Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Astrid Wen

Astrid Wen

Pandemi Covid-19 Asah Perempuan Jadi Kartini

Kamis, 22 April 2021 | 08:11 WIB
Indah Handayani dan Mardiana Makmun

JAKARTA, investor.id - Masa pandemi Covid-19 mengasah perempuan menjadi seorang Kartini. Mereka berjuang membuat keluarga tetap sehat, sekaligus juga menjadi guru dan penggerak roda ekonomi.

“Peran perempuan di masa pandemi ini menjadi sangat besar dan penting. Bahkan, perempuan mengambil posisi sebagai pemimpin dan ujung tombak sampai garda terdepan, tidak hanya untuk keluarganya, tapi juga di masyarakat dalam menghadapi masa pandemi ini,” kata Psikolog Klinis Astrid Wen saat dihubungi Investor Daily, Rabu (21/4/2021).

Pertama, perempuan sebagai ibu. Peran ini sangat besar. Sebab, perempuan sebagai pemimpin dalam rumah tangga berdampingan dengan sang suami sebagai kepala keluarga dalam menjalankan roda kehidupan rumah tangga. 

“Bahkan, perempuan biasanya mengurus hal-hal detail setiap kebutuhan para anggota keluarganya. Mulai dari menjaga dan menerapkan protokol kesehatan, mengelola rumah, mengajarkan anak-anak karena sekolah online,” jelas Astrid. 

Kedua, Astrid menyebutkan peran perempuan sebagai pemimpin dalam pekerjaan. Saat ini, banyak perempuan yang mengambil inisiatif dalam pekerjaan, bukan hanya dalam skala besar di sebuah perusahaan saja. Tapi, juga terjun sebagai UMKM dengan berbekal berbagai kebiasaan yang dimilikinya, mulai dari industri fashion hingga makanan dan minuman. Hal ini menunjukan perempuan juga menjadi roda penggerak perekonomian, bukan hanya untuk keluarganya saja tapi juga masyarakat yang terlibat dalam industri ini.  

“Berangkat dari ini, menunjukan wanita lebih memiliki daya juang yang lebih tinggi pada saat pandemi,” papar dia. 

Hal ini juga diakui oleh desainer Nina Nugroho. “Perempuan memiliki peran sangat penting dalam menentukan fondasi sikap dan perilaku keluarga terutama di masa pandemi. perempuan yang kuat dapat memberikan warna di dalam keluarga, walaupun kondisi sedang serba tidak pasti, perempuan masa kini tidak berdiam diri, melalui berbagai kemampuan yang dimiliki berupaya untuk membantu perekonomian keluarga,” kata Nina.

Dengan hati dan kekuatannya, perempuan masih senantiasa menjalankan kewajibannya untuk menjalankan peran ibu dan istri.

“Salah satu upayanya adalah dengan menjaga seluruh keluarganya untuk tetap sehat. Melalui masakan yang disediakan, melalui konsistensi seorang ibu untuk selalu mengingatkan, dengan satu harapan seluruh anggota keluarga nya sehat,” kata Nina.

Tenaga Kesehatan

Di bagian lain, Psikolog Astrid juga menyoroti peran perempuan sebagai bagian dari tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi pandemi. Hal ini terlihat dari lebih banyaknya tenaga medis perempuan, terutama sebagai perawat. Mereka bahkan mementingkan orang lain ketimbang dirinya sendiri saat membantu mengatasi pandemi ini.

Terakhir, peran perempuan sebagai pendidik di dunia pendidikan. Mengingat banyaknya perempuan yang terjun sebagai tenaga pendidik di Indonesia. “Ini bukan hal mudah menjadi tenaga pendidik di masa pandemi ini, bagaimana mereka harus menerapkan pendidikan jarak jauh hingga akan adanya pengajaran hibrid dalam waktu dekat,” jelas dia. 

Namun, Astrid mengingatkan, dengan beban yang berat tersebut, wanita juga harus memperhatikan dirinya sendiri. Ini penting dilakukan terutama menjaga kesehatan mentalnya. 

Astrid memberikan tips agar mental perempuan tak turun di tengah beban berat tersebut. “Usahakan menjadi lebih peka pada sekeliling, tidak menyimpan prasangka, mengomunikasikan hal yang tidak dimengerti baik dengan pasangan, keluarga, maupun lingkungan,” saran Astrid.

Terakhir, perempuan juga harus membuat support system bagi dirinya. “Ini agar perempuan berjuang tidak sendiri dan membutuhkan dukungan dari orang sekitar,” kata Astrid.

Roda Perekonomian

Sementara itu, perempuan menjadi penggerak roda perekonomian dilakukan pengusaha kuliner Dewi Syafrianis. Meski daya beli menurun, namun, kata Dewi, masa pandemi juga memunculkan peluang-peluang baru.

“Untuk UMKM kuliner, karena orang hidup butuh makan, peluang usaha tetap ada. Saya menjual rendang yang saya membuat sendiri, juga menjadi reseller produk lain punya teman. Pokoknya tetap semangat dan dimotivasi terus karena hidup harus berjalan, ya jangan menyerah,” kata pemilik merek rendang kemasan Badendang.

Sejauh ini, lanjut Dewi yang juga tetap menjalankan profesinya sebagai jurnalis, UMKM banyak mendapat kesempatan dan peluang di saat pandemi. “Pemerintah dan perusahaan BUMN banyak memberikan perhatian ke UMKM, ini menjadi peluang bagi UMKM untuk menjalankan dan memajukan bisnisnya, pasang mata dan telinga kesempatan apa yang bisa diambil. Misalnya, saya ikut menjadi binaan BRI yang membantu pemasaran rendang saya di toko Indonesia mal di semua marketplace besar. Karena tantangan UMKM itu adalah produksi sendiri, jualan sendiri, maka dengan adanya bantuan dari BUMN, Alhamdulillah penjualan bisa naik,” ungkap Dewi.

Editor : F Rio Winto (rio_winto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN