Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menjaga saluran pencernaan sehat adalah awal dari imunitas kuat.

Menjaga saluran pencernaan sehat adalah awal dari imunitas kuat.

Pencernaan Sehat Imunitas Kuat

Kamis, 25 Juni 2020 | 13:47 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id – Di masa pandemi Covid-19, masyarakat sangat sadar untuk menjaga imunitas tubuh agar siap menjalani aktivitas meski berdampingan dengan virus yang hingga saat ini masih belum ditemukan vaksinya.

Sayangnya, banyak yang tak sadar bahwa menjaga saluran pencernaan sehat adalah awal dari imunitas kuat. Mengingat sebanyak 70% sel imun ada dan hidup di pencernaan.

Dokter spesialis gizi medik dr Hilna Khairunisa Shalihat, M Gizi SpGK menjelaskan sebanyak 70% sel imun yang terdiri dari Dendritic Cells (DCs), T-cells, dan Immunoglobulin A (IgA) terdapat pada sistem pencernaan.

Untuk itu, dengan sistem pencernaan yang sehat, sistem imun pun akan kuat dan terjaga dalam melawan berbagai patogen, baik berupa bakteri ataupunn virus.

Sehingga mengurangi risiko penularan penyakit, baik yang disebabkan oleh virus maupun patogen lain.

“Tidak hanya itu, banyak benefits lainnya yang bisa didapatkan, diantaranya mengurangi tingkat stress, asupan pola makan tercukupi,” ungkap dr Hilna di sela online Konferensi Pers FibreFirst 'Sistem Pencernaan Sehat Imunitas Kuat', Kamis (25/6).

Untuk itu, lanjut dia, konsumsi serat yang cukup dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan yang kemudian akan meningkatkan sistem imun tubuh.

Dengan memperhatikan asupan serat minimal 5-7 porsi per hari atau setara dengan 25-35 gra. Namun, konsumsi buah dengan sayur tidak bisa hanya salah satu saja, tapi juga harus keduanya, yaitu sayuran sebanyak 3-4 porsi dan buah 2-3 porsi.

“Contohnya saja, makan sayur bisa di masukan pada saat makan besar, seperti sarapan, makan siang, dan malam. Sedangkan makan buah bisa dilakukan pada waktu snacking sebanyak dua kali pada diantara waktu sarapan dan makan siang atau waktu makan siang dengan makan malam,” paparnya.

Sementara itu, Nourmatania Istiftiani selaku Scientific FibreFirst menambahkan diet adalah salah satu faktor kunci yang mempengaruhi komposisi dan fungsi bakteri pencernaan. Oleh karena itu, diet rendah serat, gula tinggi, dan lemak berhubungan dengan timbulnya peradangan di usus dan sisitem pencernaan yang tidak sehat.

Sayangnya, sebanyak 95,4% masyarakat Indonsia tidak mengkonsumsi cukup buah dan sayur atau masih kurang dari 5 porsi sehari. Kurangnya konsumsi buah-buahan dan sayuran meningkatkan resiko kekurangan serat dan dapat menyebabkan bertumpuknya kotoran dan racun.

“Serta, gangguan penyerapan nutrisi hingga akhirnya menurunnya imun tubuh. Untuk itu, apabila kebutuhan serat tidak dapat dipenuhi dari makanan sehari-hari, bisa mengkonsumsi suplemen kaya serat,” papar dia.

Melihat pentingnya kesehatan pancernaan, Sales & Marketing Director PT Kobe Nutri Farma Jozef Thenu mengatakan pihaknya menghadirkan FibreFirst mengandung serat premium dan nutrisi dari ekstrak buah pilihan yang dapat memenuhi asupan buah dan sayur, serta menyehatkan sistem pencernaan dengan detoksifikasi optimal.

Bahkan, FibreFirst juga merupakan suplemen kesehatan pertama di Indonesia yang terjamin kualitasnya dengan memberikan jaminan pengembalian uang jika dalam 30 hari konsumen tidak merasa puas oleh manfaat kesehatan.

“Konsumsi serat yang cukup dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan yang kemudian akan meningkatkan sistem imun tubuh. Sehingga meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya selagi kondisi pandemi Covid-19 ini,” tutupnya. (iin)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN