Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Siloam Hospitals Kebon Jeruk menggelar edukasi media dengan topik  Perawatan Intensif untuk Bayi Baru Lahir dengan Kondisi Khusus yang dibawakan oleh Dr dr Naomi Esthernita F Dewanto, SpA(K), dokter spesialis anak konsultan neonatal dan ketua tim NICU Siloam Hospitals Kebon Jeruk serta Astra Dea Simanungkalit, ibu dari salah satu pasien yang pernah dirawat di NICU Siloam Hospitals Kebon Jeruk, di Jakarta, Jumat (13/9).

Siloam Hospitals Kebon Jeruk menggelar edukasi media dengan topik Perawatan Intensif untuk Bayi Baru Lahir dengan Kondisi Khusus yang dibawakan oleh Dr dr Naomi Esthernita F Dewanto, SpA(K), dokter spesialis anak konsultan neonatal dan ketua tim NICU Siloam Hospitals Kebon Jeruk serta Astra Dea Simanungkalit, ibu dari salah satu pasien yang pernah dirawat di NICU Siloam Hospitals Kebon Jeruk, di Jakarta, Jumat (13/9).

Perawatan Intensif Bayi Baru Lahir dengan Kondisi Khusus

Damiana Simanjuntak, Jumat, 13 September 2019 | 22:07 WIB

JAKARTA, investor.id – Selama dalam kandungan, bayi bergantung penuh pada ibu. Ketika bayi lahir, sejak itulah bayi harus beradaptasi dengan lingkungan dan menggunakan organ-organ tubuhnya secara mandiri. Sayangnya, tidak semua bayi lahir dengan kondisi normal sehingga dapat menghambat proses pertumbuhan dan membutuhkan pertolongan medis intensif.

Dr dr Naomi Esthernita F Dewanto SpA(K), dokter spesialis anak konsultan neonatal dan ketua tim NICU Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ), mengatakan, perawatan intensif bagi bayi yang baru lahir memerlukan suatu ruangan, teknologi, dan tentunya kompetensi khusus dari dokter dan tim medis.

Ruangan khusus untuk bayi yang baru lahir disebut dengan Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Pada NICU, tersedia alat-alat yang dibutuhkan untuk perawatan intensif serta dilakukan pemantauan terus-menerus oleh tim medis yang telah melalui pelatihan khusus dengan kompetensi yang spesifik, baik dokter dan perawat.

Dr Naomi menjelaskan beberapa kondisi yang membuat bayi memerlukan perawatan intensif adalah lahir prematur, masalah dalam persalinan, berat badan tidak normal (<2.500 gram atau >4.000 gram), serta mengalami cacat bawaan. “Bayi yang lahir dengan kebutuhan khusus tidak mampu untuk menggunakan organnya secara alami dan sangat memerlukan bantuan. Misalnya ventilator untuk pernapasan,” ujar dr Naomi di sela media gathering SHKJ di Jakarta, Jumat (13/9).

Selain dukungan alat dan pemantauan oleh tim medis, dr Naomi menjelaskan bayi yang lahir dengan prematur atau kondisi tidak normal memerlukan juga asupan ASI dan skin to skin interaction dengan sang ibu. ASI dan interaksi antara bayi dan ibu sangat dibutuhkan dalam proses perbaikan kondisi bayi di NICU. Hal ini sudah dibuktikan di berbagai penelitian, salah satunya pemberian ASI dengan cara oral therapy pada bayi yang belum dapat minum.

"Sayangnya belum banyak NICU Center yang mendukung terciptanya interaksi ini,” tambah dr. Naomi. 

Untuk itu, lanjut dr Naomi, SHKJ menerapkan Family Center Care (FCC) NICU pertama di Indonesia, yaitu ibu dan bayi berada di satu ruangan. Dengan konsep ini, ibu tetap bisa dekat dengan bayi dengan pemberian sofa khusus di samping bayi. Konsep ini memungkinkan untuk memberikan pelayanan yang komprehensif dan holistik dalam penanganan yang mengandalkan keluarga. Padahal di negara maju, konsep ini sudah lama sekali diterapkan. Orang tua bisa berpartisipasi dalam merawat bayi selama perawatan di NICU seperti mengganti popok hingga melakukan kangaroo mother care yang diperuntukan bonding ibu ke bayi.

"Serta, mendukung pemberian ASI eksklusif," jelas dr Naomi.

Oleh karena itu, dr Naomi menyebutkan hingga saat ini keberhasilan pemberian ASI eksklusif di NICU Siloam Hospitals Kebon Jeruk mencapai 61%. Hal itu karena pihaknya sangat mendukung pemberian ASI, sekalipun bayi masih dalam perawatan di NICU.

NICU Siloam Hospitals Kebon Jeruk berdiri sejak tahun 2010 dan telah menangani lebih dari 1.700 pasien. Kasus-kasus yang pernah ditangani antara lain bayi prematur, bayi dengan kelahiran tidak sempurna seperti paru-paru yang belum terbentuk dengan baik, serta lubang pada jantung.

"Cakupan ASI yang diberikan juga harus tinggi karena ASI mengandung faktor pertumbuhan dan faktor imun yang tidak didapat di susu formula,” tambah dr Naomi.Astra Dea Simanungkalit, ibu dari salah satu pasien yang pernah dirawat di NICU 

Siloam Hospitals Kebon Jeruk, mengaku sangat terkesan dengan pelayanan NICU Siloam Hospitals Kebon Jeruk dalam hal perawatan bayi prematur, mulai dari komunikasi antara orang tua dan staf tentang perkembangan bayi, terlebih komitmen pemberian ASI sejak hari pertama. Ibu sangat difasilitasi untuk memberikan ASI melalui pengingat jadwal menyusui, penyediaan fasilitas mandi dan baju khusus NICU, hingga penyimpanan dan pemberian ASI perah.

"Komitmen seperti ini tidak saya temukan pada rumah sakit tempat saya melahirkan anak pertama saya. Semoga pelayanan dan komitmen yang baik ini dapat terus dilanjutkan,” tutupnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN