Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (B Universe Photo/Hendro Situmorang).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (B Universe Photo/Hendro Situmorang).

Menkes: Dokter Teladan Bisa Menjadi Penggerak Transformasi Kesehatan

Senin, 21 Nov 2022 | 21:47 WIB
Mardiana Makmun (mardiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Dokter teladan bisa menjadi penggerak transformasi kesehatan lebih cepat. Melalui dedikasi tinggi, para dokter teladan, tenaga kesehatan, bisa menjadi inspirasi untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan sebagai bagian dari enam pilar transformasi kesehatan yang akan dicapai Indonesia.

“Dokter teladan bisa menggerakkan transformasi kesehatan menjadi lebih cepat. Mereka bisa menjadi inspirasi bagi lainnya,” kata Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin dalam acara Kick Andy yang menghadirkan para dokter teladan, Minggu (21/11) malam.

Menkes menjelaskan, Indonesia saat ini sedang giat melakukan transformasi kesehatan. Ada enam pilar transformasi kesehatan yang hendak dicapai, yaitu Transformasi Layanan Primer, Transformasi Layanan Rujukan, Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan, Transformasi Sistem Pembiayaan Kesehatan, Transformasi SDM Kesehatan, dan Transformasi Teknologi Kesehatan.

“Tidak hanya dokter, tetapi tenaga kesehatan lain, seperti bidan, petugas medis, perawat, hingga kader kesehatan para ibu-ibu PKK merupakan SDM di bidang kesehatan yang dapat menjadi penggerak transformasi kesehatan. Karena itu, saya mendukung mereka ini diberi penghargaan,” kata Menkes.

Advertisement

Memimpin Operasi dari Kursi Roda

Dalam acara Kick Andy, Dokter Teladan 2022 yang sangat inspiratif yaitu dokter spesialis bedah dr Medianto Rombetasik, dokter gigi (drg) Muhammad Hirzi, dan Bupati Kepulauan Aru, dr Johan Gongga.

Mereka bekerja dengan hati dan penuh dedikasi. Pertama, dokter ahli bedah dr Medianto Rombetasik bercerita tentang perjuangan dirinya. Sejak lulus fakultas kedokteran tahun 2000, dia ditempatkan di pedalaman Kalimantan Utara.

“Saat itu, akses ke pedalaman sangat susah. Saya harus naik perahu ketinting. Kondisi Puskesmas di sana pun minim peralatan dan kebanyakan masyarakat berobat ke dukun,” kata dr Medianto Rombetasik bercerita kepada Menkes.

Banyak pengalaman sulit dan menantang yang dialami dr Medianto Rombetasik. “Saya pernah menangani ibu melahirkan bayi seberat 5 kg dan lahir di perahu di tengah ombak,” ungkap dr Medianto Rombetasik.

Dia juga kerap memprioritaskan keselamatan nyawa pasien ketimbang kesehatannya. “Ceritanya waktu itu saya sakit saraf kejepit karena terlalu lama melakukan operasi pasien. Tapi, ada pasien yang harus dioperasi segera, kalau tidak nyawanya tidak selamat. Saya pun minta kursi roda untuk memimpin operasi itu. Dan, Puji Tuhan pasien itu selamat,” cerita dr Medianto Rombetasik terharu.

Kisah lucu juga dia alami saat bertugas di pedalaman. “Karena, saya satu-satunya dokter di sana, bukan hanya ibu-ibu yang saya tolong melahirkan, ternak seperti sapi bahkan anjing mereka melahirkan pun saya dimintai tolong,” kenang dr Medianto Rombetasik sambil tertawa.

Sertifikat Gigi Sehat Syarat Nikah

Tak kalah seru dan penuh dedikasi, ada pengalaman yang dialami drg Muhammad Hirzi. Dia mulai kuliah kedokteran gigi di UGM pada usia 16 tahun dan lulus di usia 21 tahun. Lulus pada 2017, drg Muhammad Hirzi bertugas di Kalumpang Hulu, Kalimantan Selatan.

“Di sana tidak ada sinyal telepon. Yang saya pikirkan kalau saya meninggal di sini, bagaimana mengabarkan orang tua atau mengetahui orang tua meninggal. Bagaimana saya bisa tahu atau bagaimana saya bisa mengabarkan pacar saya,” kata drg Muhammad Hirzi tertawa.

Itu baru soal sinyal. Soal kesadaran kesehatan gigi lebih parah lagi. “Kesehatan gigi di sana masih rendah. Pasien saya, ibu-ibu cerita, hanya menyikat gigi seingatnya saja, bahkan tak punya sikat gigi,” ungkap drg Muhammad Hirzi yang menerima tantangan ayahnya juga seorang dokter, untuk bertugas di daerah terpencil.

Tak hanya itu, peralatan dokter gigi pun minim. Namun, drg Muhammad Hirzi tertantang untuk membuat peralatan sendiri. “Saya buat alat sendiri untuk membersihkan karang gigi dan untuk mencabut gigi sehingga pasien tidak merasa sakit, baik sebelum dicabut maupun sesudah dicabut. Alat ini biaya pembuatannya hanya ratusan ribu, tapi setara dengan alat yang ratusan juta,” kata drg Muhammad Hirzi bangga.

Yang menarik, drg Muhammad Hirzi membuat program pengentasan stunting melalui kesehatan gigi. “Jadi, awalnya saya suka nongkrong di lab. Nah, di lab itu melakukan pemeriksaan sifilis, HIV, dan hepatitis untuk syarat pasangan yang mau nikah. Lalu, dilengkapi dengan konsultasi gizi. Saya pikir kenapa kesehatan gigi dan mulut tidak dimasukan untuk persyaratan menikah? Akhirnya kesehatan gigi dimasukkan sebagai syarat mendapatkan sertifikat layak nikah,” cerita drg Muhammad Hirzi.

Menurut drg Muhammad Hirzi, ada kaitan erat kesehatan gigi dan stunting. “Gigi yang tidak sehat berisiko melahirkan bayi prematur. Bayi prematur merupakan awal dari stunting,” jelas drg Muhammad Hirzi.

Kemudian, dedikasi tinggi juga dilakukan Bupati Kepulauan Aru, dr Johan Gongga. Putra Kepulauan Aru ini bertekad menyejahterakan rakyat Aru melalui peningkatan kesehatan. “Dulu saya direktur di rumah sakit di Aru dan saya lihat indeks pembangunan di Aru sangat rendah. Saya harus jadi bupati untuk meningkatkan indeks pembangunan,” kata dr Johan Gongga.

Kini, Aru yang menjadi kabupaten, memiliki 33 puskesmas dengan masing-masing 1 dokter. Setiap desa pun memiliki 2 perawat. “Saat ini, kami sedang mengirim 80 putra daerah Aru untuk kuliah kedokteran dan 250 putra untuk menjadi perawat serta tenaga kesehatan,” tandas dr Johan Gongga bangga.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com