Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Organic parenting merupakan pola pengasuhan yang makin banyak diminati oleh ibu-ibu milenial. Ini terungkap dalam diskusi bertajuk Organic Parenting Semakin Tinggi Minat di Jakarta, Kamis (23/1).

Organic parenting merupakan pola pengasuhan yang makin banyak diminati oleh ibu-ibu milenial. Ini terungkap dalam diskusi bertajuk Organic Parenting Semakin Tinggi Minat di Jakarta, Kamis (23/1).

Organic Parenting Makin Diminati Orang Tua Milenial

Kamis, 23 Januari 2020 | 18:37 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Generasi Milenial kini telah menjadi orang tua yang melahirkan Generasi Alfa. Survei yang dilakukan oleh Pew Research Center menemukan 57% ibu milenial percaya dan merasa sudah melakukan pekerjaan yang sangat baik sebagai orang tua, dibandingkan dengan 48% ibu dari Gen X, dan 41% ibu dari kalangan Baby boomer. Organic parenting merupakan pola pengasuhan yang makin banyak diminati oleh ibu-ibu milenial.

Psikolog Ayoe Soetomo MPsi mengatakan organic parenting sendiri sebenarnya bukan hal baru, meski terdengar kekinian. Organic parenting bukan baru berkembang belakangan ini. Tapi makin banyak orang tua milenial yang teredukasi untuk mencari pola asuh yang lebih tepat untuk anak-anak. Lalu terpaparlah dengan informasi soal organic parenting.

"Berdasarkan perjumpaannya dengan orang tua milenial di ruang praktik, makin banyak orang tua yang menerapkan organic parenting untuk anak-anak mereka," ungkapnya dalam diskusi bertajuk Organic Parenting Semakin Tinggi Minat di Jakarta, Kamis (23/1).

Menurut Ayoe, organik sering dikaitkan dengan segala sesuatu yang alami. Demikian pula dengan organic parenting. Pada dasarnya, anak dibesarkan dalam pola pengasuhan yang dekat dengan alam, ramah lingkungan, dan menggunakan semua yang natural. Ini tidak hanya soal asupan makanan, tapi juga semua aspek yang terlibat dalam tumbuh kembang anak. Termasuk di dalamnya aktivitas, dan interaksi antara anak dan orang tua. Ini menjadi hal yang sangat penting.

Terlebih, lanjut dia, dalam menjalani ritme kehidupan yang sangat cepat. Semua ini bisa membuat ikatan emosi antara anak dan orang tua berkurang. Padahal untuk sukses, anak sangat membutuhkan support emosi yang baik dari orang tua, sehingga ia memiliki kecerdasan emosi yang bagus. Organic parenting menjadi penyeimbang, agar anak tetap mendapat stimulasi yang baik.

Begitu banyak manfaat organic parenting untuk anak. Dengan mendekatkan anak ke alam, anak mendapat stimulasi sensorik penuh. Saat ia berlari-lari di alam bebas, tercipta stimulasi dari kepala sampai kaki. Demikian pula saat bersepeda. Otak kanan dan kiri terstimulasi, anak belajar keseimbangan, otot dan tulangnya pun jadi kuat. "Belum lagi bila misalnya ia jatuh, Kita suruh ia untuk bangun. Itu adalah support baginya," paparnya.

Lebih lanjut Ayoe mrnambahkan anak juga menjadi lebih percaya diri dengan organic parenting. Saat berada di alam, misalnya berkemah, tantangannya sangat besar. Anak pun belajar untuk menyelesaikan masalah, berinteraksi dengan orang lain, hingga membuat perencanaan dengan baik; misalnya menghemat baterai. Ini adalah modal besar untuk membangun kepercayaan diri anak. "Karakter anak pun jadi kuat karena siap menghadapi tantangan," tutur Ayoe.

Atoe menjelaskan dalam menerapkan organic parenting tak harus selalu dengan kegiatan yang ekstrim seperti berkemah. Dalam kehidupan sehari-hari, bisa dilakukan sesederhana memelihara hewan, atau menanam pohon di halaman. Ini akan melatih anak untuk bertanggung jawab. Atau memilah-milah sampah, mana yang bsia didaur ulang, atau dijadikan kompos. Di akhir pecan, ajaklah anak bersepeda atau sekadar berjalan-jalan ke taman sekitar rumah. Terpenting, komitmen untuk melakukannya.

"Pasangan pun harus berkomitmen untuk melaksanakan organic parenting sesuai yang sudah disepakati. Dengan demikian tak sekadar ikut-ikutan tren organic parenting, tapi melaksanakannya secara berkelanjutan," tutup Ayoe.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN