Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
SMF. Foto: dok. SMF

SMF. Foto: dok. SMF

Pembiayaan Homestay dan Desa Wisata

Edo Rusyanto, (elgor)  Minggu, 29 Desember 2019 | 16:27 WIB

PENGEMBANGAN desa wisata tentu butuh biaya, termasuk guna membangun tempat bermalam (homestay). Melihat hal itu, beberapa waktu lalu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparkraf) menggandeng perusahaan pembiayaan PT. Sarana Multigriya Financial (SMF).

Kerja sama itu untuk mengembangkan skema pembiayaan bagi pengembangan homestay dan desa wisata di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP). Perjanjian Kerja Sama antara kedua belah pihak ditandatangani oleh Asisten Deputi Investasi Pariwisata, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kementerian Pariwisata, Henky Manurung dan Direktur Manajemen Risiko dan Operasional SMF, Trisnadi Yulrisman, di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Ke-10 DPP tersebut yakni, Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, dan Kepulauan Seribu. Lalu, Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai.

Henky Manurung menjelaskan, dalam kerja sama ini SMF berperan sebagai pemberi pembiayaan homestay kepada masyarakat di desa atau lokasi wisata melalui Lembaga Penyalur dan Pemberdayaan Lembaga Penyalur pada area DPP.

“SMF berkoordinasi dengan Kemenpar melalui Tim Percepatan Pengembangan Homestay Desa Wisata, melakukan pendampingan kepada Lembaga Penyalur dalam rangka capacity building dan peningkatan peran serta masyarakat setempat,” kata Hengky, seperti dikutip dari laman kemenpar. go.id.

Direktur Manajemen Risiko dan Operasional SMF, Trisnadi Yulrisman, mengatakan, program pembiayaan homestay diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk membangun atau memperbaiki kamar rumah yang akan disewakan kepada wisatawan.

“Sehingga dapat mendatangkan penghasilan bagi pemilik, tercipta lapangan kerja, sekaligus meningkatkan pertumbuhan sektor pariwisata di wilayah homestay,” jelas dia.  

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN