Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ni Putu Ayu Widari, M.Pd, pengkaji Kebahasaan dan Kesastraan Badan Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (dua kiri), Wendy George, Research & Development Advisor EF Indonesia (tiga kiri), dan Juli Simatupang, director of corporate affair EF Indonesia (empat kiri). di sela penjurian PDBN 2019 di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Ni Putu Ayu Widari, M.Pd, pengkaji Kebahasaan dan Kesastraan Badan Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (dua kiri), Wendy George, Research & Development Advisor EF Indonesia (tiga kiri), dan Juli Simatupang, director of corporate affair EF Indonesia (empat kiri). di sela penjurian PDBN 2019 di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2019

Penguasaan Bahasa Indonesia pada Generasi Milenial Mengkhawatirkan

Mardiana Makmun, Kamis, 15 Agustus 2019 | 00:29 WIB

JAKARTA, Investor.id– Penggunaan dan penguasaan bahasa Indonesia pada generasi muda semakin mengkhawatirkan. Hal ini didorong oleh tingkat literasi yang rendah dan penetrasi internet yang tinggi. Kondisi ini mendorong Pusat Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menggelar Pemilihan Duta Bahasa Nasional (PDBN) 2019. Duta Bahasa terpilih diharapkan dapat mendorong literasi, penggunaan, dan penguasaan bahasa Indonesia.

“Bahasa Indonesia sangat penting. Negara Indonesia ini dibangun dari bahasa Indonesia. Bahasa juga identitas bangsa. Tidak ada negara Indonesia bila tidak ada bahasa Indonesia. Sayangnya kami melihat penguasaan bahasa Indonesia pada generasi muda, semakin menurun. Ini mendorong kami dari Pusat Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud menggelar Pemilihan Duta Bahasa Nasional sejak 2016,” kata Ni Putu Ayu Widari, M.Pd, pengkaji Kebahasaan dan Kesastraan Badan Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di sela penjurian PDBN 2019 di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Memang, lanjut, Ayu, tingkat buta hurup di Indonesia sudah sangat rendah, yakni 99%, artinya hampir tidak ada lagi yang tidak bisa membaca. “Namun, tingkat literasi orang Indonesia sangat rendah. Hal ini diperparah adanya kemajuan teknologi internet yang memungkinkan terjadinya loncatan kemampuan berbahasa, dari bahasa Indonesia ke bahasa asing,” lanjut Ayu.

Meski begitu, Kemendikbud tidak antibahasa asing. “Penguasaan bahasa asing juga sangat penting ketika berdiplomasi dan mempromosikan bahasa dan budaya Indonesia ke dunia internasional,” tegas Ayu Widari.

Hal ini juga ditegaskan Wendy George, Research and Development EF Indonesia yang menjadi juri bahasa Inggris di PDBN 2019. “Saya melihat kemampuan berbahasa asing, terutama bahasa Inggris para peserta cukup baik. Ini menjadi modal bagi mereka untuk berkomunikasi dan berdiplomasi mengenalkan bahasa dan budaya Indonesia ke global,” kata Wendy.

“Penguasaan bahasa asing menjadi nilai tambah bagi generasi muda. Apalagi beberapa tahun ke depan, Indonesia mendapat bonus demografi dengan jumlah generasi muda atau usia produktif yang sangat besar,” tambah Juli Simatupang, director of corporate affair EF Indonesia.

Karena itu, lanjut Ayu, pemenang PDBN 2019 atau disebut Trigatra Bahasa, memiliki tiga kewajiban. “Pemenang harus mengutamakan pemakaian bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing supaya dapat menginternasionalkan bahasa dan budaya Indonesia,” kata Ayu Widari.

Bintang Mokodongit dan Megumi Najoan, peserta PDBN 2019 asal Sulawesi Utara menceritakan, untuk merebut gelar Duta Bahasa Nasional 2019, mereka diwajibkan membuat program literasi. “Kami membuat program Kelapa dan Sawit atau Kelompok Literasi Anak Panti Asuhan dan Masyarakat Wajib Tahu. Bila menang menjadi Duta Bahasa Nasional, kami akan teruskan program tersebut,” kata Megumi.

PDBN  bertujuan untuk pembinaan generasi muda agar meningkatkan martabat bahasa Indonesia. PDBN telah dilaksanakan sejak 2006 oleh Badan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan kebudayaan RI. PDBN 2019 diikuti oleh 31 peserta yang mewakili 34 provinsi di Indonesia dengan rentang usia antara 18-25 tahun.

Para peserta merupakan pemenang PDB tingkat provinsi yang selanjutnya akan memperebutkan gelar Duta Bahasa Nasional 2019. Total hadiah yang diberika PDB senilai Rp108 juta untuk 10 pasang pemenang, yaitu 6 pasang pemenang utama dan 4 pasang pemenang harapan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA