangan resmi, Kamis (13/8).

Berdasarkan hasil dari kuis yang dilakukan saat survei, lanjut Bowerman, banyak ditemukan daftar mitos-mitos terkait nutrisi dan pengelolaan berat badan yang rata-rata beredar di kalangan masyarakat. Bahkan, 6 dari 10 orang mengaku sulit untuk memutuskan apakah hal tersebut fakta atau mitos.

Mitos yang sering membuat bingung adalah diet ketogenik yang dipercaya sebagai cara sehat untuk menurunkan berat badan. Padahal, diet ketogenik bukanlah cara yang paling berkelanjutan untuk menurunkan berat badan, karena akan kehilangan beberapa nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh.

Menurutnya, seseorang yang menjalani diet keto, mengonsumsi sangat sedikit karbohidrat, jumlah protein sedang, dan jumlah lemak yang sangat tinggi, sehingga memaksa tubuh untuk mengandalkan lemak tubuh sebagai bahan bakar. Saat aktivitas membakar lemak tubuh, rendahnya tingkat konsumsi karbohidrat akan mengakibatkan lebih sedikit vitamin dan mineral yang diserap ke dalam tubuh, serta kekurangan serat.

Mitos selanjutnya adalah cleansing diet dengan jus adalah strategi yang baik untuk menurunkan berat badan. Mengkonsumsi jus mungkin tampak seperti alternatif yang nyaman jika buah-buahan dan sayuran kurang dalam upaya mengelola berat badan.

Tetapi, sebagai bahan utama dalam penurunan berat badan, sayuran tidak banyak mengandung nutrisi utama seperti protein, yang membantu memuaskan nafsu makan dan mempertahankan massa otot. Berat badan yang hilang saat menjalani diet, kemungkinan besar akan naik kembali saat mulai makan kembali secara normal.

“Makan buah dan sayuran utuh, dan sebagai bagian dari diet seimbang, akan jauh lebih bermanfaat dalam jangka panjang,” tambah dia.

Selanjutnya adalah mitos yang menyebutkan bahwa karbohidrat membuat berat badan bertambah. Karbohidrat tidak dapat disalahkan atas penambahan berat badan. Kelebihan kalori yang dapat menambah berat badan secara signifikan.

Untuk memastikan diet seimbang, Filosofi Nutrisi Global Nutrisi Herbalife merekomendasikan 40% asupan kalori harian berasal dari sumber karbohidrat yang sehat, seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan dan biji-bijian, yang juga memberikan nutrisi penting seperti kalsium, zat besi, serat dan vitamin B untuk tubuh.

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN