Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menu 1700 Kilo Kalori

Menu 1700 Kilo Kalori

Pengidap Diabetes Harus Terapkan 3J agar Hidup Sehat

Minggu, 1 Agustus 2021 | 13:40 WIB
Mardiana Makmun (mardiana@investor.co.id)

Mengatur pola makan merupakan upaya agar penderita Diabetes Militus (DM) dapat mengontrol gula darah, hidup sehat, dan terhindar dari komplikasi. Kuncinya menerapkan 3J termasuk memilih makanan dengan Indeks Glikemik (IG) rendah.

“IG merupakan angka yang menunjukkan nilai potensi peningkatan gula darah. Ini supaya gula darah pasien tidak tinggi terus menerus. Supaya, gula darah pasien dapat terkontrol,” ujar Aziza Ainun Assiddiq, ahli gizi dalam talk show daring Asah Kebaikan: Series Diabetes dengan tema Pola Makan dan Pengaturan Makan, baru-baru ini.

Pengaturan pola makan yang tepat, lanjut Aziza, kerap diistilahkan 3J yaitu, jenis makanan, jumlah, dan jadwal makanan. Jenis makanan dilakukan dengan memilih jenis makanan yang tepat. Dengan kata lain makanan ber-indeks glikemik rendah. Jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh ditentukan berdasarkan umur, jenis kelamin, aktivitas, kondisi fisik, dan kesehatan. Sedangkan jadwal makan yang teratur yaitu makan utama 3 kali dan diselingi camilan sehat 2-3 kali.

“Usahakan jadwal makan setiap harinya sama agar sesuai dengan waktu makan obat atau mendapatkan insulin. Ada kaitannya dengan glukosa darah yang harus di-cover oleh obat atau insulin,” ujar Aziza Ainun Assiddiq.

Lebih lanjut, dia mengatakan makan utama idealnya, makan pagi pada pukul 06.00 sampai 09.00, makan siang pada pukul 12.00 sampai 15-00, dan makan malam pukul 18.00 sampai 20.00. Sedangkan snack pagi pukul 10.00 sampai 11.00 dan snack sore pukul 16.00 sampai 17.00.

Porsi Tak Berlebihan

Selain memperhatikan IG, pasien DM juga perlu memperhatikan beban glikemik atau Glikemik Load (GL). “Glikemik load adalah nilai yang menunjukkan respons glukosa dalam darah setelah mengonsumsi satu porsi makan. Jadi beban glikemik ini berkaitan dengan kuantitas yang dimakan,” ujar dia.

Sebagai contoh IG-nya rendah namun porsi atau kuantitas makan banyak, pola konsumsi makan tersebut akan meningkatkan beban glisemik. Karena itu, walaupun nilai IG makanan rendah namun tidak dapat dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Porsi makan yang dikonsumsi harus sesuai dengan kebutuhan. Berdasarkan hal itu, diet DM tidak dapat dilakukan sesuka hati. Diet pasien DM memiliki sejumlah syarat yang terkait dengan kondisi masingmasing pasien.

Seperti, energy diukur dengan berdasarkan kebutuhan basal. Adapun kebutuhaan basal wanita 25 kilokalori (kkal) per kg berat badan (BB) ideal. Pria memiliki kebutuhan 30 kkal per kg BB ideal.

Namun supaya mendapatkan nilai akurat, penderita DM perlu berkonsultasi dengan ahli gizi. Karena, diet mempertimbangkan faktor tinggi badan, berat badan, aktivitas, dan adanya komplikasi.

Kebutuhan lainnya berupa karbohidrat sebanyak 45-65% dari total asupan energi. Lemak sebanyak 20- 25% kebutuhan kalori. Lemak dibagi menjadi lemak jenuh <7% kebutuhan kalori, lemak tidak jenuh ganda <10 % sedangkan kolesterol <200 mg/

hari.

Adapun, kebutuhan protein sebanyak 10-20% kebutuhan energi. Natrium sebanyak <2.300 mg/hari atau <1 sdt garam dan serat sebanyak 20-25 gram.

Penderita juga perlu mengatur asupan beberapa makanan, yaitu makanan dengan IG rendah supaya gula darah tidak cepat naik. Karena, makanan dengan IG tinggi akan meningkatkan gula darah lebih cepat.

Beberapa makanan yang perlu pembatasan konsumsi (IG sedang (55-70)), yaitu serialia (beras brasmati, roti tawar putih, spageti direbus selama 20 menit), sayur (jagung manis dan ubi jalar), buah (pepaya, nanas, dan melon), susu dan olahannya (susu bubuk dan es krim), minuman (soft drink cola), gula dan pemanis (gula pasir, gula jawa, dan madu) serta makanan olahan (seperti dodol).

Adapun, makanan yang perlu dihindari adalah makanan yang IG-nya  tergolong tinggi atau di atas 70. Jenis makanan tersebut , yaitu serealia (beras putih, roti tawar gandum, cracker, dan waffle), sayur (kentang panggang, kentang rebus, kentang goreng), buah (semangka), gula dan pemanis (glukosa, sirup, susu kental manis) dan makanan olahan (abon, dendeng, sarden).

Dari sejumlah makanan yang dibatasi dan dihindari, dalam program diet, Aziza mereferensikan makanan yang boleh dikonsumsi. Makanan tersebut berupa serealia (beras cokelat, bihun), roti-rotian (cookies oatmeal), sayur (wortel, kacang polong, ketela), kacang-kacangan (kacang merah, kedelai, kacangkacangan), buah (apel, anggur, mangga, jeruk, pir, pisang), susu dan olahannya (susu skim/rendah lemak) dan minuman (jus apel, jus jeruk).

Sebagai contoh, berikut pengaturan menu makan dalam sehari. Menu yang telah mengandung karbohidrat, protein hewani, protein nabati serta sayur dan buah. Menu ini memiliki kandungan energi total sebanyak 1.700 kkal. Kandungan gizi berupa karbohidrat sebesar 275 g, protein sebesar 55 g dan lemak sebesar 36 g. Yang tidak terlupakan, program diet dibarengi dengan aktivitas fisik. Latihan fisik yang dapat dilakukan, seperti jalan kaki minimal 3-4 kali dalam seminggu selama 30 menit dalam setiap aktivitas. “Latihan fisik akan membantu menurunkan glukosa darah dengan lebih mudah,” tegas Aziza.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN