Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Orang tua memakaikan maskerpada anak untuk mencegah terinfeksi virus Covid-19

Orang tua memakaikan maskerpada anak untuk mencegah terinfeksi virus Covid-19

New Normal Tingkatkan Risiko Anak Tertular Covid-19

Jumat, 3 Juli 2020 | 20:14 WIB
Mardiana Makmun (mardiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – New normal meningkatkan risiko anak tertular virus Covid-19, baik tertular dari orang dewasa di sekitarnya maupun dari teman main atau teman sekolahnya. Bagaimana mencegahnya?

 

“Di masa new normal ini, anak-anak lebih berisiko tertular Covid-19 dari orang dewasa sekitarnya. Ini karena mungkin orang tuanya sudah mulai bekerja di luar rumah, lalu orang tua bisa saja tertular dari OTG (orang tanpa gejala) dan kemudian di rumah menularkan anaknya,” ungkap Medical Manager of Kalbe Consumer Health, dr. Helmin Agustina Silalahi dalam diskusi bertema Gerakan Tangan ABC yang digelar Sakatonik ABC secara online, Jumat (3/7/2020).

 

Hal ini juga diungkapkan dr. Margareta Komalasari, Sp.A selaku dokter spesialis anak dan anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jaya. “Pada Mei, data anak Indonesia yang positif terinfeksi Covid-19 mencapai 584 anak dan meninggal 14 anak. Begitu new normal pada Juni, jumlah anak positif terinfeksi menjadi 3064 dan 28 anak meninggal dunia,” ungkap dr.Margareta.

 

‘Ini berarti bahwa sangat penting melindungi kesehatan anak di masa transisi new normal ini. Caranya dengan mempersiapkan tubuh mereka dengan perlindungan dari luar dan dalam sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan oleh IDAI,” tegas dr.Margareta.

 

Gerakan ABC

Bagaimana melindungi anak supaya tidak tertular Covid-19? dr.Margareta mengatakan, ada dua perlindungan, dari luar dan dari dalam tubuh. “Untuk perlindungan dari luar tubuh, orang tua harus terus mengingatkan anaknya agar tetap menjaga jarak, selalu disiplin memakai masker, dan juga rajin mencuci tangan,” tegas dr.Margareta.

Soal kesulitan mengajarkan anak melakukan phisical distancing atau jaga jarak dengan orang lain atau teman mainnya, menurut Feni Herawati selaku Director of Kalbe Consumer Health, dapat diatasi dengan trik khusus. “Ajarkan anak dengan gerakan dan nyanyian seperti yang kami kampanyekan yaitu Gerakan Tangan ABC. A aku jaga jarak, B bawa dan pakai masker, C cuci tangan pakai sabun,” ujar Feni.


“Selain itu, tetap aktif bergerak selama minimal satu jam per hari dan tetap berjemur adalah kegiatan yang sangat dianjurkan untuk anak. Berjemur di bawah matahari pagi akan mendapatkan vitamin D yang salah satu fungsinya adalah meningkatkan daya tahan tubuh,” tambah dr.Margareta.


 

Di samping itu, tubuh anak membutuhkan perlindungan dari dalam tubuh berupa asupan nutrisi lengkap dan bergizi disertai pemenuhan multivitamin yang cukup untuk menjaga pola keseimbangan nutrisi anak. “Untuk anak yang susah makan atau mengalami gangguan pencernaan, bisa diberikan suplemen multivitamin dari A hingga E,” saran dr.Helmin.

Dengan kebutuhan daya tahan tubuh yang meningkat di masa new normal ini, apakah asupan vitamin dan mineral juga harus ditingkatkan jumlahnya? “Untuk asupan suplemen multivitamin tak perlu dosisnya ditingkatkan demi menghindari infeksi Covid-19, yang penting orang tua harus memastikan multivitamin yang dikonsumsi anak memenuhi kebutuhan hariannya sesuai usia dan angka kecukupan gizi (AKG),” tegas dr.Margareta.

Editor : Mardiana Makmun (nana_makmun@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN