Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perusahaan Jerman, BioNTech sedang mengembangkan obat bersama raksasa perusahaan farmasi Amerika Serikat (AS), Pfizer. ( Foto: OMR Industry Journal )

Perusahaan Jerman, BioNTech sedang mengembangkan obat bersama raksasa perusahaan farmasi Amerika Serikat (AS), Pfizer. ( Foto: OMR Industry Journal )

NCD Academy Bantu Optimalkan Kemampuan Nakes dalam Pengobatan PTM

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 15:01 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA -  Pandemi Covid-19 ikut menciptakan ‘infodemik’, suatu kondisi ketika informasi yang beredar seringkali terlalu banyak dan membingungkan. Kondisi seperti  bisa menimbulkan  stigma, misinformasi, dan bahaya kesehatan fisik serta mental.

Merespons fenomena ini, Pfizer berkolaborasi dengan American College of Cardiology (ACC) menghadirkan NCD Academy sebagai platform digital gratis yang dirancang untuk menyediakan informasi-informasi terbaru terkait Penyakit Tidak Menular (PTM).  Platform ini juga bisa mengoptimalkan kemampuan  tenaga kesehatan (Nakes) profesional dalam memberikan pelayanan pengobatan PTM, seperti penyakit kardiovaskular, kanker, pernapasan kronis, diabetes, dan gangguan mental. 

General Manager Upjohn Division Pfizer Indonesia Satria Surjati mengatakan berkolaborasi dengan berbagai pihak melalui program NCD Academy, merupakan suatu solusi untuk para pasien, terutama pasien PTM. NCD Academy merupakan platform berbasis web interaktif dan user-friendly (mudah digunakan) yang dirancang untuk menyediakan edukasi bagi para profesional di bidang kesehatan, seperti dokter umum, internis, perawat, dan lain-lain.

Dengan platform tersebut, kalangan Nakes  diharapkan mampu melakukan pencegahan dan pelayanan pengobatan PTM secara lebih baik. “NCD Academy juga memastikan bahwa platform online ini dilengkapi dengan edukasi yang memadai untuk para tenaga kesehatan profesional,” ungkapnya disela virtual Pfizer Media Health Forum, Sabtu (17/10).

Menurutnya, NCD Academy yang dibentuk di atas Global Prevention Programs serta diluncurkan oleh Pfizer dan American College of Cardiology (ACC) bersama NCD Alliance pada 2016, hingga kini telah menyelenggarakan 44 seminar daring (6 diantaranya sudah dilakukan di Indonesia). Kerjasama tersebut sekaligus menyediakan sains, teknologi, sumber daya, dan materi edukasi atau modul kepada lebih dari 70.000 dokter di 9 negara untuk mengatasi penyakit kardiovaskular dan memperkuat praktik terbaik dalam merawat pasien.

Program ini telah menjangkau 230 juta pasien di Tiongkok, Rusia, Argentina, Meksiko, Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Malaysia, Indonesia, dan Vietnam.

Melalui NCD Academy, lanjut dia, tenaga kesehatan profesional dapat mengakses rangkaian program edukasi kedokteran berkelanjutan online secara gratis, yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan klinis, serta mendapatkan rekomendasi klinis berdasarkan jurnal termutakhir untuk mencegah PTM.

“Program ini akan membantu para dokter dan otoritas kesehatan global dalam mengembangkan strategi untuk memitigasi PTM berbasis data yang pada akhirnya dapat membantu meningkatkan hasil klinis pasien,” jelas Satria.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal II Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dr. Ade Meidian Ambari, SpJP, FIHA, mendukung penuh hadirnya NCD Academy di Indonesia. Ia menambahkan keberhasilan upaya pengendalian PTM dapat dicapai jika ada kerja sama yang baik antar seluruh pemangku kepentingan, termasuk tenaga kesehatan profesional.

“Kehadiran NCD Academy diharapkan dapat membuka akses bagi para tenaga kesehatan profesional untuk memperbaharui dan meningkatkan kemampuannya dalam menangani pasien PTM pada seluruh level layanan kesehatan di Indonesia,” tutupnya. (iin)

 

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN