Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Masjid Cheng Ho Surabaya. Foto: Investor Daily/IST

Masjid Cheng Ho Surabaya. Foto: Investor Daily/IST

Mengintip Nilai Sejarah dan Budaya Masjid Cheng Ho Surabaya

Minggu, 9 Mei 2021 | 12:47 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

SURABAYA memiliki banyak bangunan unik dan bersejarah. Mulai dari bangunan peninggalan kerajaan, pemerintahan kolonial Belanda hingga zaman Jepang.

Di antara segudang sejarah itu terselip unsur budaya Tiongkok yang sudah ada sejak lama di bumi Nusantara. Salah satunya adalah Kelenteng. Kelenteng dikenal sebagai tempat ibadah penganut kepercayaan tradisional Tionghoa. Namun di Surabaya terdapat masjid yang memiliki bentuk seperti klenteng, yakni Masjid Cheng Ho Surabaya. Masjid bernuansa muslim Tionghoa ini berlokasi di Jalan Gading, Ketabang, Genteng, Surabaya, Jawa Timur.

Keindahan seni dan budaya cukup kental di masjid ini. Masjid Cheng Ho Surabaya adalah masjid pertama di Indonesia yang menggunakan nama Muslim Tionghoa, dan menjadi symbol perdamaian umat beragama.

Seperti dikutip dari liputan6.com, masjid ini didominasi warna merah, hijau, dan kuning. Ornamennya kental nuansa Tiongkok lama.  Pintu masuknya menyerupai bentuk pagoda, terdapat juga relief naga dan patung singa dari lilin dengan lafaz Allah dalam huruf Arab di puncak Pagoda.

Menurut masyarakat setempat, dibangunnya masjid Cengho Surabaya ini merupakan bentuk penghormatan pada Cheng Ho, Laksamana asal Tiongkok yang beragama Islam. Abad ke-15 pada masa Dinasti Ming (1368-1643) orang-orang Tionghoa dari Yunnan melakukan ekspedisi Asia Tenggara termasuk ke Indonesia dengan mengemban beberapa misi, di antaranya berdagang, menjalin persahabatan, serta menyebarkan ajaran agama Islam di berbagai wilayah di Nusantara, terutama di pulau Jawa.

Tak heran, banyak masjid didirikan untuk mengenang jasa laksamana asal Tiongkok ini. Beberapa masjid Cheng Ho dibangun dengan arsitektur khas Negeri Tirai Bambu, menjadi akulturasi yang sangat apik dengan arsitektur khas Islam.

Masjid Cheng Ho Surabaya. Foto: Investor Daily/IST
Masjid Cheng Ho Surabaya. Foto: Investor Daily/IST

Pembangunan masjid Cheng Ho atau yang juga dikenal dengan nama Masjid Muhammad Cheng Ho Surabaya bertepatan dengan Isra’ Miraj Muhammad SAW yakni pada 15 Oktober 2001. Prosesnya memakan waktu satu tahun dan baru selesai seluruh bagiannya pada Oktober 2002. Masjid ini didirikan atas prakarsa para sesepuh, penasehat, pengurus Pembina Imam Tauhid Islam (PITI), pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Indonesia Jawa Timur, serta tokoh masyarakat Tionghoa di Surabaya.

Kompleks masjid dibangun di atas tanah seluas 3.070 m2. Perpaduan gaya Arab dan Tiongkok menjadi ciri khas masjid ini. Arsitektur masjid diilhami Masjid Niujie di Beijing yang dibangun pada 996 Masehi, dan tampak pada bagian atap utama, dan mahkota masjid. Selebihnya, masjid ini memadukan gaya arsitektur Arab dan Jawa. Arsitek Masjid Cheng Ho Surabaya ialah Abdul Aziz.

Setiap bagian bangunan masjid mengandung filosofi atau maknanya sendiri. Bangunan utama Masjid Cheng Ho yang berukuran 11 x 9 meter, mengikuti panjang dan lebar Ka’bah saat pertama kali dibangun oleh Nabi Ibrahim AS yang berukuran 11 meter. Sementara ukuran 9 meter diambil dari jumlah wali (Wali Songo) yang melaksanakan syiar Islam di Pulau Jawa. Pintu masuk masjid menyerupai Pagoda, dengan relief naga dan patung singa dari lilin bertuliskan “Allah” dalam huruf Arab di bagian puncak pagoda. Di sisi kiri bangunan terdapat sebuah bedug yang kerap digunakan untuk menandai waktu sholat tiba.  

Bagian atas bangunan yang bertingkat tiga merupakan pengaruh Hindu Jawa. Bentuknya segi delapan dan menyerupai pagoda. Dalam kepercayaan Tionghoa, angka 8 berarti ‘Fat’ atau keberuntungan. Di bagian serambi masjid terdapat lima buah anak tangga yang merepresentasikan Rukun Islam. Sedangkan enam buah anak tangga di bagian dalam masjid merepresentasikan Rukun Iman. Secara keseluruhan, Masjid Cheng Ho dapat menampung 200 orang jamaah.

Mengutip laman travel.wego.com, masjid ini merupakan hasil perpaduan berbagai gaya sehingga membuat Masjid Cheng Ho didominasi oleh empat warna merah, kuning, biru, dan hijau. Dalam kepercayaan Tionghoa, keempat warna ini adalah simbol kebahagiaan, kemasyhuran, harapan, dan kemakmuran.

Selain menikmati keindahan arsitektur bangunan masjid, pengunjung juga dapat melihat relief laksamana yang bernama lengkap Muhammad Cheng Hoo bersama kapal yang digunakan saat mengarungi Samudera Hindia. Salah satu pesan yang hendak disampaikan melalui relief ini adalah agar umat Islam tetap rendah hati dalam menjalani hidup sehari-hari.

Tempat Pendidikan

Masjid Cheng Ho Surabaya. Foto: Investor Daily/IST
Masjid Cheng Ho Surabaya. Foto: Investor Daily/IST

Masjid Cheng Ho terletak sekitar 1.000 meter sebelah utara Gedung Balai Kota Surabaya. Untuk menuju lokasi ini, Anda dapat memilih Jalan Taman Kusuma Bangsa, dan melalui Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa. Masjid ini terletak di area komplek gedung serba guna PITI Jawa Timur.

Sementara, pintu masjid yang dibangun tanpa menggunakan daun pintu. Ini melambangkan, Masjid Cheng Hoo terbuka bagi siapa saja, dalam arti kata, ketika ingin masuk ke dalam masjid, seseorang harus meninggalkan hal-hal yang bersifat golongan dan sektarian.

Selain itu, ketika masuk masjid harus terfokuspada tujuan utama, yaitu beribadah kepada Tuhan. Masjid Cheng Ho Surabaya juga mampu menjadi wadah pendidikan dan pembinaan bagi umat, selain juga sebagai upaya untuk merangkul semua golongan, mengingat tujuan seseorang masuk ke masjid hanya satu, beribadah kepada Tuhan.

Saat ini, masjid Cheng Ho Surabaya selain sebagai tempat ibadah bagi umat muslim, juga dijadikan sebagai tempat pendidikan, pengenalan budaya dan juga seni arsitektur. Tak heran bila masjid ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan yang ingin melihat secara keindahan dari arsitektur dari masjid yang indah ini.

Baca juga

https://investor.id/lifestyle/pilihan-hotel-syariah-di-surabaya

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN