Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Siloam Hospital Kebun Jeruk (SHKJ). Foto: twitter

Siloam Hospital Kebun Jeruk (SHKJ). Foto: twitter

Osteoporosis di Masa Covid-19

Minggu, 25 Oktober 2020 | 08:43 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Di masa Pandemi Covid-19, masyarakat menganggap rumah sakit sebagai lokasi yang rawan penularan. Alhasil, mereka pun tidak mencari penanganan dan pengobatan yang tepat atas keluhan yang dialaminya. Salah satunya adalah osteoporosis. Padahal jika tidak ditangani penyakit ini akan menurunkan kualitas hidup penderitanya, diantaranya adalah patah tulang.

Dr dr Franky Hartono Sp OT(K), kepala Hip, Knee, and Geriatric Trauma Orthopaedic Center Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ), menyebutkan selama pandemi Covid-19 masyarakat banyak melakukan aktivitasnya di rumah saja.

Media Gathering Siloam Hospitals Kebon Jeruk  dengan Tema Osteoporosis di Masa Pandemi Covid-19 menghadirkan para dokter yang tergabung dalam  Hip, Knee, and Geriatric Trauma Orthopaedic Center SHKJ, yaitu Dr dr Franky Hartono SpOT-K, dr Karina Besinga SpOT-K, dr Daniel Marpaung SpOT-K, serta dr Tetty MD Hutabarat SpKFR, Sabtu (24/10).
Media Gathering Siloam Hospitals Kebon Jeruk dengan Tema Osteoporosis di Masa Pandemi Covid-19 menghadirkan para dokter yang tergabung dalam Hip, Knee, and Geriatric Trauma Orthopaedic Center SHKJ, yaitu Dr dr Franky Hartono SpOT-K, dr Karina Besinga SpOT-K, dr Daniel Marpaung SpOT-K, serta dr Tetty MD Hutabarat SpKFR, Sabtu (24/10).

Hal tersebut dilakukan guna menghindari penularan Covid-19, mengingat angkanya selalu meningkat. Namun, hal itu menimbulkan rasa takut masyarakat ke rumah sakit untuk memeriksakan dirinya. Padahal telah mengalami beberapa keluhan, salah satunya nyeri.

“Alhasil, banyak dari masyarakat yang malah melakukan self treatment dengan mengkonsumsi obat-obatan anti nyeri. Tanpa mengetahui penyebab nyeri tersebut,” ungkapnya di sela Media Gathering SHKJ, Sabtu (24/10).

Hal tersebut, lanjut dia, akan berakibat fatal. Bahkan belakangan terjadi peningkatan komplikasi pasien non covid karena penanganan terlambat atau kasus terabaikan. Salah satunya adalah risiko jatuh dan patah tulang akibat otot yang melemah dan tulang yang bertambah keropos atau osteoporosis.

Berdasarkan pedoman pengendalian osteoporosis yang diterbitkan Departemen Kesehatan RI melalui Keputusan Menteri Kesehatan no. 1142 tahun 2008 terdapat dua dari lima penduduk Indonesia memiliki risiko terkena osteoporosis.  

Menurutnya, tulang adalah jaringan hidup yang secara konstan berubah-ubah. Dalam periode umur tertentu, sel tulang disimpan namun terdapat fase dimana sel tersebut terserap. Osteoporosis adalah penyakit tulang yang ditandai dengan pengurangan massa atau kepadatan tulang sehingga mengakibatkan tulang menjadi keropos.

Apabila tulang mengalami pengeroposan akan meningkatkan risiko patah tulang. Setidaknya ada dua jenis osteoporosis, yaitu primary osteoporosis akibat proses penuaan yang menyebabkan hormon menjadi tidak seimbang. Biasanya hal ini terjadi pada wanita saat memasuki periode menopause.

“Sedangkan jenis osteoporosis kedua adalah akibat kondisi penyakit yang membuat tulang keropos, obat-obatan yang menggunakan steroid, penyakit seperti rematik, asma, dan gondok, seta kurang aktivitas seperti berbaring lama atau tidak banyak bergerak karena nyeri tulang atau sendi,” paparnya.

Media Gathering Siloam Hospitals Kebon Jeruk  dengan Tema Osteoporosis di Masa Pandemi Covid-19 menghadirkan para dokter yang tergabung dalam  Hip, Knee, and Geriatric Trauma Orthopaedic Center SHKJ, yaitu Dr dr Franky Hartono SpOT-K, dr Karina Besinga SpOT-K, dr Daniel Marpaung SpOT-K, serta dr Tetty MD Hutabarat SpKFR, Sabtu (24/10).
Media Gathering Siloam Hospitals Kebon Jeruk dengan Tema Osteoporosis di Masa Pandemi Covid-19 menghadirkan para dokter yang tergabung dalam Hip, Knee, and Geriatric Trauma Orthopaedic Center SHKJ, yaitu Dr dr Franky Hartono SpOT-K, dr Karina Besinga SpOT-K, dr Daniel Marpaung SpOT-K, serta dr Tetty MD Hutabarat SpKFR, Sabtu (24/10).

Dokter Ortopedi - Ahli Rekonstruksi dewasa Hip, Knee, and Geriatric Trauma Orthopaedic Center SHKJ dr Karingan Besinga SpOT(K) menambahkan osteoporosis bisa disebut sebagai ‘silent disease’ karena menyerang secara diam-diam tanpa ada tanda-tanda khusus, apabila dibiarkan ke depannya dapat menimbulkan masalah pada fisik seperti rasa nyeri, patah tulang hingga membutuhkan osteoarthritis advance. Hal ini tentunya dapat menurunkan kualitas hidup seseorang yang dapat mengganggu sistem tubuh yang lainnya termasuk jantung, paru-paru, dan lainnya.

“Osteoporoisis bukanlah penyakit akibat kurangnya kalsium, namun kalsium hanyalah salah satu faktor risiko terjadinya osteoporosis,” ujar dia.

Media Gathering Siloam Hospitals Kebon Jeruk dengan Tema Osteoporosis di Masa Pandemi Covid-19 menghadirkan para dokter yang tergabung dalam Hip, Knee, and Geriatric Trauma Orthopaedic Center SHKJ, yaitu Dr dr Franky Hartono SpOT-K, dr Karina Besinga SpOT-K, dr Daniel Marpaung SpOT-K, serta dr Tetty MD Hutabarat SpKFR, Sabtu (24/10).
Media Gathering Siloam Hospitals Kebon Jeruk dengan Tema Osteoporosis di Masa Pandemi Covid-19 menghadirkan para dokter yang tergabung dalam Hip, Knee, and Geriatric Trauma Orthopaedic Center SHKJ, yaitu Dr dr Franky Hartono SpOT-K, dr Karina Besinga SpOT-K, dr Daniel Marpaung SpOT-K, serta dr Tetty MD Hutabarat SpKFR, Sabtu (24/10).

Sementara itu, dokter orthopedi Hip, Knee, and Geriatric Trauma Orthopaedic Center SHKJ dr. Daniel Marpaung,Sp.OT(K) menambahkan gejala osteoporosis biasanya tidak dirasakan pasien hingga terjadi cedera. Diagnosa dini osteoporosis dapat dilakukan melalui BMD (bone mass density) untuk menilai kepadatan tulang.

“Terapi osteoporosis melalui gaya hidup, olahraga yang sesuai, pemberian obat-obat anti osteoporosis, dan dilakukan tindakan invasif bila osteoporosis tersebut menyebabkan tulang patah” jelas dr Daniel.

Media Gathering Siloam Hospitals Kebon Jeruk  dengan Tema Osteoporosis di Masa Pandemi Covid-19 menghadirkan para dokter yang tergabung dalam  Hip, Knee, and Geriatric Trauma Orthopaedic Center SHKJ, yaitu Dr dr Franky Hartono SpOT-K, dr Karina Besinga SpOT-K, dr Daniel Marpaung SpOT-K, serta dr Tetty MD Hutabarat SpKFR, Sabtu (24/10).
Media Gathering Siloam Hospitals Kebon Jeruk dengan Tema Osteoporosis di Masa Pandemi Covid-19 menghadirkan para dokter yang tergabung dalam Hip, Knee, and Geriatric Trauma Orthopaedic Center SHKJ, yaitu Dr dr Franky Hartono SpOT-K, dr Karina Besinga SpOT-K, dr Daniel Marpaung SpOT-K, serta dr Tetty MD Hutabarat SpKFR, Sabtu (24/10).

Lebih lanjut dr Franky menambahkan dalam rangka hari osteoporosis sedunia yang jatuh pada 20 Oktober 2020, mengajak untuk mengingatkan kembali akan kesadaran diri sendiri dan keluarga mengenai pentingnya mencegah dan membantu penderita Osteoporosis.

Usaha – usaha yang tepat diharapkan mampu meminimalisir rasa nyeri, fraktur, bahkan sampai risiko kecacatan. Untuk itu, walau di tengah pandemic Covid-19, diimbau untuk selalu mengontrol kesehatan tulang melalui berbagai media baik melalui telekonsultasi melalui platform Aido Health (konsultasi online).

“Maupun pertemuan tatap muka yang selalu mengedepankan protokol kesehatan di rumah sakit sesuai standar dengan harapan membuat pasien aman dan nyaman untuk mempercayakan layanan kesehatannya kepada kami,” tutupnya.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN