Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Keluarga terdekat berperan penting merawat diabetes. Foto ilustrasi: IST

Keluarga terdekat berperan penting merawat diabetes. Foto ilustrasi: IST

Peran Penting Keluarga dalam Perawatan Diabetes

Rabu, 2 Desember 2020 | 13:39 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Riset American Diabetes Association pada 2019 yang melibatkan 5000 responden orang dewasa penyandang diabetes mengungkap pentingnya peran keluarga, teman, dan kerabat dalam meningkatkan kesejahteraan dan manajemen diri para diabetesi.

Dalam hal ini, anggota keluarga diharapkan sadar untuk menjalankan peran dan tanggung jawab khusus dalam pengelolaan penyakit diabetes.

Keluarga dapat memberi berbagai bentuk dukungan langsung, seperti membantu menyuntik insulin, serta dukungan sosial dan emosional dalam membantu diabetesi menjalani kehidupan sehari-hari.

Anggota keluarga juga memiliki pengaruh signifikan pada kesejahteraan psikologis diabetesi, dukungan dalam penerapan pola makan, olahraga, dan rekomendasi perawatan medis bagi diabetesi.

Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Nasional Periode 2017-2020 dan konsultan endokrin metabolik RS DR Soetomo Surabaya Prof Dr dr Agung Pranoto MKes SpPD K-EMD FINASIM mengatakan sebenarnya ajakan agar keluarga lebih proaktif menjalankan peran sebagai caregiver telah dimulai sejak dua tahun lalu. Awalnya keluarga diundang datang karena tingkat risiko yang lebih tinggi daripada orang lain, maka begitu diabetesi terdeteksi, dan meminta keluarganya datang semua untuk early detection.

Sesudah menjalani pemeriksaan awal, biasanya sudah bisa menggugah kesadaran keluarga untuk membantu penyandang diabetes mengubah gaya hidup dan pola konsumsi yang lebih sehat agar tetap produktif dan terhindar dari risiko komplikasi diabetes.

Prof Agung menambahkan keluarga perlu mendorong diabetesi agar tetap aktif secara fisik, berolahraga sesuai kemampuan, mengonsumsi obat secara rutin sesuai petunjuk dokter dan mematuhi pola makannya dengan teratur dan disiplin.

Selain itu, keluarga dan pengasuh perlu secara rutin memeriksa dan mencatat gula darah penyandang diabetes untuk mengetahui pola-polanya.

"Dengan demikian, dapat diketahui apakah perawatan diabetes yang dilakukan sudah sesuai atau perlu ada perubahan," ungkapnya dalam keterangan pers diterima Rabu (2/12).

Executive Committee Member IDF Western Pacific Region (2009-2011 & 2012-2015) Prof Dr dr Sidartawan Soegondo SpPD KEMD FACE menggarisbawahi pentingnya anggota keluarga memiliki pengetahuan memadai tentang diabetes agar mampu mendukung diabetesi dengan optimal. Beberapa hal yang dibutuhkan anggota keluarga di antaranya pengetahuan dasar tentang penyakit diabetes, strategi mengubah rutinitas, cara yang subtle untuk mengatasi aspek emosional diabetesi, serta bagaimana membangun kemandirian diabetesi agar tidak tergantung pada orang lain.

Selain itu, keluarga perlu memiliki pengetahuan memadai mengenai perawatan dan manajemen diabetes yang tepat.

Menurut Prof Sidartawan, Caregiver harus mampu berada di depan melatih gaya hidup baru pada diabetesi, harus bisa berada di samping sebagai teman dan partner dalam mengubah gaya hidup, serta dari belakang menjadi pendorong motivasi diabetesi untuk patuh dan disiplin.

Salah satu contoh adalah saat menyusun pilihan makanan yang sehat dan rencana makan yang ramah diabetes dengan beragam makanan. "Sehingga membantu memastikan diabetesi mendapatkan jumlah protein, lemak, dan karbohidrat yang tepat, serta terhindar dari kebosanan,” papar Prof. Sidartawan.

Prof Sidartawa menambahkan tidak kalah penting bagi diabetesi untuk bersama-sama teman atau keluarga menjalani gaya hidup lebih sehat. Penyandang diabetes dapat ditawarkan untuk memulai program latihan atau menerapkan kebiasaan makan yang lebih baik. Agar penyandang diabetes tidak merasa sendirian, temani saat mengunjungi dokter, berolahraga bersama mereka, termasuk ikut hadir dalam kelompok pendukung diabetes.

Bergabung dengan kelompok pendukung diabetes memberikan kesempatan bagi keluarga untuk belajar memberi dukungan yang tepat dalam mengatasi dampak fisik penyakit diabetes, maupun dampak psikologisnya.

Didiagnosis menyandang diabetes memang bisa menjadi beban pikiran bagi setiap orang karena ada risiko komplikasi yang bisa terjadi. Oleh karena itulah, keluarga, teman dan kerabat diabetesi harus mampu menjaga agar diabetesi tetap berpikir positif dan memotivasinya untuk hidup sehat, bahkan menemaninya jika perlu.

Diabetesi akan cenderung memikirkan kemungkinan terjadinya komplikasi yang bisa berdampak fatal seperti kelumpuhan, kebutaan atau bahkan meninggal dunia. Keluarga, teman dan kerabatl yang harus mampu mendukung diabetesi secara konsisten untuk terus positif dan menghindari pikiran-pikiran negatif.

Intinya, lanjut Prof Sidartawan, penyelesaian masalah diabetes terkait perubahan perilaku dan membangun sinergi positif antar anggota masyarakat, pemerintah dan tenaga profesional kesehatan, bahkan media massa untuk menumbuhkan iklim yang kondusif pada aspek pencegahan dan perubahan perilaku di tingkat individu, keluarga dan masyarakat. "Di level keluarga, kita terus mempromosikan peran caregiver, mulai dari manajemen, perawatan, pencegahan dan pendidikan diabetes serta meningkatkan kesadaran akan dampak diabetes pada anggota keluarga lain dan jaringan pendukung mereka yang terdampak,” papar Prof. Sidartawan.

Mengingat peran penting keluarga tersebut, Tunghadi Indra, Director of Special Needs and Healthy Lifestyle Nutrition Kalbe Nutritional, pemilik brand Diabetasol mengatakan dalam Peringatan World Diabetes Day (WDD) atau Hari Diabetes Sedunia tahun 2020 memggelar seri mini edukasi Diabetasol di seluruh Indonesia, berhasil mengundang partisipasi 10.802 orang peserta dari 21 kota besar. Dalam peringatan WDD 2020 ini, Diabetasol juga menyampaikan donasi senilai Rp 500 Juta sebagai program CSR bagi para caregiver dan tenaga kesehatan yang distribusinya bekerja sama dengan Persadia dan Pandu Diabetes.

"Upaya kita bersama menurunkan angka kematian maupun risiko komplikasi diabetes sangat terkait dengan kepatuhan dan kedisiplinan diabetesi menjalankan gaya hidup dan pola makan sehat dengan asupan nutrisi yang memadai bagi penyandang diabetes. Dukungan keluarga sangat penting agar diabetesi bersedia mengubah gaya hidup agar lebih sehat," tutup Tunghadi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN