Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pemkab Pasuruan, Jawa Timur, bermitra dengan Nestle dan Project STOP mengembangkan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan guna mengurangi pencemaran sampah plastik di lautan. Dalam hal ini, pemkab mengalokasikan dua hektar lahan untuk pembangunan fasilitas TPST3R (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Reuse-Reduce-Recycle) Project STOP. Fasilitas ini akan mengelola pengumpulan dan pemilihan sampah serta proses daur ulang di kecamatan Lekok dan Nguling untuk pertama kalinya.

Pemkab Pasuruan, Jawa Timur, bermitra dengan Nestle dan Project STOP mengembangkan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan guna mengurangi pencemaran sampah plastik di lautan. Dalam hal ini, pemkab mengalokasikan dua hektar lahan untuk pembangunan fasilitas TPST3R (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Reuse-Reduce-Recycle) Project STOP. Fasilitas ini akan mengelola pengumpulan dan pemilihan sampah serta proses daur ulang di kecamatan Lekok dan Nguling untuk pertama kalinya.

Pemkab Pasuruan Gandeng Nestle Kurangi Sampah Plastik di Lautan

Indah Handayani, Selasa, 25 Februari 2020 | 15:31 WIB

PASURUAN, investor.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, Jawa Timur, bermitra dengan Nestle dan Project STOP mengembangkan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan guna mengurangi pencemaran sampah plastik di lautan.

Dalam hal ini, pemkab mengalokasikan dua hektar lahan untuk pembangunan fasilitas TPST3R (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Reuse-Reduce-Recycle) Project STOP. Fasilitas ini akan mengelola pengumpulan dan pemilihan sampah serta proses daur ulang di kecamatan Lekok dan Nguling untuk pertama kalinya.

Saat ini, hanya 9% penduduk di Pasuruan yang memiliki akses terhadap layanan pengelolaan sampah, dan hanya 1% dari jumlah sampah tersebut dikelola secara bijak.

Penduduk lain tidak memiliki pilihan, selain membuang sampah di lingkungan sekitar mereka. Dengan fokus di kecamatan Lekok dan Nguling, inisiatif ini bertujuan untuk menerapkan sistim pengelolaan sampah berkelanjutan dengan biaya rendah yang akan meningkatkan tingkat pengumpulan sampah dan mencegah pencemaran sampah ke laut.

Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf mengatakan kerjasama dengan Nestlé dan Project STOP tersebut merupakan upaya dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang holistik. Hal ini merupakan salah satu upaya pengembangan yang penting dalam membantu Indonesia mencapai target pengurangan sampah di lautan hingga 70% pada 2025.

Pemkab Pasuruan, Jawa Timur, bermitra dengan Nestle dan Project STOP mengembangkan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan guna mengurangi pencemaran sampah plastik di lautan. Dalam hal ini, pemkab mengalokasikan dua hektar lahan untuk pembangunan fasilitas TPST3R (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Reuse-Reduce-Recycle) Project STOP. Fasilitas ini akan mengelola pengumpulan dan pemilihan sampah serta proses daur ulang di kecamatan Lekok dan Nguling untuk pertama kalinya.
Pemkab Pasuruan, Jawa Timur, bermitra dengan Nestle dan Project STOP mengembangkan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan guna mengurangi pencemaran sampah plastik di lautan. Dalam hal ini, pemkab mengalokasikan dua hektar lahan untuk pembangunan fasilitas TPST3R (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Reuse-Reduce-Recycle) Project STOP. Fasilitas ini akan mengelola pengumpulan dan pemilihan sampah serta proses daur ulang di kecamatan Lekok dan Nguling untuk pertama kalinya.

“Saya berharap program ini dapat membantu kami menciptakan pengelolaan sampah mandiri yang ekonomis sehingga dapat diterapkan di seluruh daerah. Program ini tidak hanya menyediakan lapangan kerja baru, tapi juga meningkatkan kesehatan masyarakat dan mengatasi masalah lingkungan yang disebabkan oleh pengelolaan sampah plastik yang tidak tepat,” ungkapnya dalam keterangan pers.

Program Director, Ocean Plastics Asia, dan Partner di SYSTEMIQ, Joi Danielson memaparkan Project STOP berfokus pada keterlibatan masyarakat dan kepemimpinan pemerintah. Mencegah sampah plastik terbuang langsung ke lingkungan merupakan tujuan utama kami dengan Kabupaten Pasuruan, komunitas dan para mitra.

“Dengan pendirian TPST3R, kami memiliki ambisi bahwa di 2022, kami mampu mengelola setidaknya 1.500 ton sampah plastik dengan baik setiap tahunnya,” tegasnya.

Presiden Direktur Nestlé Indonesia Dharnesh Gordon menambahkapihaknya adalah peusahaan makanan dan minuman pertama yang bekerja sama dengan Project STOP. Pihaknya berkomitmen untuk memastikan 100% kemasan dapat didaur ulang atau digunakan kembali pada 2025. Pendekatan untuk menciptakan sistem yang lebih berkelanjutan dan sirkular, berfokus pada tiga pekerjaan utama, yaitu pengembangan kemasan untuk masa depan, membantu menciptakan masa depan bebas sampah, serta mendorong perubahan perilaku dan memberikan pemahaman baru tentang bagaimana menggunakan kemasan.

“Keterlibatan kami dalam Project STOP mendukung ambisi jangka panjang kami untuk menghentikan kebocoran sampah plastik ke lingkungan di wilayah operasi kami di seluruh dunia, yang salah satunya berada di wilayah Kabupaten Pasuruan,” ucap dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN